when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Monday, July 18, 2016

Awal Mengenal Kajian


Bismillah....

Apa itu Kajian?
Kajian adalah Majelis ilmu.

Ngapain di Kajian? Membahas kitab-kitab Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama para Ustadz yang memang ahli di bidangnya.

Apa saja yang dibahas? Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (Al-quran), Sabda RasulNya (Sunnah), dan kitab-kitab Allah.

Kapan waktu pelaksanaannya? Setiap Hari.  Ada dua jenis biasanya, Kajian rutin dan Kajian tematik. Kajian tematik lebih banyak pada saat weekend.

Apa itu kajian rutin? Kajian rutin yang membahas kitab sampai tuntas sehingga lebih detail dalam membahas suatu permasalahan agama dengan jadwal yang tetap, misal pada hari tertentu dan biasanya dibahas bersama ustadz yang sama.

Kajian tematik? Kajian dengan tema biasanya memiliki judul yang menarik, Ustadznya pun berbeda-beda. Membahas permasalah agama secara umum sehingga sepulangnya dari sana ada meninggalkan rasa ingin tahu yang lebih lagi sehingga mengajak kita untuk datang lagi ke kajian (baca:ketagihan) :)))

Mana yang lebih bagus? Dua-duanya sama bagus dan pentingnya. Tapi biasanya yang lebih rame kajian tematik, karena waktunya juga di saat orang sedang libur.

Mana yang lebih dahulu diikuti? (kalau saya pribadi) Qaddarullahi pertama kali mengahadiri kajian tematik, kemudian secara tidak sengaja menghadiri kajian rutin karena pada saat itu sedang tidak ada jadwal kajian tematik dan menyadari kalau kajian rutin ternyata asik juga, karena membahas lebih terperinci.

Pada Jam berapa saja dan berapa lama durasinya? Tergantung panitia menjadwalkannya kapan. Kalau melihat dari jadwal kajian yang ada , bisa seharian dengan waktu, tempat dan ustadz yang berbeda. Ada yang dari pagi sampai siang, ada yang di mulai siang hingga sore, ada yang sore hingga malam. Pernah ketika saya sudah lama tidak menghadiri kajian dan kangen sekali mengikuti kajian, niatnya hanya mau datang ke satu kajian saja tapi ternyata ada kajian lagi di tempat lain, maka sayapun tenggelam dalam kajian selama seharian, pagi sampai malam.

Bagaimana mengetahui jadwal kajian? Berteman dengan teman yang soleh/solehah biasanya selalu di beritahu ada kajian apa aja yang menarik atau bisa memfollow akun-akun dakwah di sosmed.

Dimana biasa diadakan? Kebanyakan diadakan di Mesjid tapi ada juga yang menyelenggarakannya di Gedung Pertemuan atau Rumah Pribadi.

Siapa saja pesertanya? Semua orang yang ingin mengenali islam secara kaffah /menyeluruh. (Yang bosan sama kegiatan duniawi dan mau cari kegiatan lain boleh juga mampir ke kajian, semoga saja dapat hidayah dan keterusan :) )

Adakah kostum khusus menghadiri kajian? Menutup Aurat pastinya dan akan ada virus yang menjangkiti kita untuk menutup aurat dengan sempurna :)

Bagaimanakah menutup aurat dengan sempurna? Baca Surat Al-Ahzab : 59 dan An-Nur : 31 yaa~ I'm still learning too ..

Selanjutnya adalah bagaimana mengetahui kajian yang benar seperti apa? Yang sesuai Al-quran dan Sunnah dengan pemahaman Salafush shalih.

Jadi yang selain itu adalah kajian yang tidak benar? Wallahu a'lam karena banyak yang mengatasnamakan Islam yang berdasarkan Al-quran dan Sunnah, namun yang di ajarkan jauh dari keduanya. Tapi yang pasti ketika kita ingin mendalami islam niatkan benar-benar karena Allah bukan karena ingin dipuji atau dipandang baik oleh Manusia. Selalu berdoa untuk ditunjukkan jalan yang lurus dan apabila selama menjalaninya merasakan ketenangan dan bisa mengubah kita menjadi orang yang lebih baik maka jalanilah dan ikutilah. Itulah jawaban dari Allah atas permintaan kita tersebut.

Apa saja yang perlu dipersiapkan ketika menghadiri kajian? Pelajari Adab-Adab menuntut ilmu.

Apa sajakah itu? Yang paling utama adalah Niat yang ikhlas karena Allah. Selengkapnya bisa lihat video berikut (Panduan Ibadah : Adab Belajar Agama)

Kenapa harus ikut kajian? Karena ikut kajian dalah menuntu ilmu dan menuntut ilmu hukumnya WAJIB!

"Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar maka kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan"
(Imam Syafi'i)

Apa keuntungan menghadiri majelis Ilmu? Menambah ilmu syar’i , mendapatkan teman-teman baru yang soleh/solehah, dan sesungguhnya malaikat bersama kita. 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid) untuk membaca Kitabullah dan mempelajarinya di antara mereka, melainkan ketenteraman turun atas mereka, rahmat meliputi mereka, Malaikat mengelilingi mereka, dan Allah menyanjung mereka di tengah para Malaikat yang berada di sisi-Nya. Barangsiapa yang lambat amalnya, maka tidak dapat dikejar dengan nasabnya.
(Muslim (no. 2699), Ahmad (II/252, 325), Abu Dawud (no. 3643), At-Tirmidzi (no. 2646), Ibnu Majah (no. 225), dan Ibnu Hibban (no. 78-Mawaarid), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu. Lafazh ini milik Muslim.)

Apa perubahan yang paling dirasakan ketika sering mengikuti kajian? Lebih mengenal Allah sehingga timbul rasa cinta, harap, dan takut, dan berjanji untuk mengikuti semua perintahNya dan menjauhi laranganNya. Lebih mengenal Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam sehingga memacu kita untuk mengerjakan sunnah-sunnahnya. Kalau sudah kenal Allah dan RasulNya pasti akan berdampak pada akhlak seseorang.

Langkah selanjutnya setelah mengenal kajian? Terus ikuti, hadiri dan perdalam lagi ilmu syar’i bersama yang ahli seperti para ustadz, perbanyak teman yang soleh/solehah, harus memiliki adab, sesuaikan ilmu yang kita pelajari dengan akhlak kita, jangan lelah untuk terus mengajak kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran.

Sikap seseorang sudah kenal kajian? Tawadu’, tidak boleh sombong dan meremehkan orang yang belum mengenal kajian, berikan udzur  kepada mereka dengan terus saling mengingatkan. Bolehlah sharing ilmu biar memberikan pengaruh baik kepada yang lainnya.

Apabila ada yang mencibir? Bersabarlah, tinggalkan debat, dan doakan mereka yang mencibir agar dapat hidayah.

Apabila ada yang menggoyahkan? Istiqomah!

Bagaimana agar istiqomah? Berdoa agar tetap diteguhkan hatinya dalam ketaatan dan dijauhi dari kemaksiatan, berteman dengan orang-orang yang selalu mengingatkan kita kepada Allah, rajin datang ke kajian biar recharge imannya.

Kalau tidak punya teman yang soleh/solehah? Cari! Makanya datang ke kajian, In syaa Allah yang datang soleh/solehah kalaupun belum pastilah mereka-mereka yang mau hadir mengikuti kajian sudah mendapat Hidayah dari Allah untuk mau berubah menjadi orang yang lebih baik.

Kalau tidak sempat datang ke kajian? Nonton di Youtube! Banyak tersedia kajian-kajian dengan berbagai tema dan GRATIS!! Paling ya beli kuota atau kalau mau hemat ke rumah saudara yang ada WIFInya :)))) Bisa juga didengarkan di radio, seperti Radio Rodja dan radio-radio sunnah lainnya.

Radio Sunnah? Iya radio sunnah, kajian yang sedari tadi saya bahas di atas juga biasa disebut dengan Kajian Sunnah atau orang-orang sering menyebutnya Kajian Salaf.

Apa itu Kajian Sunnah/Kajian Salaf? Ya sama seperti penjelasan saya di atas tapi memang perlu penjelasan lebih detail lagi akan ini. Dan saya sangat bersyukur ketika saya berkeinginan hijrah untuk mengenal islam lebih dalam langsung dipertemukan dengan Kajian Sunnah. Alhamdulillah akan Hidayah Sunnah ini. Mari mengenal dan menghidupi Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu 'alaihi wa sallam!~

Sampai Bertemu di tulisannya yang in syaa Allah akan diberi judul Mengenal Sunnah.

Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Mohon maaf apabila ada salah-salah kata dan tidak mengapa apabila ada yang mau berdiskusi. Saya senang berdiskusi tapi bukan berdebat loh ya!~ Tinggalkan debat dan tepian surga buatmu :)

Assalamualaikum Wa rahmatullahi wa barakatuh

#lagikangenbangetkekajian #imansemakinmelemahrasanya  #butuhketemutemantemansalihat

0

Friday, July 15, 2016

memilih menjadi pemalas

ketika berada di suatu keadaan yang monoton
aku merasa aku ini pemalas

ketika tidak memiliki kegiatan yang tak produktif
aku merasa aku ini pemalas

ketika aku hanya bersantai ria sambil terus memandangi handphoneku
aku merasa aku ini pemalas

ketika aku menjadi lebih gemar tidur daripada aktif bergerak
aku merasa aku ini pemalas

ketika tenagaku masih bisa digunakan, namun aku tak memilih untuk meringankan beban orang lain
aku merasa aku ini pemalas

ketika aku lebih banyak makan daripada menuntut ilmu
aku merasa aku ini pemalas

ketika aku hanya sibuk berangan tanpa menyusun langkah untuk dikerjakan
aku merasa aku ini pemalas

ketika aku memiliki banyak rencana namun tak satupun terlaksana
aku merasa aku ini pemalas

ketika waktu begadang sia-sia lebih banyak dibanding berbincang dengan Tuhanku
aku merasa aku ini pemalas

memang benar adanya salah satu nikmat yang melalaikan manusia adalah waktu luang

yang merayuku untuk menunda-nunda pekerjaan

yang membisikkan ke telingaku untuk beristirahat saja dulu

yang membuka ruang bagiku untuk menjadi pemalas

kalaupun aku harus jadi pemalas

aku ingin malas melihat tontonan yang tidak bermanfaat

aku ingin malas mendengarkan musik

aku ingin malas berghibah

aku ingin malas menyakiti hati orang lain

aku ingin malas menunda-nunda waktu shalat

aku ingin malas berperilaku buruk

aku ingin malas mendzalimi diri sendiri

aku ingin malas mengikuti bisikan syaithon

aku lebih memilih jadi pemalas untuk melakukan hal-hal yang bisa menjauhkanku dari Allah Subhana wa ta'ala


0

Thursday, July 14, 2016

MAAF



Meminta maaf tak perlu waktu khusus begitu pula memaafkan
Ketika sadar telah salah maka mintalah maaf
Dan berbesar hatilah memaafkan tanpa harus menunggu yang bersalah meminta maaf
Bukankah Allah Maha Pengampun, maka siapalah kita hanya seorang hamba malah enggan memaafkan

Sudah menjadi tradisi kita meminta maaf sesuai moment
Padahal kekhilafan bisa muncul setiap waktu
Menunggu waktu yang tepat untuk meminta maaf dengan tujuan agar mendapatkan kekhusyukan dalam meminta maaf
Membiarkan kesalahan-kesalahan menumpuk sampai waktu meminta maaf tiba

Bagaimana kalau sudah tidak ada waktu lagi?
Ketika meminta maaf menjadi tak semudah ketika di dunia
Tinggal lepaskan semua gengsi dan menemui mereka yang ingin kita mintai maaf
Bagaimana ketika jarak antara kita dan mereka sudah terlampau jauh, tidak lagi di alam yang sama

Memaafkan pun sama sulitnya dengan meminta maaf
Butuh keikhlasan hati untuk bisa mencapainya
Memahamai bahwa kita bukan sedang mengharapkan ridho manusia melainkan ridho Allah

Mungkin memaafkan dianggap rendah oleh manusia
Namun menjadi pemaaf sangat mulia dimata Allah
Ketika kita bisa marah dan dendam sejadi-jadinya tapi kita lebih memilih sabar dan memaafkan

Allah menyuruh kita untuk senantiasa beristighfar
Karena memang pada dasarnya kita manusia tak pernah lepas dari perbuatan dosa
Maka ketika berbuat salah segeralah meminta maaf dan menjadi mulialah dengan memaafkan tanpa harus diminta

Tidak perlu menunggu waktu yang tepat karena waktu yang paling tepat untuk meminta maaf adalah ketika kita sadar telah berbuat salah
Tidak perlu waktu khusus karena kita tak bisa menjamin sampai kapan kita masih diberi kesempatan meminta maaf dan memaafkan di dunia

Jangan biarkan amalan" baik kita masih menggantung hanya karena gemar berselisih
Janganlah kita menjadi orang yang merugi karena membenci

Mintalah maaf dan maafkanlah..

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Ide mau nulis ini sebenarnya sudah dari Hari Lebaran kemaren karena memang disitulah moment semua orang yang merayakan Idul Fitri untuk saling bermaafan. Tidak ada yang salah dengan saling bermaafaan pada waktu tersebut tapi sekarang yang terjadi kita tak benar-benar meminta maaf, hanya sekedar tradisi dan kesalahanpun terulang kembali tak perlu menunggu waktu esok hari. tak beberapa lama setelah sholat ied masih juga ada perselisihan. Mana kata maaf yang dikatakan sebelum sholat atau bahkan sudah diucapkan sehari sebelum berlebaran? Kenyataannya malah sering bermaaf-maafan dengan orang-orang yang belum tentu kita punya salah pada mereka. kepada siapakah yang paling utama kita meminta maaf? Tentu kepada kedua orangtualah yang paling pertama kali kita meminta maaf kemudian baru saudara sekandung dilanjutkan dengan sekeluarga besar. kejadiannya sekarang kita malah mendahulukan ukhuwah dibanding silaturahim. Teman dianggap saudara, saudara serasa bukan saudara.  

sekarang masalahnya hilangnya kesungguhan dalam meminta maaf, bukan sekedar salam-salaman dan kata-kata belaka tetapi maaf berasal dari hati, bukan pula karena ada waktu khusus seperti berlebaran tetapi karena kita memang sadar telah berbuat kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. begitulah maaf seharusnya.

Selagi saya masih punya waktu, izinkan Saya meminta Maaf lewat blog ini kepada siapa saja pembaca yang tak sengaja terjebak hingga ke akhir tulisan Saya. :)

SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1437 H
;telat dikit tak mengapa ya; 

#muhasabahdiri #karenakitatidakpunyabanyakwaktu 
#sebelumtidurjanganlupamaafkansemuayangpernahmembuatmarahdankes #beabettermuslimah #jannahoriented
0

Wednesday, July 13, 2016

Kenapa Sedih ?

Kenapa sedih ?

Darimana datangnya sebuah kesedihan?

Kesedihan bisa datang karena kita merasakan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan kita. 

bisa juga karena ada yang menyakiti kita.

Namun, peyebab utama mengapa kita bersedih adalah karena kita tidak bersyukur dan selalu protes.

Tidak bersyukur pada apa? Protes pada apa?

Kita lupa melihat ke bawah, kita lupa menikmati apa yang ada.

selalu meminta yang sedang diinginkan segera dihadirkan tanpa menahu hal tersebut benar-benar kita butuhkan atau tidak.

Terkadang kita terlalu egois, terlalu banyak meminta tetapi apabila sudah diberi tidak bersyukur dan selalu protes.

sadarkah kalau sudah terlalu banyak tidak bersyukur dan banyak protes?

kenapa diberikan kesedihan supaya kita tau bagaimana menghargai kebahagiaan.

kenapa diberikan kesedihan supaya kita apa itu rasanya bersabar.

kenapa diberikan kesedihan supaya kita tergerak untuk menyapa kembali dzat Yang menghadirkan kesedihan itu di dalam hati kita.

Masih kenalkah?

Tidak lupa kan siapa dzat yang memberikan rasa sedih dan bahagia?

Masih selalukah kita berbincang denganNya menceritakan segala hal tentang kita?

termasuk kesedihan kita?

atau sekarang malah lebih asyik bercerita lewat media lain atas kesedihan kita?

apakah memberikan ketenangan ketika memberitahu semua orang bahkan tak jarang  tiada solusi?

hilangkah kesedihan itu?

kalau tidak, dari sekarang kembalilah.

kembali mengadu hanya kepadaNya.

kembali mengadu terlebih dahulu padaNya dibandingkan yang lainnya.

Hanya Dia, Hanya Dia sebaik-baiknya penolong.

jika saja kita lebih mendekatkan diri dan melepaskan seluruh kesombongan itu.

kesedihan itu bisa dengan sekejap dihilangkan olehNya.

Bahkan kita bisa lupa pernah merasakan kesedihan itu.

ketika kita semakin mendekat dan merasa Dia memang benar-benar dekat,

protespun tak berani lagi dilakukan

menjadi lebih bersyukur dan mengambil hikmah dari semua kejadian

Dia Maha Tahu, Dia lebih tahu apa yang kita butuhkan.

Yang kita kira baik belum tentu baik buat kita begitu pula sebaliknya.

jangan protes ketika diberi kesukaran, bisa jadi itu adalah pintu menuju bahagia kita

terima saja, syukuri saja apa yang sudah ditakdirkan olehNya

sekarang sudah tahu kan kenapa kita sering merasakan kesedihan?

kita terlalu jauh berpaling sampai-sampai kita lupa.

kita lupa bahwa Allah selalu bersama kita.

Ingat saja firman Allah berikut :


La Tahzan Innallaha Ma'ana "Jangan bersedih, Sesungguhnya Allah bersama kita.

(At-Taubah : 40)  


Kembali dan mengadulah padanya sehingga hanya ketentramanlah yang selalu hadir.

Tiada lagi kesedihan.

#muhasabahdiri
#agartakbanyakprotes
#kuatkandiriagartakbersedih

0

Saturday, July 02, 2016

Ku Delete Kamu (Part 4)


**Lanjut men-delete**


Bismillah..

10. Delete All of the Bad Character

- jangan marah, marah hanya karena Allah.

- jangan hobi galau dan bersedih karena Allah selalu bersama kita

- murah senyum, senyum untuk saudaramu adalah ibadah.

- jangan suudzon

- jangan mudah ngejudge orang, berikan udzur kepada orang-orang yang masih belum        paham sunnah

- jaga lisan, speak goods or remain silent

- jangan boros, harus qanaah biar selalu bersyukur dan merasa cukup

- jangan boros, rajin sedekah, karna sedekah tidaklah membuat kita menjadi miskin             melainkan sebagai investasi kita di akhirat kelak

- jangan cerewet, harus jadi muslimah yang menyenangkan

- jangan plin-plan, harus tegas (pengennya sih bisa tapi kayaknya emang sudah nempel        banget ini, susah hilangnya)

- jangan dikit-dikit takut, mau ngomong gak berani, takut cuma sama Allah.

- jangan manja, harus mandiri, jadi gak nyusahin orang

- jangan teledor (huehueheuheue semoga bisa yak!~)

- jangan sombong, belajar untuk bisa tawadu'

- jangan malas, harus cari banyak kegiatan (CARI KERJA LAGI .. GO! atau gak BIKIN USAHA                 SENDIRI DEH!)

- jangan jorok, harus lebih rajin mandi dan keramas (siaap!~)

- jangan melawan orangtua !

Sudah deh itu dulu “jangan-jangan” nya, memang saya tidak akan bisa menjadi sesempurna itu tapi semoga bisa menjadi ke arah yang lebih baik untuk ke depannya. Aamiin.

11. Celana ---> Rok

Beralih dari yang dulu kalau kemana-mana pakai celana  menjadi pakai rok. Waktu awal-awal hijrah sudah mulai belajar pakai rok dan ada sedikit kendala, karena rok yang saya punya kebanyakan rok mama Saya sehingga kebesaran, mana kondisinya Saya semakin kurus semenjak di Jakarta.

Yah solusinya memang beli rok baru. Alhamdulillah ada teman yang kasih gamis tapi pada saat itu belum berani memakainya, masih ada ketakutan sama pendapat orang-orang sekitar.

Bertahap lah ya, kalau pergi ke kajian pakai rok atau gamis tapi kalau mau ke kantor atau keluar misalnya main sama teman-teman masih pakai celana hanya saja kerudungnya sudah lebih lebar dari sebelumnya. Kadang kalau pas lagi ngeliat ke kaca suka aneh sendiri sih, jilbab lebar kok masih pakai celana.

Suatu hari saya berkunjung ke rumah teman saya yang sudah terlebih dahulu berhijrah, tiba-tiba membahas pentingnya kita sebagai muslimah memakai rok, karena ada hadist ini:

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki 
(HR. Bukhari no. 5885)

Iyasih tau, tapi memang belum siap saja pada saat itu dan satu lagi koleksi roknya masih sedikit sehingga kalau mau cepat ya pakai celana saja. Mendengar alasan saya tersebut, teman saya langsung memberikan beberapa roknya dan saya pun jadi terharu. Sebegitu semangatnya dia untuk mengajak saya total berhijrah, sebelumnya dia juga yang memberikan saya gamis. Alhamdulillah~

Sebelum saya balik ke kosan saya, dia berpesan “sudah gak ada alasan lagi kan buat gak pakai rok? Tau kan kenapa kita gak boleh pake celana.

Trus Sayanya masih suka bandel, nanya begini “trus kalau Cuma mau ke depan kosan , beli makanan harus pakai rok juga?

Yaiyalah, emang apa bedanya mau ke mall sama keluar kosan, kan sama-sama keluar, harus nutup aurat

Iya sih..

Senangnya punya teman yang selalu mengingatkan dalam kebaikan~ *kangeeen*

Dan sampailah pada saat untuk pembiasaan diri dalam memakai rok. Yang biasanya kalau mau ke depan kosan, tinggal pakai celana, jaket, dan hijab, sekarang banyak banget pretelannya, pakai rok + legging (biar gak menerawang), jaket, hijab dan kaus kaki. Ohiya, karena ternyata kaki termasuk aurat, jadi para muslimah diwajibkan memakai kaus kaki.

Allah Ta’ala berfirman :
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya
(QS. An Nur: 31)
Yang dimaksud menurut ulama pakar tafsir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Wajah dan kedua telapak tangan bukanlah aurat karena kebutuhan yang menuntut keduanya untuk ditampakkan. (Lihat Al Iqna’, 1: 221)


Waktu awal-awal pakai kaus kaki juga suka merasa aneh, watu pertama kali mau pakai kaus kaki, sudah dipakai tapi pas sebelum sampai di luar rumah , sudah saya lepas lagi karena merasa aneh. Alhamdulillah sekarang sudah biasa, malah kalau tidak pakai jadi risih.

Lengkap kan busana saya, mau keluar kosan saja sudah seperti mau ke mall. Tapi memang begitulah seharusnya pakaian muslimah, gak ada bedanya pakaian mau kentor, ke mall, atau ke kajian. Malah seharusnya pakaian tersebut bisa langsung di pakai untuk Sholat, tidak perlu pakai mukena lagi. Itulah yang disebut busana syar’i. In syaa Allah , Saya bisa benar-benar syar’i yaa..

Setelah membiasakan diri dan memang ini semua karena Allah, Saya sudah santai-santai saja pakai rok dan gamis. Yah walau ada yang bilang seperti ibu-ibu lah atau kayak penyakitan karena pakai kaus kaki. Tak mengapa, mungkin yang mengatakan itu belum paham hukum Allah. Berikan udzur pada mereka, jadi teringat kata salah seorang ustadz,

“ Orang mukmin itu suka kasih udzur, adapun orang munafik suka cari-cari kesalahan dan suudzon”
(Ust. Nuzul Dzikri)

Jadi gak perlu samapi terbawa emosi. Senyumin saja kan ibadah. (enak sih ngomongnya, ngejalaninnya susyeee huehuee). Biarlah manusia mau berkata apa, yang terpenting kita terlihat baik di mata Allah.
Sekarang mau jadi sebenar-benarnya wanita saja. Bye bye celana~

***

Baiklah untuk saat ini, hal-hal tersebut dari pat 1 - part 4 yang Alhamdulillah sudah berhasil saya delete-delete karena Allah. Bukan bermaksud sombong karena sudah berhasil dan bukan pula ada unsur ujub karena bisa lebih baik sekarang. Saya masih baru dalam belajar agama dan masih harus terus dan lebih banyak belajar lagi. Semoga Allah terus memberikan HidayahNya kepada saya dan semua yang membaca tulisan ini agar bisa memasuki agamaNya secara kaffah.

Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.


Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(Alhamdulillah Gak Bersambung Lagi) *selesai*
0

Ku Delete Kamu (Part 3)

**Lanjut men-delete**

Bismillah..

7. Membuang Gambar-gambar Makhluk Bernyawa

Karena dalam islam tidak boleh ada gambar makhluk bernyawa baik itu menggantung gambar orang atau gambar-gambar yang ada pada pernak-pernik rumah tangga, misalnya selimut, gelas, sarung bantal, dll maka saya pun mulai menyingkirkn segala hal yang ada gambar makhluk bernyawanya.

Menanggalkan photo-photo yang terpajang di kamar (tapi yang di ruang tamu keluarga belum, karena mama belum paham dan ini adalah rumah mama, bisa di sidang, perlahaan ngasi taunya~) padahal ya kalau kita memajang gambar makhluk hidup di rumah kita, malaikat tidak mau masuk.

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” 
(HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)


Paling tidak untuk di kamar sendiri sudah dibuangin apa-apa yang menyebakan malaikat enggan mengahampiri rumah kita. Pada saat di kosan saya mempunyai sebuah selimut yang bergambar seorang wanita, lengkap mata, hidung, bibir, tangan dan kakinya. Karena saya takut sekali malaikat tidak mau ke kamar saya , maka saya pun memotong semua bagian kepala gambar tersebut. Agak ngeri sih pas liat potongan-potongan kepala begitu saya mau buang. Hahaha seperti psikopat kata adek Saya. Bukanloh dek, ini demi menjalankan syariat Allah. Karena memang katanya tak mengapa kalau kita menggambar, tapi tidak boleh lengkap, karena kalau lengkap itu sama saja menyerupai kemampuan Allah yaitu menciptakan, apalagi kalau kita gambarnya sama persis.

Dalam hadits lain, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
 “Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.” 
(HR. Al-Baihaqi 7/270. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 1921)

Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas nyawa gambar-gambar yang kita buat tersebut.

Dari Ibnu, dia berkata, 
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang menggambar suatu gambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia akan diminta untuk meniupkan ruh kepada gambarnya itu kelak di hari akhir, sedangkan dia tidak kuasa untuk meniupkannya.’”
(HR. Bukhari)

8. Kegiatan yang Sia-sia

Ini memang masih sulit untuk mengetahui mana pekerjaan yang sia-sia dan mana yang bermanfaat. Yang pasti segala sesuatu yang orientasinya akhirat tidak akan menjadi sia-sia, menjadi lebih rajin beribadah dan berbakti kepada orang tua misalnya disuruh bantuin ini-itu. 

Nah mungkin perkara yang sia-sia ini misalnya menonton televisi yang acaranya tidak mendidik, ngobrol ngalor ngidul gak jelas, haha hihi tapi ghibah, begadang sampai kesiangan bangun sehingga ketinggalan subuh, pokoknya segala sesuatu yang bisa membuang waktu dengan percuma. 

Memang ada sih beberapa kegiatan yang mubah, tidak mengapa dikerjakan tapi tidak mendatangkan pahala, alangkah baiknya kalau kita melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan pahala. Semoga menulis blog bukanlah bagian dari perkara yang sia-sia ya..

Bukan berarti jadi tidak mikirin dunia ya, kan kita disuruh zuhud. Zuhud itu adalah bisa lihat disini. (Kurang pandai dalam menjelaskannya hehe)

Jadi sebenarnya untuk urusan dunia dan akhirat itu harus bisalah dilakukan sesuai porsinya. Jangan sampai terlalu mikirin dunia, sehingga lupa urusan akhirat tapi jangan sampai lupa pula dengan urusan di dunia karena apa-apa yang kita lakukan di dunia ini nantinya kan untuk investasi di akhirat. 

Jadi jangan sampai kejadian, tidak mau bekerja lagi karena mau fokus ibadah, justru kerja bisa bernilai ibadah loh apabila dilakukan dengan ikhlas untuk menafkahi keluarga, kalau gak kerja gimana mau punya penghasilan, tidak bisa sedekah dong, padahal kan kita semua tau betapa dahsyatnya pengaruh bersedekah sebagai amal jariyah kita kalau kita sudah meninggal nanti. 

Atau sampai meninggalkan dan menelantarkan keluarga karena ingin bertapa di suatu hutan agar bisa mendapatkan esensi khusyuk dalam mendekatkan diri kepada Allah, nah kalau sudah sampai nyeleneh dan di luar dari syariat Allah harus kita perhatikan lagi, mungkin ada salah pengertian dalam memahami zuhud.

Kita masih bisa kok berhubungan dengan hal duniawi dan tidak harus mengasingkan diri dari orang banyak. Agama Islam tidak pernah memberatkan kok asal niat kita ikhlas semata-mata karena Allah. Go Hijrah!~

9. You are what you eat, keep it Halal!

Sebelumnya saya memang sudah sangat perhatian sekali dengan masalah makanan halal dan haram tapi memang masih suka tergoda sedikit sama makanan yang unik-unik. Apalagi kalau sama makanan korea (ceritanya kan dulu kpopers), suka lupa ngecek halal dan haramnya, kalau ada yang pakai hijab makan di tempat tersebut mikirnya pasti halal deh, padahal tidak semua orang yang berhijab konsen akan halal-haramnya suatu makanan. Malah ada yang pernah bilang “ kalau sudah baca Bissmillah, In syaa Allah halal jadinya”.. Subhanallah~~~ gak gitu juga kaliiii..

Memang kita gak mungkin juga mengecek sampai ke dapur gimana proses pembuatannya, pakai daging apa, motongnya baca Bissmillah apa enggak, tapi kan paling tidak kita bisa bertanya sama penjualnya akan status kehalalan makanan tersebut dan minta diperlihatkan sertifikat halalnya untuk lebih meyakinkan.    

Nah kalau dari merekanya bilang halal ternyata gak halal, tapi kita sudah makan, yaudah deh itu jadi tanggung jawab mereka kelak sama Allah. Tapi kadang meskipun mereka bilang halal, kalau masih ada sedikit keraguan dalam diri kita mending gak usah aja makan di tempat tersebut. Biasanya kan kita nanya sama kasir ya, yah dia kan kerjanya di depan mana tau sama keadaan di dapur, yah bisa-bisa aja biar cepat dan dagangannya laku bilangnya Halal. Bukannya suudzon, tapi ya untuk lebih berhati-hati, karena sesuatu yang syubhat itu lebih baik ditinggalkan.

Karena ternyata ya makanan yang masuk ke tubuh kita berpengaruh sama akhlak kita bahkan berpengaruh pada terkabul tidaknya doa kita. Subhanallah....

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?
 (HR. Muslim no. 1015)


Tuh kan, perintah Allah loh. Sudah lah ya sebagai muslim ikutin syariat Allah saja. Meskipun makanan yang haram itu katanya enak, ingat itu cuma di dunia, kita di dunia cuma sebentar kok. Selalu berusaha cari yang Halal, karena nanti balasannya bisa dapat makanan yang paling paling paling paling enak di surga, bahkan di surga khamar bisa jadi halal. Masya Allah~

perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya..”  
(QS. Muhammad: 15)


So, deletelah sikap asal-asalan dalam memilih makanan, apalagi kata-kata “ asal gak ada tulisan haramnya, ya gpp makan aja” zzzzzzzz


Semua pilihan ada di kita, Mau pilih makanan enak di tempat yang sementara atau makanan yang enak banget di tempat yang kekal?


Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.



Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(masih bersambung ternyata)  *alamak sinetron beneran ini*

0