when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Showing posts with label kata-kata dula. Show all posts
Showing posts with label kata-kata dula. Show all posts

Monday, March 20, 2017

Lee San si Lan Tam Myeon


Saya bukan sedang kangen dengan kehidupan saya yang lalu yang terjangkiti penyakit "korea akut", gara-gara masih seringnya si Avi menonton korea hingga saat ini. Bukan. Alhamdulillah , Allah menjaga saya dari hasrat untuk tergoda menonton apa yang ditonton si adek. :')

Lalu siapakah si Lee San atau si Lan Tam Myeon ini?
sekilas seperti kata atau sebuah nama yang kekorea-koreaan, tapi coba di cermati lebih teliti lagi, apalagi kalau memang mempunyai jiwa "alay" pasti dengan mudah menangkap apa maksud judul postingan saya ini.

Lan Tam Myeon adalah istilah buatan saya dan avi sebagai pengganti kata Parbada. Apa lagi ini "Parbada"? Dalam istilah kami orang Siantar, Medan juga kali ya, Sumut-pun bisa juga kali ya.. hmm..
Parbada ini kata lainnya Lantam. Makanya Saya plesetin jadi Lan Tam Myeon biar jadi lucu aja, jadi yang di bilang lantam gak tersinggung haha apa sih! Jadi kira-kira artinya Parbada atau Lantam ini adalah orang yang bermulut pedas, kasar, nyelekit, jleb, kadang memang benar apa yang dikatakan tapi tidak dengan cara yang benar karena tak jarang menyakiti si pendengarnya. Begitulah kurang lebih penjelasan tentang makna si Parbada/Lantam ini.

Mungkin bagi beberapa orang yang sudah sangat-sangat mengenal saya terlebih yang memang tinggal dengan saya (contoh : Avi) , pasti bilangnya saya ini lantam. Saya akui sedikit (sedikit aja ya), memang iya, tapi sejak hijrah saya berusaha untuk mengurangi bahkan ingin menghilangkannya, sebenarnya lebih ke cerewet, apalagi sama adik sendiri, kalau sama teman-teman saya bisa menghandle kelantaman itu, hahaha habisnya gimana gitu ya kan beda kalau sama keluarga sendiri itu ada tanggung jawabnya untuk membenahi menuju ke yang lebih baik, so memang jadi agak keras. Tapi memang harus saya perbaiki cara menyampaikannya. (kasihan si Avi huhu meskipun begitu masih aja tuh dia heboh cium-cium eyke sampe bikin eyke merepet zzzzz..)     

Allah Berfirman :

“ Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (At-Tahrim : 66)

Sukakah saya menjadi Lantam? Tentu tidak! Malah ingin sekali terhindar dari sifat ini setiap waktu yang diberikan oleh Allah kepada Saya. Rasanya memang nikmat namun sesaat, meluapkan semua unek-unek dan kekesalan dengan melantami orang yang sudah membuat kita kesal atau marah, setelahnya hanyalah penyesalan, sia-sia, dan membuat lelah. Lelah karena kepikiran , "tadi orang yang aku marahin sedih gak ya?, marah gak ya?, atau dia sadar gak sih kalau dia salah?..Iya kalau orangnya "ngeh" kalau tidak, sudah capek-capek ngomel malah satupun perkataan kita tidak ada yang diindahkan. Kan membuat susah diri sendiri. Benar memang orang yang paling tenang itu adalah orang yang bisa menahan amarahnya. Sesekali berhasil sih dan memang benar jadinya santai dan tenang, malah sudah lupa kalau tadi habis kesalnya minta ampun. 

Allah Ta’ala memuji mereka dengan sifat ini dalam firman-Nya,

 “Orang-orang yang bertakwa adalah mereka yang menafkahkan (harta mereka) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (QS Ali ‘Imran:134)

Dalam sebuah hadits yang shahih,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

 “Bukanlah orang kuat (yang sebenarnya) dengan (selalu mengalahkan lawannya dalam) pergulatan (perkelahian), tetapi tidak lain orang kuat (yang sebenarnya) adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah”.


Subhanallah.. 
Saya mau jadi hamba yang dipuji sama Allah dan saya mau jadi orang yang kuat yaitu salah satunya dengan bisa menahan amarah. Aamiin..

Sebenarnya semuanya bisa asal memang ada kemauan dan didukung oleh lingkungan yang jauh dari hobi marah-marah. Yeah.. harus banyak-banyak bersabar lah kalau sekarang yak!~ haha 

Apalagi di zaman dimana setiap orang sekenanya saja menilai, mencibir, menghujat tanpa tau pasti dan kenal si terhujat, bahkan bukan lagi dengan cara sembunyi-sembunyi atau tersirat melainkan secara terang-terangan bahkan sengaja menyebutkan namanya. Padahal kalau mau memberi nasehat kan sebaiknya secara langsung diantara kedua belah pihak.

Imam Syafi’i dalam syairnya mengatakan:

Berilah nasihat kepadaku ketika aku sendiri,
dan jauhilah memberikan nasihat di tengah-tengah keramaian
karena nasihat di tengah-tengah manusia itu termasuk satu jenis
pelecehan yang aku tidak suka mendengarkannya
jika engkau menyelisihi dan menolak saranku
maka janganlah engkau marah jika kata-katamu tidak aku turuti

Lewat pandangan dan gelagat tidak suka saja sudah menyakitkan hati apalagi dengan perkataan yak.

Such a Beatiful Reminder for me. Muhasabah! Saya harus bisa menjadi orang yang yang tidak mudah marah dan gampang menyakiti hati orang lain dengan lisan.

Para Sahabat Bertanya : “Wahai Rasulullah, Islam apa yang paling utama?”, Beliau menjawab : “ Yaitu orang yang kaum muslimin selamat dari lisan dan tangannya”. (HR. Bukhari)

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Tidak ada yang lebih pantas dipenjara dalam waktu yang lama melainkan lisanku ini.”
(Mukhtashor Minhajil Qoshidin, hal. 165, Maktabah Darul Bayan)

Sumber : https://rumaysho.com/774-hati-hati-dengan-lisan.html

Yak! Kata Lee San di judul postingan adalah plesetan dari Lisan. Lisan ini sangat berbahaya, berperan banyak dalam menambah dosa-dosa manusia. Apalagi Lee San si Lan Tam Myeon. Hmm.. :(

Jadi, solusi terbaik untuk terhindar dari dosa ini , untuk saya pribadi khususnya, adalah :

1. Mengetahui apa siksa Allah dari perbuatan ini, sehingga kita menjadi takut dan enggan untuk melakukannya.

Allah Berfirman :

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka itu adalah dosa. Janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah kamu sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Tentu kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang” [Al-Hujurat : 12]

2.  Merasakan menjadi orang yang tersakiti dengan lisan tersebut.

“Barangsiapa yang ingin diselamatkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaknya ia mati dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari kiamat. Dan hendaknya ia memperlakukan orang lain dengan perlakukan yang sebagaimana ia ingin diperlakukan…” (HR. Muslim)

3. Berkata Baik atau diam.

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

4. Jangan Jadi Orang Baper

Sekuat apapun kita berusaha untuk kita mengkonfirmasi bagaimana sebenarnya kita, sudah koar-koar di status, nge-share caption yang isinya tulisan orang lain tapi sesuai dengan apa yang kita rasakan, nge-share hadist, ayat-ayat Al-Quran, dan pembuktian-pembuktian lain,  kita tetap tidak bisa memanage pemikiran orang lain tentang kita. Jadi ya Ojo Baper yo rek! (ini peer sekali buat sayaaah si wanita deramah koreaah (mantan deng) tapi sok purak-purak gak ada apa-apa hahaha)

Saat orang lain salah paham tentang dirimu, Sedangkan engkau tak mampu menjelaskannya, Maka satu hal yang mungkin mampu menghiburmu... “Sesungguhnya… Aku tidak akan dihisab oleh Allah Karena prasangkaanmu, Tapi aku akan di adili olehNya Atas kenyataan perbuatanku”
 “Tak perlu bersikeras menjelaskan siapa dirimu, karena orang yang mencintaimu tak membutuhkan itu, dan orang yang membencimu tak akan percaya itu”
(Ali bin Abi Thalib RA)
“Jangan suka terpancing dengan perkataan orang lain yang kita tidak melakukannya.”
(Ustadz Subhan Bawazier)
………………………


Allah Ta’ala memuji mereka dalam firman-Nya,
 “Dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”


Semoga curhatan ini bermanfaat bagi saya sebagai penulis dan juga orang lain bagi yang membacanya… Aamiin..

Siantar |22 Jumadil Akhir 1438H| 12:16
0

Sunday, February 26, 2017

Rindu Rasa Awal Berhijrah~


Rasanya ingin kembali ke waktu awal berhijrah
Masih semangat-semangatnya
Masih merasa sangat-sangat berdosa
Masih sering banyak menangisnya

Memang katanya ada fase melemah
Tidak sesemangat waktu awal
Bahkan seringkali merasa sudah bersih dari dosa
Dan jarang sekali menangisnya

Padahal seharusnya semakin berilmu semakin banyak penasarannya
Karena ternyata banyak sekali hal yang tidak diketahui
Sehingga tidak boleh menjadi malas
Malah yang terparah semakin ringan berbuat dosa
Dosa karena Riya’
Merasa sudah yang paling benar kemudian yang lainnya terlihat salah

Karena syaiton kalau tidak bisa membuat kita malas beribadah
Maka mereka akan membuat kita berbangga-bangga dengan amalan yang kita buat
Dan ada juga saatnya mereka kita buat kita kembali melemah

Malu sama syaiton yang gigih dalam menganggu manusia tanpa henti
Konsisten dengan tugasnya
Tanpa rasa malas

Harus ditanamkan dalam diri
Jangan mau kalah sama mereka
Jangan bikin senang mereka
Harus bisa lawan itu semua godaan mereka
Godaan yang membuat futur

Ya.. Virus Futur yang paling sering menyerang penuntut ilmu..


Semoga Kita semua yang telah berhijrah bisa tetap istiqomah dan bisa kembali taat kala virus futur ini menyerang. Hanya kepada Allah sajalah kita memohon pertolongan. Tiada Daya dan Upaya selain pertolongan Allah. 

Siantar | 30 Jumadil Awal 1438 H | 20:55
0

Saturday, December 17, 2016

Bukan Tiba-tiba

Tidak tau bagaimana kedepannya
Tidak perlu menduga-menduga 
Tidak mau memaksa
Tidak usah banyak bertanya

Seperti musibah 
Hidayah pun datang tak di sangka
namun bisa di minta

Ini bukan tiba-tiba
Semua sudah di tuliskan oleh-Nya


#friendstilljannah #Hijrahyok 
0

Lah Berubah lagi?

Adalah sebulan nggak ngeblog
Ini pas mau nulis (awalnya udah kebayang mau cerita apa)
tapi gara-gara lihat tampilan blog agak berubah dikit
eh buyar deh tadi mau cerita apa. hmm
malah termuncul ide buat bahas perubahan si blog

yap. begitulah adanya
sosial media cepat sekali berubahnya
selalu ingin menjadi yang lebih baik dan lebih canggih lagi

niat perubahan sebenarnya untuk memudahkan
tapi untuk belajar sesuatu yang baru kan butuh proses
pasti ada kekakuan di setiap memulai sesuatu yang baru
gak bisa langsung mudah dan lancar jaya

semua menjadi bisa karena terbiasa
terbiasa sama yang lama, ya tentu lebih mudah sama yang lama
untuk terbiasa dengan perubahan , ya harus belajar
biar jadi terbiasa dengan yang baru

tapi ya namanya sosial media, pasti gak berapa lama berubah lagi
belum juga fasih-fasih banget sama tampilan yang baru , sudah berubah lagi

mau tak mau agar bisa terus eksis bersosial media,
kitapun mencoba belajar lagi

kalau saya sih bukan mau maksain banget biar eksis
cuma terkadang suka penasaran heuheu
dan suka belajar juga sih eaa~

jadi suka dicari-cari apa perbedaannya
bagaimana cara menggunakannya
gak puas kalau belum nemu 

kalau dalam kasus blog ini, 
baru mau nulis pas sudah menemukan apa yang berubah dan bagaimana cara mengoperasikannya ketika sudah berubah
eaaah!
ribet yak, iya kadang. 
soalnya kalau belum nemu penyebab kejanggalan itu kayak-kayak gak enak.
apasih. lebay~

hmmm..
terus jadi kepikiran,

*  sosial media saja terus berubah untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya masak kita enggak?
   Hijrah Yok! 

*  buat bisa terus eksis di dunia maya saja kita rela buat belajar dalam setiap perubahannya, masak untuk biar bisa        mendapatkan ketenangan hidup di dunia nyata kita masih enggan buat belajar ?
   Kajian Yok!

Heuheu~
Hujung-hujungnya ku mengajak hijrah. :)

#anggapsajamuqodimah 
#akibatbloghijrahpenampilan 
#ceritabuyar 
#pokoknyagakpernahlelahngajakhijrah 
#keepistiqomah


0

Tuesday, October 25, 2016

Sudut menuju Surga

 Di sebuah ruangan yang nyaman
Biasa disebut kamar
Lengkap dengan perabotan dan pernak-perniknya
Pandanganku tertuju pada sebuah sudut
Agak sedikit berantakan dan terlalaikan

Kemudian membawa pandanganku pada sudut kedua
Dan mengagetkanku karena begitu tertata dengan rapinya

Penasaranku semakin jadi dan melihat lagi ke sekeliling
Aku dapati sudut ketiga yang juga tak kalah rapinya dari sudut kedua

Belum selesai aku meneliti tiap sudut kamar, hati ini sudah merasa pilu
Kekecewaan hati ini terhadap sikap si pemilik kamar
akan cara dia meletakkan barang-barang  pada sudut yang berantakan

Tapi kemudian aku memberi pembelaan kepadanya dengan kemakluman
Mungkin dia belum paham dan mengerti 
betapa pentingnya benda-benda tak tersusun rapi tersebut
Yang bisa membawanya ke tempat bahagia abadi
sedangkan barang-barang di sudut kedua dan ketiga 
hanyalah menawarkan kesenangan dunia
yang hanya sementara

Karena terlalu cepat bersedih dan mengambil kesimpulan
Sehingga lupa kalau ada sudut lainnya

Sampai Allah memberiku pemikiran untuk tidak boleh berburuk sangka
Di sudut terakhir aku melihat barang-barang yang juga tingkat berantakannya sama dengan sudut pertama
Dan sepertinya karena selalu digunakan sehingga tak sempat merapikannya

Tadi sepertinya aku salah sangka
Sudut pertama belum tentu berantakan karena tak pernah disentuh bisa jadi karena seringnya digunakan sehingga terlupa untuk membetulkannya
Sudut kedua dan ketiga sangat tertata belum tentu karena dia mendapat perhatian lebih, bisa jadi karena jarangnya disentuh sehingga letaknya begitu-begitu saja

Bisa jadi...
Semoga sangkaan “bisa jadi” yang muncul belakangan benar adanya
Semoga bukan kebalikannya
Karena apabila kebalikannya  yang benar, alangkah sedih hati ini

Semoga bisa jadi pelajaran diri
Untuk bisa menata setiap sudut kamar dengan rapi
Terutama pada bagian seperti sudut pertama pada cerita ini
Meski selalu dipakai  tapi tak lupa untuk menata kembali

#muhasabahdiri #nosuudzon #beriudzur
0

Allah is the best Planner

Khayalanku memang tak pernah seindah rencana Allah
Tidak pernah terpikir sebelumnya bisa bertemu
Dengan cara yang begitu
Bersama-sama menunggu
Untuk satu tujuan yang sama

Tidak saling sapa
Hanya menyunggingkan senyum saja
Karena itu adalah sunnah
Aura “kita sama”,  sebenarnya sudah hadir
Hanya saja tidak begitu berani bertanya

Sampai pada suatu tempat  
Sebagai bukti bahwa kita menuju tempat yang sama
Senyuman berubah jadi tanya lalu berubah tawa
Mendadak seperti kenal lama

Benar adanya
Yang tidak pernah berjumpa
Namun bertemu di suatu tempat karena Allah
Tidak butuh waktu lama untuk bisa percaya

Allah telah menjawab sebuah doa
Dengan cara yang tak terduga
Aku meminta apa
Tapi Allah beri lebih dari apa yang kupinta

Allah temukanku dengan mereka
Disini, di sebuah kota
Yang aku pikir tidak ada
Yang aku sempat pasrah
Rela sendiri saja
Bermodalkan kekuatan diri
Yang bisa saja goyah karna tiada yang mengingati

Namun kini mereka ada
Bahkan berada di radius yang sangat dekat
Tak perlu begitu jauh untuk bisa bersama-sama

Saya mendapat satu saja sudah bahagia
Tapi yang Allah beri lebih

Alhamdulillah
Rasa sendiri itu sirna
Disaat Allah menghadirkan mereka
Bukan tiba-tiba
Bukan terlalu lama
Tapi memang sudah tepat waktunya
Memang yang terbaik itu adalah skenarioNya

#friendsuntiljannah #gakghurobasendirian #keepistiqomah 
0

Tuesday, September 27, 2016

Mungkinkah Untuk Tetap Taat Sampai Mati?

Bagaimana Saya kedepannya hanya Dia yang tahu. Dia yang sudah menuliskan, Dia Yang Maha Mengetahui. Yang saya bisa lakukan hanya istiqomah agar mendapatkan akhir kehidupan yang Khusnul Khotimah. Dipertengahannya entah terjadi apa, Saya tidak tahu. Terkadang Saya khawatir, khawatir berbalik ke belakang. Karena sesungguhnya hati manusia itu berbolak-balik. Kadang baik sekali, kadang (lupa) sampai bisa menjadi jahat sekali.

Memang seluruh amalan tergantung pada akhirnya. Tapi hal ini bukan menjadi alasan kita untuk mudah berbuat maksiat. sesungguhnya kita tidak tau kapan waktu akhir itu. Maka alangkah baiknya setiap detik kita anggap bisa saja sebagai “waktu akhir”, agar kita pun selalu berada dalam ketaatan kepadaNya. Sebagai manusia biasa yang mudah khilaf dan lupa, sangat sulit untuk bisa menjadi taat setiap saat. Terkadang masih suka berbuat maksiat meskipun sudah tau hukum syariat. Tapi Allah Maha Baik pada hamba-hambaNya dengan memberikan kesempatan untuk bertaubat. Selagi masih hidup, masih dikasi kemampuan untuk berdoa dan memohon ampunan kepadaNya, Maka beristighfarlah. Selalu muhasabah diri.

Saya pernah mendengar cerita orang yang dahulunya sangat taat, alim dan selalu mengajak orang pada kebaikan , sekarang malah menjadi orang yang tidak lagi berbuat demikian, bahkan ada yang kafir. Subhanallah. Kemana kebaikan-kebaikan yang dahulu selalu mereka sampaikan, kemana ilmu agama mereka, kenapa mereka sampai berani menjual keimanan mereka.

Cerita dari saudara Saya yang pada suatu kesempatan mengadiri reuni, dia bertemu dengan seorang temannya yang dahulu ketika masih sekolah sangat rajin mengajak mereka untuk shalat tarawih ketika Ramadhan, sekarang telah keluar dari islam. Subhanallah. Saya jadi melihat ke diri saya, ketika berhijrah ini saya memang sangat sering mengajak adik-adik saya untuk shalat, tidak berpacaran, dan mengingatkan mereka akan perintah & larangan Allah lainnya. Kisah teman saudara Saya ini menjadi pelajaran bagi saya agar saya ingat untuk istiqomah dan tidak menjadi sombong ketika Allah memberikan saya kesemptan untuk bisa berbuat baik. Karena setan ketika tidak bisa merayu seseorang berbuat maksiat maka dia akan membuat seseorang berbangga-bangga akan amalnya sehingga menghadirkan sifat ujub dan riya’.

Cerita lain lagi, seorang kerabat bertanya kepada saudaranya yang selama ini dipertanyakan keimanannya. Ketika ditanya agama apa dia sekarang, diapun menjawab dengan jawaban yang mengejutkan, dia berkata “ Kalau tetap islam, saya miskin”. Subhanallah. Semoga orang tersebut diberi hidayah. Aamiin. Saya yang mendengar ceritanya sampai tidak tega harus mendengar kata-kata seperti itu. Takut miskin karena memeluk agama islam? Sungguh tidak tahukah dia siapa yang memberinya rezeki selama ini? Dunia.. oh duniaa.. ketika dunia sudah memperbudak kita, kita lupa akan siksaan di akhirat. Padahal hidup di dunia ini tidaklah lama.

Bahagiakah mereka dengan keluar dari Islam? Kisah lain yang saya dengar tentang orang yang beralih dari agama islam, justru kehidupannya menjadi lebih sulit. Kalau saja dia menyadari, sebenarnya kesulitan itu bukan karena Allah membencinya tapi sesungguhnya itu sebagai penghapus dosa baginya. Karena Allah mengurangi dosa kita dengan memberikan musibah, bahkan tertusuk duri sekalipun. Sesungguhnya Allah masih sayang dan ingin dia kembali untuk beriman kepadaNya. Yang dikhawatirkan apabila seseorang yang sudah berani mendustakan Allah tapi diberi kenikmatan yang berlimpah, hati-hati Istidraj,  bisajadi Allah sudah tidak sayang lagi sama orang tersebut.

- Istidraj  , artinya suatu jebakan berupa kelapangan rezeki padahal yang diberi dalam keadaan terus menerus bermaksiat pada Allah-

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).


Semua kisah tersebut menjadi pelajaran bagi Saya untuk istiqomah, agar tidak sampai mengalami seperti yang dialami orang-orang tersebut. Saya harus terus muhasabah diri dan beristighfar. Saya harus belajar lagi dan menimba ilmu lebih banyak, terutama tentang tauhid, agar saya tidak terjerumus pada kesyirikan maupun kekafiran. Ada doa yang diajarkan Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wasallam agar kita bisa Istiqomah :

“ Yaa Muqollibal quluub tsabbit qolbii ‘alaa diinika ”
(Ya Allah yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku agar senantiasa di atas agamaMu).
- H.R. Tirmidzi-

Doanya diamalkan terus ya, karena kita tidak tahu sekuat apa kita menghadapi godaan di zaman fitnah ini. Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja selalu mengamalkannya masa kita yang “bukan siapa-siapa” ini enggan.  

Insya Allah, semoga tulisannya bermanfaat :)


#hijrahyok #muhasabahyok #istiqomahyok #jannahoriented
0

Monday, September 26, 2016

UKHT!

Saya memiliki mimpi untuk memiliki sebuah bisnis yang bergerak di bidang fashion. Saya ingin berjualan busana syar’i. Mendadak ingin belajar menjahit. Ingin membuatnya dari awal sendiri, brand sendiri. Aamiin.

Tapi saya sadar memiliki keterbatasan dalam kemampuan menjahit. Bahkan dalam banyak hal. Kalau boleh dirincikan, kendala-kendalanya adalah sebagai berikut :
- Saya bukan berasal dari kalangan keluarga pebisnis, sehingga tidak punya cukup modal, bahkan bisa dikatakan tidak ada
- Saya bukanlah pemerhati mode, saya termasuk orang yang simpel dalam berbusana, tapi disini karena busana syar’i itu sendiri seharusnya memang berguna sebagai penutup “perhiasan” maka akan menjadi salah tujuan apabila dirancang terlalu berlebihan
- Saya tidak pandai menggambar, untuk mendesain sesuatu yang unik masih belum ada ide yang begitu cemerlang, masih suka meniru desain-desain yang pernah saya lihat. Tapi memang dari dulu saya tidak pandai meniru, alhasil selalu berbeda hasilnya
- Saya tidak pandai berpromosi, saya tidak pandai berbicara yang bisa mengajak orang lain tertarik pada apa yang saya tawarkan. Tapi kalau dalam islam memang kita tidak boleh berkata dusta dengan tujuan agar jualanan kita laku. Untuk berbicara apa adanya mungkin saya bisa. Hehe
- Saya lulusan Arsitek. Yah ini terkadang kepikiran, tepatnya kepikiran apa yang dipikirkan orang lain. “Kok Arsitek jadi tukang jahit? Sayang dong ilmunya, sudah di sekolahin mahal-mahal malah gak kepakai.” Ada alasan tersendiri kenapa saya tidak dulu melanjutkan “pekerjaan” yang sesuai dengan apa yang saya dapat selama “kuliah”, yang kalau saya jelaskan tak semua orang bisa paham.
- Saya kurang mendapat dukungan (sepertinya). Ada setitik kepesimisan dari orang-orang terdekat memandang keinginan saya ini. Entah itu hanya saya saja yang baper atau memang benar adanya. Tapi perasaan tersebut suka sesekali muncul. Mungkin ya karena masih berharap saya tidak lari jalur.Tetap menjadi karyawan saja di perusahaan yang sesuai dengan jurusan saya. Bisnis hanya sampingan saja. Seringnya begitu yang saya dengar.
- Saya belum punya konsumen pasti. Maksudnya disini adalah yang menggunakan pakaian syar’i seperti apa yang saya cita-citakan sebagai produk saya kelak, hanya saya saja di dalam lingkungan keluarga, teman-teman, bahkan untuk di daerah tempat saya tinggal sekarang masih sedikit sekali saya jumpai orang berbusana syar’i. Bukankah kita membuat suatu usaha melihat pasarnya terlebih dahulu? Kalau sudah tahu peminatnya tidak ada kenapa masih berani juga memilih bisnis tersebut? Pertanyaan-pertanyaan seperti itu sering muncul.
- Saya tinggal di kota kecil, Pematangsiantar. Yang kalau mau beli-beli bahan untuk produksi harus keluar kota sehingga menyebabkan ongkos kirim menjadi mahal yang berakibat akan  menjadi mahal pulalah produk saya nanti. Emang ada yang mau beli? Udah minim peminat, harga mahal pula, bisnis pemula, penjahit amatiran, masih berani jualan??
- Saya tidak bisa menjahit, masih baru belajar sih. Alhamdulillah Allah seperti memberi jalan dan kemudahan, seperti berikut ;
1. Saya semangat untuk menjahit meski awalnya merasa pasti sulit,
2. Ketika mengalami salah jahit , saya tidak putus asa, tetap semangat memperbaiki
3. Tertarik untuk membeli kain dan mencari desainnya,
4. Akhirnya setelah beberapa waktu dalam pencarian, saya mendapatkan guru les, gurunya sudah sesepuh tapi masih oke dalam menjahit, jahitannya rapi dan bagus, Sabar dalam mengajar, biaya les yang murah pula,
5. Saya merasa lancar-lancar saja ketika belajar,
6. Saya tidak merasa bosan dan malas, malah sampai lupa makan *jangan ditiru*
Itulah beberapa kemudahan yang saya rasa selama belajar menjahit. Alhamdulillah, mungkin inilah jalannya.

Saya pikir intinya ada pada kemampuan saya menjahit ini. Kalau saya sudah mahir dan saya berani untuk memulai usahanya, maka segala kendala-kendala yang saya jabarkan tadi bisa terhilangkan. Yang penting tetap tawakkal sama Allah. Niatkan untuk mencari rezeki yang halal biar berkah.

Tetapi jangan lupa juga untuk menghadapi hal terburuk. Mencapai sukses gak semudah itu. Harus sabar dalam setiap prosesnya. Pasti ada jatuh bangun. Jangan sampai menempuh jalan yang di larang sama Allah. Makanya kita sebagai pengusaha muslim harus belajar dulu bagaimana berbisnis Ala Rasullullah Shallallah ‘alaihi wasssalam biar paham dan tidak salah arah.


Baiklah semoga kita semua tidak pernah berhenti berdoa dan berikhtiar. Tetap berada di jalan yang lurus, diberi kemudahan serta diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menjalani setiap cobaanNya. Aamiin..
0

Sunday, September 25, 2016

salah is my middle name

Kayaknya untuk sekarang apapun yang saya lakukan pasti salah
Mau saya berakhlak buruk maupun berakhlak baik tetap saja tak sesuai di mata mereka
Sedih.. tapi ya mau gimana lagi..
Mungkin mereka sudah terbiasa menilai orang dari satu kesalahan yang terbuat dan melupakan segala kebaikan yang pernah hadir

Dipandang seperti tidak ada manfaatnya itu menyedihkan
Apalagi yang memperlakukan seperti itu orang terdekat
Selalu bertatapan tiap detiknya
Dan yang lebih sulitnya adalah ketika harus bisa tidak marah
Karena kalau sampai terbawa emosi bisa berujung pada neraka
Pilihan yang sulit

Dan ini adalah bagian dari skenarioNya untuk memilih siapa hambaNya yang sabar
Salah satu harus ada yang mengalah
Toh berharap semua sesuai mau kita, tidak akan pernah terjadi
Kalau semua seperti ingin kita memang enak, tapi dimana Dia bisa tahu letak sabarnya kita
Bagaimana kita bisa menjadi orang terpilih

Konsep hidup di dunia ini memang Ujian
Dunia bagi orang yang tidak beriman bagai surga
Sedangkan bagi orang mukmin seperti neraka

Jalani saja sesuai dengan tuntunan yang dibawa RasulNya
Kekasaran dibalas kelembutan, kejahatan dibalas kebaikan, cercaan dibalas dengan doa yang baik

Sesungguhnya semakin berbobot agama seseorang, maka cobaannya makin berat
Dan siapa yang agamanya ringan, maka cobaannya akan ringan
Tinggal pilih mau di posisi yang mana

Allah sudah kasih hidayah
Bersyukur dan Istiqomahlah
Yakin bahwa Allah akan bantu
Karena Allah sebaik-baiknya penolong

#cumamauceritadikit #buatmuhasabah #gakbolehmarah #gakbolehmelawan 
0