when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Saturday, July 02, 2016

Ku Delete Kamu (Part 4)


**Lanjut men-delete**


Bismillah..

10. Delete All of the Bad Character

- jangan marah, marah hanya karena Allah.

- jangan hobi galau dan bersedih karena Allah selalu bersama kita

- murah senyum, senyum untuk saudaramu adalah ibadah.

- jangan suudzon

- jangan mudah ngejudge orang, berikan udzur kepada orang-orang yang masih belum        paham sunnah

- jaga lisan, speak goods or remain silent

- jangan boros, harus qanaah biar selalu bersyukur dan merasa cukup

- jangan boros, rajin sedekah, karna sedekah tidaklah membuat kita menjadi miskin             melainkan sebagai investasi kita di akhirat kelak

- jangan cerewet, harus jadi muslimah yang menyenangkan

- jangan plin-plan, harus tegas (pengennya sih bisa tapi kayaknya emang sudah nempel        banget ini, susah hilangnya)

- jangan dikit-dikit takut, mau ngomong gak berani, takut cuma sama Allah.

- jangan manja, harus mandiri, jadi gak nyusahin orang

- jangan teledor (huehueheuheue semoga bisa yak!~)

- jangan sombong, belajar untuk bisa tawadu'

- jangan malas, harus cari banyak kegiatan (CARI KERJA LAGI .. GO! atau gak BIKIN USAHA                 SENDIRI DEH!)

- jangan jorok, harus lebih rajin mandi dan keramas (siaap!~)

- jangan melawan orangtua !

Sudah deh itu dulu “jangan-jangan” nya, memang saya tidak akan bisa menjadi sesempurna itu tapi semoga bisa menjadi ke arah yang lebih baik untuk ke depannya. Aamiin.

11. Celana ---> Rok

Beralih dari yang dulu kalau kemana-mana pakai celana  menjadi pakai rok. Waktu awal-awal hijrah sudah mulai belajar pakai rok dan ada sedikit kendala, karena rok yang saya punya kebanyakan rok mama Saya sehingga kebesaran, mana kondisinya Saya semakin kurus semenjak di Jakarta.

Yah solusinya memang beli rok baru. Alhamdulillah ada teman yang kasih gamis tapi pada saat itu belum berani memakainya, masih ada ketakutan sama pendapat orang-orang sekitar.

Bertahap lah ya, kalau pergi ke kajian pakai rok atau gamis tapi kalau mau ke kantor atau keluar misalnya main sama teman-teman masih pakai celana hanya saja kerudungnya sudah lebih lebar dari sebelumnya. Kadang kalau pas lagi ngeliat ke kaca suka aneh sendiri sih, jilbab lebar kok masih pakai celana.

Suatu hari saya berkunjung ke rumah teman saya yang sudah terlebih dahulu berhijrah, tiba-tiba membahas pentingnya kita sebagai muslimah memakai rok, karena ada hadist ini:

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,
 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki 
(HR. Bukhari no. 5885)

Iyasih tau, tapi memang belum siap saja pada saat itu dan satu lagi koleksi roknya masih sedikit sehingga kalau mau cepat ya pakai celana saja. Mendengar alasan saya tersebut, teman saya langsung memberikan beberapa roknya dan saya pun jadi terharu. Sebegitu semangatnya dia untuk mengajak saya total berhijrah, sebelumnya dia juga yang memberikan saya gamis. Alhamdulillah~

Sebelum saya balik ke kosan saya, dia berpesan “sudah gak ada alasan lagi kan buat gak pakai rok? Tau kan kenapa kita gak boleh pake celana.

Trus Sayanya masih suka bandel, nanya begini “trus kalau Cuma mau ke depan kosan , beli makanan harus pakai rok juga?

Yaiyalah, emang apa bedanya mau ke mall sama keluar kosan, kan sama-sama keluar, harus nutup aurat

Iya sih..

Senangnya punya teman yang selalu mengingatkan dalam kebaikan~ *kangeeen*

Dan sampailah pada saat untuk pembiasaan diri dalam memakai rok. Yang biasanya kalau mau ke depan kosan, tinggal pakai celana, jaket, dan hijab, sekarang banyak banget pretelannya, pakai rok + legging (biar gak menerawang), jaket, hijab dan kaus kaki. Ohiya, karena ternyata kaki termasuk aurat, jadi para muslimah diwajibkan memakai kaus kaki.

Allah Ta’ala berfirman :
Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya
(QS. An Nur: 31)
Yang dimaksud menurut ulama pakar tafsir adalah wajah dan kedua telapak tangan. Wajah dan kedua telapak tangan bukanlah aurat karena kebutuhan yang menuntut keduanya untuk ditampakkan. (Lihat Al Iqna’, 1: 221)


Waktu awal-awal pakai kaus kaki juga suka merasa aneh, watu pertama kali mau pakai kaus kaki, sudah dipakai tapi pas sebelum sampai di luar rumah , sudah saya lepas lagi karena merasa aneh. Alhamdulillah sekarang sudah biasa, malah kalau tidak pakai jadi risih.

Lengkap kan busana saya, mau keluar kosan saja sudah seperti mau ke mall. Tapi memang begitulah seharusnya pakaian muslimah, gak ada bedanya pakaian mau kentor, ke mall, atau ke kajian. Malah seharusnya pakaian tersebut bisa langsung di pakai untuk Sholat, tidak perlu pakai mukena lagi. Itulah yang disebut busana syar’i. In syaa Allah , Saya bisa benar-benar syar’i yaa..

Setelah membiasakan diri dan memang ini semua karena Allah, Saya sudah santai-santai saja pakai rok dan gamis. Yah walau ada yang bilang seperti ibu-ibu lah atau kayak penyakitan karena pakai kaus kaki. Tak mengapa, mungkin yang mengatakan itu belum paham hukum Allah. Berikan udzur pada mereka, jadi teringat kata salah seorang ustadz,

“ Orang mukmin itu suka kasih udzur, adapun orang munafik suka cari-cari kesalahan dan suudzon”
(Ust. Nuzul Dzikri)

Jadi gak perlu samapi terbawa emosi. Senyumin saja kan ibadah. (enak sih ngomongnya, ngejalaninnya susyeee huehuee). Biarlah manusia mau berkata apa, yang terpenting kita terlihat baik di mata Allah.
Sekarang mau jadi sebenar-benarnya wanita saja. Bye bye celana~

***

Baiklah untuk saat ini, hal-hal tersebut dari pat 1 - part 4 yang Alhamdulillah sudah berhasil saya delete-delete karena Allah. Bukan bermaksud sombong karena sudah berhasil dan bukan pula ada unsur ujub karena bisa lebih baik sekarang. Saya masih baru dalam belajar agama dan masih harus terus dan lebih banyak belajar lagi. Semoga Allah terus memberikan HidayahNya kepada saya dan semua yang membaca tulisan ini agar bisa memasuki agamaNya secara kaffah.

Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.


Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(Alhamdulillah Gak Bersambung Lagi) *selesai*
0

Ku Delete Kamu (Part 3)

**Lanjut men-delete**

Bismillah..

7. Membuang Gambar-gambar Makhluk Bernyawa

Karena dalam islam tidak boleh ada gambar makhluk bernyawa baik itu menggantung gambar orang atau gambar-gambar yang ada pada pernak-pernik rumah tangga, misalnya selimut, gelas, sarung bantal, dll maka saya pun mulai menyingkirkn segala hal yang ada gambar makhluk bernyawanya.

Menanggalkan photo-photo yang terpajang di kamar (tapi yang di ruang tamu keluarga belum, karena mama belum paham dan ini adalah rumah mama, bisa di sidang, perlahaan ngasi taunya~) padahal ya kalau kita memajang gambar makhluk hidup di rumah kita, malaikat tidak mau masuk.

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
”Para malaikat tidak akan masuk ke rumah yang terdapat gambar di dalamnya (yaitu gambar makhluk hidup bernyawa)” 
(HR. Bukhari 3224 dan Muslim no. 2106)


Paling tidak untuk di kamar sendiri sudah dibuangin apa-apa yang menyebakan malaikat enggan mengahampiri rumah kita. Pada saat di kosan saya mempunyai sebuah selimut yang bergambar seorang wanita, lengkap mata, hidung, bibir, tangan dan kakinya. Karena saya takut sekali malaikat tidak mau ke kamar saya , maka saya pun memotong semua bagian kepala gambar tersebut. Agak ngeri sih pas liat potongan-potongan kepala begitu saya mau buang. Hahaha seperti psikopat kata adek Saya. Bukanloh dek, ini demi menjalankan syariat Allah. Karena memang katanya tak mengapa kalau kita menggambar, tapi tidak boleh lengkap, karena kalau lengkap itu sama saja menyerupai kemampuan Allah yaitu menciptakan, apalagi kalau kita gambarnya sama persis.

Dalam hadits lain, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
 “Gambar itu adalah kepala, jika kepalanya dihilangkan maka tidak lagi disebut gambar.” 
(HR. Al-Baihaqi 7/270. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini shahih dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 1921)

Kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas nyawa gambar-gambar yang kita buat tersebut.

Dari Ibnu, dia berkata, 
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Siapa yang menggambar suatu gambar dari sesuatu yang bernyawa di dunia, maka dia akan diminta untuk meniupkan ruh kepada gambarnya itu kelak di hari akhir, sedangkan dia tidak kuasa untuk meniupkannya.’”
(HR. Bukhari)

8. Kegiatan yang Sia-sia

Ini memang masih sulit untuk mengetahui mana pekerjaan yang sia-sia dan mana yang bermanfaat. Yang pasti segala sesuatu yang orientasinya akhirat tidak akan menjadi sia-sia, menjadi lebih rajin beribadah dan berbakti kepada orang tua misalnya disuruh bantuin ini-itu. 

Nah mungkin perkara yang sia-sia ini misalnya menonton televisi yang acaranya tidak mendidik, ngobrol ngalor ngidul gak jelas, haha hihi tapi ghibah, begadang sampai kesiangan bangun sehingga ketinggalan subuh, pokoknya segala sesuatu yang bisa membuang waktu dengan percuma. 

Memang ada sih beberapa kegiatan yang mubah, tidak mengapa dikerjakan tapi tidak mendatangkan pahala, alangkah baiknya kalau kita melakukan sesuatu yang bisa mendatangkan pahala. Semoga menulis blog bukanlah bagian dari perkara yang sia-sia ya..

Bukan berarti jadi tidak mikirin dunia ya, kan kita disuruh zuhud. Zuhud itu adalah bisa lihat disini. (Kurang pandai dalam menjelaskannya hehe)

Jadi sebenarnya untuk urusan dunia dan akhirat itu harus bisalah dilakukan sesuai porsinya. Jangan sampai terlalu mikirin dunia, sehingga lupa urusan akhirat tapi jangan sampai lupa pula dengan urusan di dunia karena apa-apa yang kita lakukan di dunia ini nantinya kan untuk investasi di akhirat. 

Jadi jangan sampai kejadian, tidak mau bekerja lagi karena mau fokus ibadah, justru kerja bisa bernilai ibadah loh apabila dilakukan dengan ikhlas untuk menafkahi keluarga, kalau gak kerja gimana mau punya penghasilan, tidak bisa sedekah dong, padahal kan kita semua tau betapa dahsyatnya pengaruh bersedekah sebagai amal jariyah kita kalau kita sudah meninggal nanti. 

Atau sampai meninggalkan dan menelantarkan keluarga karena ingin bertapa di suatu hutan agar bisa mendapatkan esensi khusyuk dalam mendekatkan diri kepada Allah, nah kalau sudah sampai nyeleneh dan di luar dari syariat Allah harus kita perhatikan lagi, mungkin ada salah pengertian dalam memahami zuhud.

Kita masih bisa kok berhubungan dengan hal duniawi dan tidak harus mengasingkan diri dari orang banyak. Agama Islam tidak pernah memberatkan kok asal niat kita ikhlas semata-mata karena Allah. Go Hijrah!~

9. You are what you eat, keep it Halal!

Sebelumnya saya memang sudah sangat perhatian sekali dengan masalah makanan halal dan haram tapi memang masih suka tergoda sedikit sama makanan yang unik-unik. Apalagi kalau sama makanan korea (ceritanya kan dulu kpopers), suka lupa ngecek halal dan haramnya, kalau ada yang pakai hijab makan di tempat tersebut mikirnya pasti halal deh, padahal tidak semua orang yang berhijab konsen akan halal-haramnya suatu makanan. Malah ada yang pernah bilang “ kalau sudah baca Bissmillah, In syaa Allah halal jadinya”.. Subhanallah~~~ gak gitu juga kaliiii..

Memang kita gak mungkin juga mengecek sampai ke dapur gimana proses pembuatannya, pakai daging apa, motongnya baca Bissmillah apa enggak, tapi kan paling tidak kita bisa bertanya sama penjualnya akan status kehalalan makanan tersebut dan minta diperlihatkan sertifikat halalnya untuk lebih meyakinkan.    

Nah kalau dari merekanya bilang halal ternyata gak halal, tapi kita sudah makan, yaudah deh itu jadi tanggung jawab mereka kelak sama Allah. Tapi kadang meskipun mereka bilang halal, kalau masih ada sedikit keraguan dalam diri kita mending gak usah aja makan di tempat tersebut. Biasanya kan kita nanya sama kasir ya, yah dia kan kerjanya di depan mana tau sama keadaan di dapur, yah bisa-bisa aja biar cepat dan dagangannya laku bilangnya Halal. Bukannya suudzon, tapi ya untuk lebih berhati-hati, karena sesuatu yang syubhat itu lebih baik ditinggalkan.

Karena ternyata ya makanan yang masuk ke tubuh kita berpengaruh sama akhlak kita bahkan berpengaruh pada terkabul tidaknya doa kita. Subhanallah....

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu thoyyib (baik). Allah tidak akan menerima sesuatu melainkan dari yang thoyyib (baik). Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: ‘Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.’ Dan Allah juga berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah kami rezekikan kepadamu.'” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah menempuh perjalanan jauh, sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku.” Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do’anya?
 (HR. Muslim no. 1015)


Tuh kan, perintah Allah loh. Sudah lah ya sebagai muslim ikutin syariat Allah saja. Meskipun makanan yang haram itu katanya enak, ingat itu cuma di dunia, kita di dunia cuma sebentar kok. Selalu berusaha cari yang Halal, karena nanti balasannya bisa dapat makanan yang paling paling paling paling enak di surga, bahkan di surga khamar bisa jadi halal. Masya Allah~

perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tidak berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar yang lezat rasanya bagi peminumnya..”  
(QS. Muhammad: 15)


So, deletelah sikap asal-asalan dalam memilih makanan, apalagi kata-kata “ asal gak ada tulisan haramnya, ya gpp makan aja” zzzzzzzz


Semua pilihan ada di kita, Mau pilih makanan enak di tempat yang sementara atau makanan yang enak banget di tempat yang kekal?


Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.



Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(masih bersambung ternyata)  *alamak sinetron beneran ini*

0

Ku Delete Kamu (Part 2)

**Melanjutkan dari postingan sebelumnya, lanjut saja ya gak usah pake muqodimah lagi, entar kepanjangan~ ^-^**

Bismillah..

4. Meng-Unfollow akun-akun yang tidak bermanfaat di sosmed

Sekarang akun-akun yang saya follow kebanyakan berkaitan dengan agama islam dan orang-orang yang bisa menginspirasi saya untuk lebih dekat dengan Allah. Jadi agar saya tidak mudah tergoyahkan ke masa lalu yang kelam, maka saya unfollow-lah akun-akun yang saya rasa banyak memberikan mudharat, yah seperti akun-akun artis korea yang semuanya pada membuka aurat. Kalau ada waktu senggang , saya sempatkan untuk meng-unfollow satu-persatu, yah biar TOTAL hijrahnya. Ku unfollow mereka karena Dia. Toh kalau gak follow mereka gak ada ruginya juga, kita kan di suruh follow  Nabi Muhammad  :)

5. Gak ada hari Khusus untuk memberi hadiah dan berkasih-sayang

Sudah menjadi kebiasaan bagi Saya dan keluarga untuk merayakan ulang tahun. Berdasarkan artikel yang saya kutip dari sini , ada dua kemungkinan tujuan dari perayaan semacam ini :

.pertama. Dalam rangka ibadah, dengan bertujuan untuk mensyukuri nikmat umur yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita, misalnya dengan mengadakan ritual-ritual yang banyak dilakukan sekarang ini. Namun apabila ritual tersebut tidak pernah di ajarkan oleh Allah dan RasulNya maka hal tersebut menjadi terlarang. Lagipula sebenarnya umur kita berkurang, karena ada hadistnya :

Dari sahabat Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.”
(HR. At-Tirmidzi. Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 11/240)

Nah, kalau kita sekarang berumur 25 tahun berarti kemungkinan kita tinggal di dunia ini tinggal 35-45 tahun lagi. Kok mau dekat kematian malah di rayakan, justru disini kita disuruh lebih bersyukur kepada Allah dengan sholat, berdoa, dan berdzikir yang sesuai dengan tuntunan Rasullullah.

.kedua. Dalam rangka ikut-ikutan, tradisi, sekedar senang-senang. Hati-hati bisa jadi menyerupai suatu kaum.

Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” 
(HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban)

Dimulai dengan tidak membiasakan diri mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-teman, karena kan kalau teman bisa saja ada unsur lupa dan jarang ketemu juga, kalau ketemu kemungkinan sudah lupa juga merekanya kalau saya tidak mengucapkan selamat. Tapi santai saja wankawan ku sayang, meskipun daku tak mengucapkan namun diriku selalu ingat dan mendoakan kalian diam-diam. *in syaa Allah*

Nah yang susah kalau keluarga, seperti mama, papa, adek-adek, dan saudara-saudari lainnya, pasti dianggap jahat banget kalau sampai lupa sama ulang tahun keluarga sendiri.
Yah solusi sementara sih, Sekarang Saya mengganti kata “selamat ulang tahun” dengan “hari ini hari lahirnya ya??” karena gak perlu dikasih selamat juga kan sebenarnya umurnya berkurang. Terus juga kalau mau ngasih ucapan “semoga panjang umur” ditambah dengan “dan selalu dalam kebaikan” , ya kan kita doain orang semoga panjang umur maunya kan selalu dalam kebaikan bukan dalam kemaksiatan, lagian ya lagiaaan yang tau umur seseorang itu kan Allah, ngapain juga kita urusin minta manjang-manjangin umur orang. Jadi intinya yaa gak usah ngucapin ,tapi memang masih sulit karena sudah menjadi tradisi mendarah daging. Tapi semoga dengan semakin bertambahnya ilmu agama Saya , hal ini bisa diterima oleh keluarga besar saya. Aamiin.

Kalau masalah memberi hadiah kan tidak harus menunggu hari spesial dulu, seperti ulang tahun , hari ibu, pernikahan emas-perunggu-perak, kan bisa setiap saat apabila kita memang mempunyai biaya untuk membelinya.

Makanya Saya pengen cepat dapat kerja biar bisa punya penghasilan sendiri, biar bisa memberi mama, papa, dan adek-adek hadiah kapan saja kalau bisa, gak harus nunggu mereka ultah dulu.
Jadi Every day is special day ~

6. Menghapus Semua Postingan yang Ada Gambar Diri

Hmm udah mulai ekstrem banget yak? Sampai-samapai photo sendiri saja gak boleh dipampangin. Sok misterius ya? Sok suci banget ya? Sebenarnya enggak sih, semua juga pakai proses. Saya pribadi sebelum belajar agama seperti sekarang ini, memang tidak terlalu suka selfie-selfie. Kalaupun selfie, ya buat koleksi pribadi, jarang aja ada yang saya posting di media sosial atau sekedar dijadikan display picture. Saya merasa kurang percaya diri dan geli aja, sok cantik ih! Haha ada untungnya juga sih saya punya pemikiran seperti itu, jadi ketika mengetahui untuk tidak perlu memposting photo kita di media sosial karena di khawatirkan bisa jadi fitnah, Sami’na wa atho’na, cepat!

Yup! Allah menyuruh kita untuk menundukkan pandangan khususnya bagi laki-laki, nah kalau kita masih posting photo selfie kita yang begitu menawan dan cantiknya apalagi sekarang ada aplikasi yang bisa bikin rupa kita semakin cantik, percuma aja dong kita sudah berhijab yang tujuannya agar laki-laki menundukkan pandangannya, tapi mereka masih bisa leluasa ngeliatin photo kita di media sosial dan display picture kita bahkan bisa di simpan dan bisa diliatin terus-menerus. Apalagi dengan menggunakan aplikasi yang bisa mempercantik diri, itu kan sudah sama saja namanya bohong dan ada unsur ujub disana yang ingin dilihat orang agar terlihat cantik. Ada terselip pamer di dalamnya. Tiatiloooh~

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya. "
(HR. Thabrani dalam al-Ausath 5452 dan dishaihkan al-Albani)
Nah yaudah deh, jadi saya hapusin semua postingan saya yang ada gambar diri saya, takut juga sama niat nge-postingnya, benar-benar tanpa ada unsur ingin dipuji atau nggak. Cari aman aja deh, hapuuus.. kalau mau tau wajah saya bagaimana, yah datengin aja walinya. Wkwkwk!

Begitu pula photo-photo yang gak cuma selfie, yang rame-rame, apalagi kalau di dalam photo tersebut ada teman kita yang tidak menutup auratnya. Itu sama saja kita mengikhlaskan teman kita tersebut untuk dilihat auratnya sama yang bukan mahromnya, kan teman kita di sosmed ada yang lawan jenis juga kan. Masak kita gak mau terlihat tapi malah mempersilahkan teman kita untuk dilihat. Jahat banget. Alhamdulillah, photo-photo zaman Saya masih lalai (belum tutup aurat) sudah saya private dan hapusin ketika saya memutuskan untuk berhijab.

Sekarang ganti dengan memposting photo yang bermanfaat misal pemandangan atau kejadian yang tidak harus menampakkan wajah seseorang atau lebih baik lagi memposting tausyiah bisa sekalian berdakwah kan, ada manfaat kalau banyak yang mengamalkan.

Jadi bukan sok misterius ya, bukan karena paksaan juga. Ini semua karena Allah, In syaa Allah istiqomah. Mending photo-nya disimpen saja buat dikasi liat sama suami kelak.. eaaak!


Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.



Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(bersambung) *sinetron kali ah*
0

Ku Delete Kamu (Part 1)

Mengambil judul salah satu tema Kajian yang disarankan oleh teman Saya untuk didengarkan ketika Saya berhasil “men-delete seseorang karena Allah” di awal masa hijrah saya.  File mp3 berjudul “Ku Delete Kamu” masih terus tertampil di layar pemutar musik handphone Saya dan masih belum juga sempat Saya dengarkan dan baru bisa Saya dengarkan sekalian melihat videonya ketika Saya pulang ke Siantar. 

Kajian ini diisi oleh ustadz Subhan Bawazier. Setelah banyak menghadiri kajian-kajian, saya memang belum pernah datang langsung ke kajian yang diisi oleh beliau, hal ini dikarenakan jadwalnya sering diadakan ba’da isya dan tempatnya jauh dari kosan Saya. Jadi saya nonton kajian lewat youtube saja, banyak kok tersedia video-video bermanfaat untuk me-recharge iman kita. Bisa lihat disini, disini, dan diseneee. Hanya saja judul kajian yang beliau sampaikan sangat sesuai menjadi judul postingan yang akan Saya bahas kali ini. Ku Delete Kamu!

Tema yang sesuai banget buat orang yang lagi mau hijrah atau sedang hijrah. Banyak hal-hal yang tidak baik yang harus di delete. Erat kaitannya dengan melupakan masa lalu dan yang pasti semuanya dilakukan karena Allah.




Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang disebutkan oleh salah seorang sahabat, 
"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” 
(HR. Ahmad 5: 363) 


Saya percaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik kalau kita benar-benar meninggalkan sesuatu karena Allah. Entah dengan apapun itu bentuknya dan entah kapanpun itu akan terjadi. Saya percaya!~
Intinya Sabaar…

Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.
-Ali bin Abi Thalib-

Meninggalkan sesuatu karena Allah tak melulu mengenai hal meninggalkan seseorang yang erat kaitannya dengan cinta kepada lawan jenis, ada banyak hal lain yang harus kita tinggalkan demi meraih ridho Allah.

Berikut Saya akan berbagi sedikit  berbagi cerita dalam berjuang men-delete sesuatu yang tak di ridhoi Allah karena saya ingin serius berhijrah di jalan Allah.
*pengennya sih ringkas tapi sepertinya bakal jadi terbagi dalam tiga postingan* 
#gakbisamerangkum 
#kebanyakankatakata 

Bismillah..

1.  Ku Delete “dia” karena “DIA”

Merelakan seseorang yang katanya menyukai kita (jarang-jarang ada yang ngaku suka soalnya hmm godaan-godaan~) tapi belum bisa memberikan kepastian apapun dan malah memberikan tawaran untuk melakukan suatu hal yang di tak di ridhoi oleh Allah (baca : Pacaran) mungkin menjadi kasus pertama saya dalam hal delete-mendelete.

Qaddarullahi saya sudah berkeinginan hijrah dan sudah tahu kalau mau hijrah itu ya berarti sami’na wa atho’na (kami dengar kami taat), jadi apa-apa yang dilarang sama Allah harus dijauhi. Alhamdulillah Allah menjaga saya pada waktu itu dari godaan syaithon yang terkutuk sehingga membuat saya berani dan berpegang teguh untuk mengakhiri keindahan semu itu sebelum berakhir pada menyakiti diri sendiri dan menyebabkan murka Allah. Emang pada saat itu terasa indah (tsaah~) tapi yaudahlah ya itu semua Allah gak suka pasti ending-nya gak enak.

Allah Berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS.Al-Baqarah : 216)

Setelah melaksanakan keputusan tersebut, rasanya campur aduk, sedikit takut sudah mengecewakan seseorang, takut orangnya marah, takut sudah menjadi seperti wanita yang sombong, sedikit sedih juga karena sudah tidak ada lagi yang ngasi perhatian dan kasih sayang (pret!) dan pastinya kesemua ketakutan-ketakutan itu memang datangnya dari setan yang ingin melemahkan iman ini. Tapi memang rasa yang paling berasa banget adalah rasa syukur karena Allah telah menguatkan Saya untuk istiqomah, tidak tergoda dengan segala rayuan dan bujukan untuk melemah lagi.

Ternyata lebih tenang dan lega ketika segala hal-hal yang bisa membuat galau itu sirna. Gak perlu kesal-kesal kalau tidak ada yang nanya kabar, chat gak di bales tapi dianya update status (oops!), gak perlu bohong-bohong kalau sebenarnya gak mau ketemu tapi karena gak enakan terpaksa ketemu, gak perlu memikirkan akan akhir kisah yang tiada kejelasan, gak perlu nambahin beban dengan memikirkan masalah-masalah dia, dan lain-lainnya. 

Sekarang yang terpenting fokus dulu mikirin diri sendiri yang masih lalai dalam beribadah kepada Yang Menciptakan Jodoh kita. Sudahlah kan sudah ditulis sama Allah siapa jodoh kita, Cuma sekarang lagi disuruh sama-sama memantaskan diri dulu biar dipertemukan di waktu yang tepat. Syedaaap~

2. Jangan ada Musik di Antara Kita

Berproses pastinya, gak serta merta begitu tau ada hadistnya yang melarang mendengarkan musik langsung tidak mendengarkan musik. Maklum masih suka bandel. Masih belum Sami’na wa Atho’na waktu itu soalnya kan senang banget dengerin musik meskipun sudah takut-takut buat dengerin, takut Allah marah.

Sampai akhirnya semakin mengerti dan memahami, terhapuslah semua lagu-lagu itu dari handphone dan laptop.  Bukan karena ikut-ikutan tapi karena ini memang aturan Allah yang harus diikuti.

Nanti akan ada postingan tersendiri tentang perjuangan saya untuk berhenti dari yang namanya musik-musikan disini.

3. Goodbye Korea-koreaan~

Yup, Saya dulu pecinta korea, kpopers akut deh. Sampai-sampai pernah beranggapan kalau susah keluar dari yang namanya virus korea kalau sudah berani memasukinya. Astaghfirullah~

Pokoknya dulu aje gile beud deh, sampai bikin file-file mulai dari band, drama, film, reality show dan lainnya dengan rapih dan lengkap di laptop. Setiap hari kerjaan gak pernah lupa buat download acara terbaru, sampai bingung sendiri sih bagi waktunya mau kapan ditontonnya. Malah kalau pulang ke rumah karena ada wifi, kerjaan di depan laptop melulu, nontonin drama bukannya kumpul bareng keluarga dan berbakti kepada orang tua (catet : ini salah satu pengaruh negatifnya).

Buang-buang waktu banget setelah dipikir-pikir. Satu drama aja paling sedikit 16 episode, satu episode 1 jam-an lebih, kalau dikalikan udah 16jam-an lebih kita nonton yang sebenarnya bikin kita males gerak karena terbawa suasana nonton yang menjadi tidak asik kalau diganggu sedikit waktu saja. 16 jam? Sudah jadi hafiz Al-quran kali ya saya kalau kala itu dipakai buat menghapal Al-quran. Hiks. Yah paling tidak sudah bisa khatam Al-quran berapa kali ya dalam sebulan saja. 

Dan dan setelah tau kalau ternyata yang paling penting itu adalah belajar ilmu tentang agama, semakin merasa merugilah saya pada waktu itu kerjaannya malah menonton yang mana tontonannya bisa membawa pada kemaksiatan. Yah pasti taulah kalau film dari “luar” gimana, aktor-aktrisnya membuka aurat, berpacaran, ikhtilat, dan pasti ada musik-musiknya , yang kesemuanya dilarang oleh agama. Kalau saya nonton walaupun niat saya hanya ingin mengambil faedahnya saja, tetap saja secara tidak langsung saya melegalkan apa yang di lakukan di drama tersebut. Sama saja Saya setuju dengan pacaran, saya tidak masalah dengan mereka yang membuka aurat, aduuuuh ribet yah! Udah ah mending gak usah nonton sama sekali. Exit udah exit lah dari perkoreaan....!

Yaa gak secepat itu juga sih, kadang masih suka curi-curi tapi Alhamdulillah ya, karena di kosan gak ada wifi dan juga kalau mau pakai kuota sendiri kan mahal buat download atau liatin video, jadi kesempatan untuk menonton yang berbau korea itu tidak ada. Karena sudah gak update lagi, tiba-tiba saya jadi males sendiri. Terlebih saya sudah tercekoki kajian-kajian tentang islam yang ternyata Masya Allah menyenangkan dan bikin ketagihan, karena ternyata banyak banget ilmu-ilmu syar'i yang wajib kita ketahui karena harus kia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

So..Tanamkan dalam hati, “Kalau saya gak nonton korea-koreaan lagi kenapa? Apa ruginya bagi saya?"
Toh ntar di hari amal kita diperhitungkan Allah gak mungkin kan bertanya “Apa yang membuat Kim Tan jatuh hati kepada Eunsang?”… Astaghfirullahalladzim ... 

Sudah ah lepas deh lepas dari koreaan apalagi music video-nya yang vulgar dan aduh mata mataa.. bisa zina mata. Kadang arti lagunya suka jadi seperti menyekutukan Allah. Ini juga kegiatan nonton nonstop hati-hati bisa di kategorikan syirik karena kan seharunya yang kita ingat setiap saat itu Allah lewat sholat dan berdzikir, ini malah ingatnya kapan episode berikutnya keluar, bangun pagi-pagi liat hape yang diliat berita tentang sang idola, dan seharusnya sebagai muslim idola kita itu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sayang banget sama kita ummatnya. Cukup deh cukup. Tobat deh sayanyaaa.. Gak lagiii… 

Dan semua file-file yang sudah saya susun dengan lengkap dan terperinci lenyap dengan satu tombol “Delete”. Bhaaaay~ *belum semua sih, masih ada yang saya sisain soalnya tentang anak-anak bayi gitu lucu tapi sampai sekarang pun belum saya tonton*

Sekarang download dan nontonin kajian aja, lebih tenang, dapat ilmu untuk menggapai surga, dan bisa di amalkan sebagai investasi kita di akhirat kelak.


Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.



Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(bersambung)  *sinetron kali ah*


0