when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Showing posts with label masakyok. Show all posts
Showing posts with label masakyok. Show all posts

Thursday, October 06, 2016

Resep Churros



For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA



 ada keselip bola-bola churros -_-


#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan



0

Wednesday, October 05, 2016

Resep Martabak Manis

Akhirnya jadi Martabak bukan Maryam lagi~


For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA

Martabak Pertama (yang berhasil)

Martabak Kedua pakai pasta mocca (yang berhasil),
agak sedikit gosong deng hehe


#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan


0

Tuesday, October 04, 2016

Resep Bakpia Renyah Isi Coklat dan Keju

Bakpia ala Mantika~

For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA

.....




.....






#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan


0

Monday, October 03, 2016

Resep Bolu Nutrisari

Mama request di masakin bolu panggang, terserah bolu apa saja, yang penting bolu. Awalnya males karena melihat kondisi kompor dengan api tidak rata, males harus menerima kenyataan gagal lagi. Kalau mengukus boleh lah (tapi sebenarnya ini ogah juga gara-gara Brokusapi) tapi kalau harus memanggang agak sedikit khawatir karena belum pernah coba dan mood masak juga lagi tidak ada. Tapi demi mama, apapun itu, mari berjihad! #bikinortusenangadalahbagiandarijihad #lillahbiarikhlas

Akhirnya mulailah cari-cari resep, mama awalnya mau bolu keju, tapi kok ya enek pas ngebayanginnya (saya gak begitu suka keju soalnya), teringat kalau di lemari ada banyak nutrisari, cari resepnya dan dapat yang bahannya simpel. Yaudah , Tanya ke mama mau nggak kalau nutrisari aja, mama oke, baiklah, cus bikin! Berikut Resepnya :

Bahan :
8 butir telur
180 gr gula pasir
1 sachet nutrisari (jeruk peras)
250 gr tepung terigu
150 gr margarin

Cara Membuat :
1. Olesi loyang baking pan dgn margarin dan taburi terigu, sisihkan. Lelehkan margarin, sisihkan. Panaskan alas baking pan (api kecil).

2. Kocok telur, gula pasir dan nutrisari hg mengembang dan kental (jika adonan diangkat tdk jatuh).

3. Kecilkan mixer, masukan terigu sedikit2 kocok hg rata, tuangkan margarin cair sedikit2 kocok lg hg rata. Matikan mixer.

4. Aduk lg adonan dgn spatula (aduk balik dari bawah ke atas), tuang di loyang baking pan ratakan, bakar di atas kompor kurleb 20menit dgn posisi lubang dibagian tutup dibuka 1/2, jika bagian atas kue sdh tdk basah buka penuh lubangnya dan masak lg hg bagian atas kue matang (agak kecoklatan) baunya harum... angkat, keluarkan dari cetakan, dinginkan.

Resepnya saya dapatkan dari cookpad dan bener-bener copy-paste baik bahan dan cara membuat dalam postingan ini maupun dalam hal pelaksanaan dalam pembuatannya. Soalnya baru pertama bikin, gak berani bereksperimen sendiri. Tapi memang ada perbedaan sedikit dalam hasil adonan, saya tidak sampai benar-benar kental dikarenakan adonan sudah hamper melebihi wadah ketika di mixer, sehingga ketika masih lumayan cair, saya sudah memasukkan tepungnya, hal ini menyebabkan bolu tidak semengembang “bolu 8 telur” lainnya - *kata mama begitu*.

Untuk rasa kurang manis karena saya sengaja mengurangi gulanya, saya pikir nutrisari saja sudah manis, eh ternyata saya salah pikiran hehe .. So, saya taburi gula halus deh atasnya, hmm jadi nambah manis deh sayanya (zzzz) dan kuenya~

ala-ala jualan~ Order yok!

Selamat Memasak! Masak Yok!


#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan

Nb : Bukan Blog Khusus Masak-memasak. Hanya mau berbagi resep dan pengalaman dalam memasak. Sekalian sebagai media pengingat lupa bagi penulis kalau ingin memasak makanan yang dituliskan resepnya disini suatu hari nanti.

0

Sunday, October 02, 2016

Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part III

Kalau dari eksekusi pertama ke eksekusi kedua hanya jarak semalam, untuk yang ketiga membutuhkan jarak waktu sehari. Mau refreshing jiwa dan mental dulu biar hasil kue yang di dapat lebih baik. Sekalian lihat tips-tips dalam memasak brokus. Alhamdulillah menemukan apa-apa saja yang menyebabkan kegagalan yang kemarin dan tidak akan diulangi lagi untuk masak brokus selanjutnya.

Buat Brokusapi lagi~~ Dengan bahan dan cara membuat yang sama seperti Brokus sebelumnya (sebelumnya yang sebelum gagal). Kali ini pakai kopi sachet dan tetap memakai coklat bubuk. Kalau dilihat-lihat dari beberapa resep yang saya pelajari (azek!) meskipun menambahkan kopi, coklat bubuk tetap dipakai. Maka kali ini resepnya sedikit berbeda , saya menggunakan kopi 20gr + 15gr coklat bubuk, untuk menyamakan pada resep asli yaitu coklat bubuk 35 gr.

Ada sedikit kendala pada kukusan lapisan bawah, tidak cukup 10 menit untuk mengukusnya, karena begitu saya buka masih mencair. Ini kemungkinan karena saya memasukkan adonan dalam keadaan dandang yang belum begitu panas. Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengukus. Saya tambahkan 5 menit lagi. Ketika saya buka lagi, bagian atasnya sudah kelihatan matang tapi begitu saya angkat, adonan bergoyang, menandakan masih belum matang karena masih sedikit cair, maka saya mengukus kembali selama 3 menit. (Ini sudah pasrah saja kalau gagal lagi). Setelah mengalami buka tutup dan dikukus selama 18 menit akhirnya lapisan bawah sudah bisa dilapisi dengan lapisan tengah, kali ini tidak pakai jeblos, aman terkendali. Kemudian kukus lagi selama 10 menit. Alhamdulillah step bagian ini sesuai dengan yang cara asli. Selanjutnya memasukkan lapisan terakhir dan di kukus selama 30 menit. Say cek menggunakan lidi dan rasanya lembut, tidak keras seperti brokusapi eksekusi II. Saya yakin kalau brokusapinya sudah masak, maka saya matikan kompor dan saya biarkan sejenak.  Setelah itu saya membalikkan Loyang. Alhamdulillah tidak ada terjadi perceraian diantara tiap lapisannya. Hanya pada bagian bawah agak sedikit benyek tapi sedikiiiit saja, kemungkinan itu dari lapisan tengah yang mengalir sampai ke bagian bawah Loyang, ada sedikit rongga sepertinya. Tapi secara keseluruhan sama seperti hasil brokus yang berhasil. Rasa kopinyapun terasa. Alhamdulillah yah~ Kasihan si papa menghabiskan brokusapi yang gagal sendirian, Uhibbukafillah papa~ mama juga , avi juga, rino juga deh…heuheuheu

Berarti memang benar letak kesalahan ada pada komposisi bahan yang tidak sesuai dengan resep asli. Mengganti coklat bubuk dengan kopi, tapi kopinya malah dicairkan bisa berakibat fatal. Kalau gak pinter-pinter amat dalam pengresepan gak usah sok tahu deh ya, tapi ya kalau buat belajar tak mengapa lah ya, pengalaman biar ke depannya gak dilakukan lagi. Ya kalau beruntung bisa bikin resep baru.

Hmmmm kalau kue saja harus pakai resep asli biar hasilnya sesuai dengan yang diinginkan, bagaimana dengan perkara ibadah kalau tidak pakai tuntunan asli dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam, bisa ditolak ukh~ Karena kan syarat diterimanya amal ibadah ada dua, Ikhlas dan Ittiba’ (Mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam). Jadi jangan ada yang dikurang-kurangin dan ditambah-tambahin, tinggal copy-paste saja. Pokoknya Sami’na wa Atho’na.
Baiklah drama si brokusapi berakhir dengan tausyiah dari mantika yang masih terus berjuang di dalam hijrahnya~ In syaa Allah Istiqomah! Terus melakukan kegiatan yang membawa kebaikan baik untuk dunia maupun akhirat. Jangan mudah menyerah. Allah pasti bantu kita. Always say Bismillah in everythings you do. Eksekusi Brokusapi END!


Selamat Mencoba Membuat Brokusapi! Masak Yok!
0

Saturday, October 01, 2016

Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part II

Masih kecewa sama hasil si brokusapi sebelumnya tapi penasaran, mau tau letak salahnya dimana. Kebetulan kan ada di kasih kopi satu lagi dari perasaan yang kedua, Maka saya membuat brokusapi lagi menggunakan kopi tersebut. Dengan bahan dan cara yang sama , tapi kali ini menggunakan Loyang yang berbeda, agak lebih lebar medianya.

Singkat cerita, ketika mau masukin adonan untuk lapisan tengah, kirain lapisan bawah udah mateng taunya dia menipu mata Saya, bagian dalamnya masih sangat cair, sehingga begitu saya masukkan untuk apisan tengah, dia jeblos! Jadilah tercapur lapisan bawah dan tengah, daripada pusing-pusing, saya sekaliankan saja masukin adonan yang niatnya untuk lapisan terakhir. Sudah pupus harapan mau bikin brownies ada tiga lapisan. Biarlah mereka bersatu padu di dalam Loyang dan menemui nasibnya di pengukusan. Apakah berhasil atau tidak.

Sayapun mengukusnya selama 50 menit. Setelah itu saya membuka tutup dandang, dan mengecek kematangan kue dengan menusuk-nusukkan lidi dan yakin kalau kue sudah masak. Maka saya keluarkan Loyang dari kukusan dan berharap kali ini berhasil, walaupun pembuatannya amburadul. Begitu membalikkan Loyang, kejadian yang sama terulang, tapi kali ini lebih sedikit bagian yang terpisah, setengah-setengah. Jadi setengah keluar dari Loyang, dan setengahnya lagi menetap di dalam Loyang sampai sudah di tepuk-tepuk keras tetap tidak mau keluar. Akhirnya dilakukanlah pemotongan asal dan paksa agar lapisan bawah bisa dihidangkan. Mau tau apa yang terjadi, ternyata yang saya kira sudah masak ketika menusukknya dengan lidi adalah kue bantet, pantes keras banget waktu  mau narik lidinya dan untuk rasapun agak sedikit lebih pahit dari brokusapi sebelumnya. So Hasilnya masih gagal, tambah gagal malah. :((

Kata mama vira masaknya mungkin terbebani. Kita kalau masak harus pakai hati. Kalau tidak hasilnya bisa tidak bagus. Iya kali ya, soalnya khawatir gagal gara-gara harga si kopi mihil. Eh malah dua-duanya gagal. Kalau dibilang kepedean karena pernah berhasil sekali juga enggak, setiap kali masak apapun, mau itu yang kali pertama, atau kali kedua, tetap saja ada perasaan kalau gagal gimana tapi gak sampai jadi beban. Mama sepertinya melihat guratan kekecewaan tersebut. (sebenarnya sih gak Nampak kali, Cuma mama sepertinya takut saya jadi enggan masak-masak lagi). Akhirnya mama suruh masak lagi, tapi pakai kopi dalam bentuk bubuk, bukan dicairkan, itu ada pengaruhnya pada kekentalan adonan, mungkin brokusapi gagalnya itu gara-gara kebanyakan air. Harusnya essensnya saja, paling setetes atau dua tetes tidak sampai berliter-liter (lebhay!). Karena kopi dari si tulang sudah habis , saya pun pakai kopi sachet si papa. Sampai bertemu di Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part III.
0

Resep Gulai Ayam Kampung




For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA


Selamat Memasak!


#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan


0

Friday, September 30, 2016

Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part I

Namanya gitu amat yak! Hahaha bukan karena bertepatan besok Idul Adha (nulisnya sudah lama,postingnya belakangan) tapi emang ketika disingkat jadi berbau-bau hewan Qurban namanya. Jadi ceritanya si brokusapi ini penuh drama dalam pembuatannya. Bermula dari Abang Mama Saya, yang akrab saya panggil Tulang, meminta saya untuk membuat brownies menggunakan kopi yang dia jual. Tulang saya ini memiliki kafe yang memang fokus menjual kopi-kopian, jadi berharapnya kalau ada tambahan menu satu lagi buat teman si kopi, yaitu si brokusapi ini kalau jadi. Saya pun tertantang tapi khawatir juga kalau sampai tidak jadi, mana mama promosinya kalau brokus saya sebelumnya endes beud lagi.

Akhirnya sampailah di hari ingin mewujudkan si brokusapi. Saya menghampiri si tulang di rumahnya (kafenya), beliaupun meracik biji kopinya menjadi bubuk. Kalau di resep menggunakan coklat bubuk, karena akan dibuat brokus rasa kopi maka digantilah coklat bubuk dengan kopi. Disini malasahnya adalah, karena kopi asli pasti dia tidak larut, bukan seperti kopi sachet. Maka inisiatif si tulang untung bikin essensnya. Tapi karena berpikiran takaran coklat bubuk 35 gr maka disamakan kopi juga segitu, kemudian dibuat essensnya dari takaran tersebut. Jadilah kira-kira 20 ml-an. Dengan tujuan agar kopi benar-benar terasa dan larut dalam adonan.

Info dari si tulang kalau kopi yang dia pake buat bahan brokusapi ini dia pakai kopi yang paling mahal. Per kilonya sebesar 1,5jt Rupiah. Hmmmmm mendadak jadi beban. Makin khawatir bikinnya, takut gagal, kan sayang beud. Padahal saya sudah bilang pakai kopi yang biasa saja dulu, tapi beliau bilang tak mengapa. Malah saya dikasi kopi hasil dari kopi yang sama tapi perasaan keduanya. Baiklah namanya juga ini coba-coba. Tapi ini tetap jadi beban haha Mana ganti-ganti resep kan ya. Bismillah saja.

Dan sayapun dengan semangat tapi was-was melakukan eksekusi si brokusapi. Menyiapkan bahan-bahan yang semuanya sama dengan membuat Brokus sebelumnya. Hanya saja saya me-replace coklat bubuk dengan Essens Kopi tadi yang sebanyak 20ml-an. Cara membuatnya pun sama. Tibalah di saat pengukusan, saat mau memasukkan adonan lapisan tengah, lapisan bawah agak menyusut ke tengah sehingga memberikan rongga dipinggir Loyang, tapi sudah matang, ya mau gak mau masukkin saja lah adonan pelapis tengahnya, so dia masuk deh ke rongga yang di pinggir itu. Pas mau masukkin adonan untuk lapisan terakhir ternyata saya kurang mengaduk campuran collatta+menteganya sehingga masih menggumpal di bawah, yaudah deh di aduk lagi, warnanya jadi lebih gelap dibandingin lapisan bawah, harusnya sama atas dan bawah, karena yang mau dibikin beda itu bagian tengah saja. Yowes pasti beda nih bagian bawah, tengah, atas, jadi 3 layer deh. Pas mau ngukus bagian terakhir , sudah ditunggu sampai 30 menit baru mengecek kompor, ternyata gas habis! Oalah.. Dan papa lumayan lama hadir untuk mengganti gasnya. Baru setelah gas diganti, dilakukan pengukusan lagi, tapi mama sudah bilang, kemungkinan bantet soalnya sudah sempat lama mati. Saya sih wes pasrah. T.T coba-coba buka kukusan tapi lapisan atas masih lumayan encer, yang artinya belum masak, jadi saya lama-lamain deh mengukusnya, ada kali 1 jaman lebih. Tiba-tiba kecium bau gosong di dandangnya, saya pikir kuenya yang gosong, masak iya di kukusan gosong, ternyata dandangnya sudah bukan mengukus kue lagi tapi sudah mengukus dirinya sendiri, airnya habis! Hahahahahah Mungkin karena saya pasang api yang lumayan besar, habis biar cepat masaknya, gitu pikir saya. Huhuuu


Dan akhirnya Saya keluarkan saja kuenya yang terlihat tidak masak itu. Hasilnya begitu saya membalik Loyang, lapisan atas yang masih terlihat benyek terlepas dari bagian lainnya~ hahahha (padahal mau nangis) terus bagian sisanya malah agak sulit dikeluarkan karena apaaa.. Karena bagian bawahnya bantetssss.. Dan bisa dikatakan hasilnya GAGAL! Tapi ada yang sedikit bikin menghibur hati, rasanya masih oke dan masih bisa di makan (Oleh papa dan avi). Biasanya siap masak heboh kan bikin studio poto dadakan dan si kue di tata sedemikian rupa, kali ini wes lesu aku ne. Oke gak mau banyak cerita lagi,  begini bentukan kuenya :

Brokus Bantet T.T
0

Resep Mochi Ice Cream




For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA






sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan




0

Wednesday, September 28, 2016

Resep Chapsaltteok (Mochi Korea)

Chapsseltteok a.k.a Mochi Korea


For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA



adonan mochi yang sudah dicetak

mochi mantika~

#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan

0

Tuesday, September 27, 2016

Resep Tteokbeokki

MAKAN YOK!


For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA


tteok yang telah dipotong-potong

tambah mie biar tambah rame


Jalbbeogesemnidaaaa~

Bismillah..

Nyam… Enyaaak.. Bashitaaaa~  kan kan kan sok kokoreaan lagi. Aiissh.. zzzzzz




#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan



1

Monday, September 26, 2016

Resep Bubur Sumsum


sajikan dengan teh manis hangat~

For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA

......


......



#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan

0

Saturday, September 24, 2016

Resep Bakpao Mini Ubi Ungu

Karena ubi ungunya masih banyak banget, sisa dari membuat Darlung, maka saya mencari makanan lain yang juga salah satu bahan dasarnya dari ubi ungu. Setelah mengulik-ngulik di internet dapatlah makanan yang lumayan gampang (kelihatannya) dan saya juga suka makannya, yaitu Bakpao. 

Karena cara dan bahannya 11-12 sama membuat donat makanya pede saja untuk membuatnya. Sebelumnya saya sudah pernah membuat donat dan lumayanlah. Dan bakpao ini tidak pakai telur, simple lah bahannya. Bagian paling agak melelahkan memang ketika harus mengulek adonan sampai kalis kemudian membanting-bantingnya. Berhubung hanya punya tenaga ala kadarnya, ya membantingnya cuma sanggup beberapa kali saja. Berikut Resepnya :

Bahan :
250 gr Tepung Terigu
150 gr Ubi Ungu (Kukus dan Haluskan)
40 gr Gula Halus
30 gr Mentega
½ sdt Fermipan
½ sdt Vanili Bubuk
½ sdt Baking Powder
25 gr Susu Bubuk
1/8 Pewarna Ungu
Air Es Secukupnya

Isian :
Inti Kelapa
Collata (saat membuat ini saya langsung mengisi bakpao dengan potongan coklat, karena apabila dikukus, dia akan melelh di dalam. Tapi saat membuat mochi, saya menemukan cara agar bisa membuat coklat yang lebih padat dan mudah dibentuk. Caranya disini.)


Cara Membuat :
1. Kupas Ubi Ungu. Kemudian kukus, setelah matang, lumat dengan sendok sampai lembut.

2. Dalam baskom bersih, campurkan ubi ungu, tepung terigu, vanili bubuk, gula halus, fermipan, baking powder , susu bubuk, dan garam halus. Campu hingga rata.

3. Tambahkan air es sedikit demi sedikit sambil terus diuleni, tambahkan pewarna ungu.

4. Tambahkan mentega, uleni lagi sampai kalis. Kalau adonan belum kalis juga bisa tambahkan tepung lagi sedikit, tapi sebaiknya di ayak dulu. (kejadian saya, tidak di ayak, sehingga kelihatan ada gumpalan pada adonan). Diamkan adonan selama setengah jam sambil ditutup dengan kain bersih.

5. Kempeskan adonan bakpao, bagi menjadi beberapa bagian. Pipihkan dan beri isian di tengahnya, bulatkan lagi,letakkan di atas kertas roti agar adonan tidak lengket pada dandang ketika di kukus. Diamkan lagi setengah jam. (Saya tidak baca pada step ini, sehingga begitu memasukkan isian saya langsung mengukus, alhasil jadinya mini tidak mengembang. Kurang focus! -_-“)

6. Kukus Bakpao dalam kukusan yang sudah di panaskan sebelumnya sekitar 15 menit sampai matang.

7. Bakpao sudah siap disajikan dengan teh manis hangat.

Warnanya manis banget~ Rasa juga enak, tapi kurang puas memang karena mini-mini dan isian kurang padat. But not bad-lah buat pemula, kata yang makan selain Saya :p

Bakpao lebih nikmat disantap dengan teh manis hangat~


Selamat Mencoba! Masak Yok!

Nb : Bukan Blog Khusus Masak-memasak. Hanya mau berbagi resep dan pengalaman dalam memasak. Sekalian sebagai media pengingat lupa bagi penulis kalau ingin memasak makanan yang dituliskan resepnya disini suatu hari nanti. 
0

Friday, September 23, 2016

Resep Dadar Gulung Ubi Ungu

Waktu lihat-lihat timeline istagram, ada akun masak-masak yang memposting resep “Dadar Gulung Ubi Ungu”, gambar darlungnya juga sangat mengajak orang untuk membuatnya. Ungunya cerah! Sayapun akhirnya tergoda ingin membuat lalu request ke mama untuk dibelikan ubi ungu kalau ke pajak.

Mama Saya membeli Ubi Ungunya kebanyakan padahal cuma butuh sedikit untuk membuat darlung ini. Waktu mengupas kulit dan melihat isinya, rasanya pengen dicubit, warna ungunya yang cas bikin gemes. Apasih! Haha..

Salah satu bagian terpenting dan tersulit dalam pembuatan darlung ini adalah membuat kulitnya. Alhamdulillah sudah pernah bikin kulit-kulit ini sewaktu membuat Risoles, sehingga lumayan berpengalaman dalam teknik memasak dengan menggunakan kompor kami yang apinya tak merata serta teplon yang umurnya tak lagi muda sehingga sudah tidak anti lengket lagi namanya. 

Jauh dari kata sempurna tapi masih bisalah hasilnya dikatakan sebagai kulit dadar gulung. Masih kurang puas sih, berharapnya kompor bisa diperbaiki dan membeli teplon baru yang diameternya lebih besar, soalnya yang punya kami sekarang lumayan kecil sehingga hasil darlungnya pun jadi mini-mini. Tapi ya sekarang pakai yang ada saja dulu, toh masih bisa jadi juga darlungnya dan bisa di makan. Yok mari masak, berikut resepnya :

Bahan Kulit :
150gr Tepung Terigu
85gr Ubi Ungu (Dikukus, Haluskan)
1 btr Telur
1 sdm Margarin cair
350 ml susu cair atau lebih
½ sdt Garam

Bahan Isi Inti Kelapa :
1 biji kelapa parut ambil putihnya (bisa ¼ saja sih sebenarnya kalau menggunakan teplon yang kecil, soalnya saya banyak sisa)
150 gr Gula Merah + Sedikit Gula Pasir (Beri Air 75 ml)
1 lbr Daun Pandan
½sdt Garam
Maizena

Cara Membuat Isi :
1. Didihkan Gula Merah + air hingga larut, saring.

2. Campurkan kelapa parut & Daun Pandan + Garam.

3. Masak hingga meresap. Taburi sedikit saja tepung maizena biar menyatu kelapanya. Aduk-aduk. Matikan Api.

Cara Membuat Kulit :
1. Blender Susu Cair + Ubi UNgu yang telah dikukus dan di haluskan

2. Saring Susu + Ubi, hasilnya campurkan ke Adonan tepung terigu + Telur + Mentega cair + Garam bila mau

3. Aduk semua adonan sampai menyatu. Hasil yang baik adalah adonan tidak begitu kental dan tidak begitu cair. (bisa dilihat di video tutorialnya ini untuk mengetahui tekstur pastinya)

4. Panaskan Teplon, kecilkan api. Buat Dadar tipis-tipis. Begitu kering langsung angkat. (Kalau tekturnya sesuai dan mempunyai kompor serta teplon yang memadai seharusnya 3 detik udah bisa angkat)

5. Dadar sudah bisa di isi dengan inti dan dilipat kemudian sajikan.

Taraaa Darlung sudah bisa di makan~ Rasanya Lumayanlah.. :)

Dadar Gulung Ubi Ungu Mini


Selamat Mencoba! Masak Yok!

Nb : Bukan Blog Khusus Masak-memasak. Hanya mau berbagi resep dan pengalaman dalam memasak. Sekalian sebagai media pengingat lupa bagi penulis kalau ingin memasak makanan yang dituliskan resepnya disini suatu hari nanti. 
2

Wednesday, September 21, 2016

Resep Risoles Mayonaise


Coba-coba bikin sesuatu yang agak rempong dan rumit. Yang biasanya bisa didapatkan dengan membelinya saja dan langsung makan. Kali ini ingin mencoba membuatnya sendiri, semuanya dari awal. Biasanya kalau mama masak Risoles dan sejenisnya seperti lumpia, martabak, dadar gulung yang memerlukan kulit dalam membuatnya, beli kulitnya di pasar kemudian tinggal buat isinya saja. Tapi saya penasaran ingin mencoba mebuat kulitnya sendiri. 

Dan hasil awalnya adalah gagal kebanyakan air sehingga ketika mau di dadar di teplon sulit keringnya. Karena isi sudah terlanjur dibuat maka saya mencari resep lain dalam pembuatan kulitnya. Tadinya sempat hopeless. Alhamdulillah akhirnya adonan kulit yang kedua berhasil. Jadi juga bikin risolesnya walau mini-mini karena teplon kami yang diameternya kecil. Berikut Resepnya :

Bahan kulit:
150 gr Tepung Terigu
½ sdt Tepung Kanji
Garam sedikit
1 btr Telur
350 cc Air + Susu Bubuk 2 sdm

Bahan Isian :
Udang potong-potong kecil
1 Jagung di serut
1 Wortel potong tipis-tipis
Mayonaise (Pakai Maestro)
Bawang Merah
Bawang Putih
Jahe
Bawang Perai
Susu Kental Manis
100 ml Air
2 sdm Tepung Terigu

Bahan Pelapis Kulit :
Sisa Adonan Kulit
Tepung Panir / Tepung Roti (Bread Crumb)


Cara Membuat Kulit :
1.  Campurkan tepung terigu + Tepung Kanji + Garam Sedikit + Telur + Air secara perlahan. Aduk rata sampai adonan merata dan sesuai dengan kekentalan yang diharapkan. Diamkan sejenak.

2. Siapkan Piring yang sudah dibaluri minyak makan.

3. Dadar adonan ke teplon, panaskan sebentar (gak sampe 1 menit sih kalau tekstur pas dan kompor mendukung). Angkat susun di piring.

Bisa lihat tekstur adonan kulit risole yang baik disini, dimulai dari menit ke-8. 

Cara Membuat Isi :
1. Tumis Bawang Merah + Bawang Putih + Jahe + Bawang Perai sampai harum

2. Tambahkan Udang + Wortel + Jagung. Aduk rata dan tambahkan gula dan garam secukupnya. Aduk lagi.

3. Tambahkan air dan masak hingga empuk.

4. Setelah empuk, tambahkan tepung terigu yang sudah dicampur dengan air dan skm. Aduk terus sampai mengental dan masak.

Untuk melihat tekstur mengentalnya seperti apa bisa klik link video yang sama untuk adonan kulit risoles.

Cara Membuat Keselurahan :
1. Kulit Risoles diberi isian tambahkan mayonnaise dan gulung rapi.

2. Celupkan Ke sisa adonan kulit dan lumuri dengan tepung panir/tepung roti

3. Panaskan Minyak untuk menggoreng. Goreng dengan api sedang.

4. Risoles jadi dan siap disantap~

Kalau tidak mau di goreng semua bisa di simpan di freezer.

Rasanya Enak (kata saya dan mereka yang makan) , tidak perlu pakai saos juga sudah enak,  karena sudah ada saos mayonaise di dalamnya.


tampak dalam risoles

Selamat Mencoba! Masak Yok!

Nb : Bukan Blog Khusus Masak-memasak. Hanya mau berbagi resep dan pengalaman dalam memasak. Sekalian sebagai media pengingat lupa bagi penulis kalau ingin memasak makanan yang dituliskan resepnya disini suatu hari nanti. 

0