when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Tuesday, June 21, 2016

When Everyday is Weekend



Bismillah....


Segala Puji Bagi Allah dalam setiap keadaan…
Inilah ucapan yang di ajarkan Nabi Muhammad Shallalahu ‘alahi wassalam ketika kita sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan“Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”
Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
[HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani]

Sebenarnya tidak terlalu tepat juga untuk menempatkan kisah saya ini sebagai suatu hal yang kurang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak senang ketika hari kita semuanya terasa seperti “weekend” alias liburan teruuus. Yap! Sesuai dengan judulnya~

Semua orang pasti sangat bergembira ketika menghadapi hari libur yang dalam seminggunya hanya ada dua hari, sabtu dan minggu. Waktu yang tepat untuk melepas lelah, berkumpul bersama keluarga, nongkrong bersama teman-teman, atau mungkin ada yang tidur seharian. Setelah lima hari berkutat dengan urusan pekerjaan, Alhamdulillah kita dikasi waktu untuk merefresh otak, raga, dan hati agar bisa berfungsi dengan baik lagi di hari kerja.

Tapi masalahnya bagaimana kalau liburannya jadi panjang sekali hingga berbulan-bulan. Pasti jenuh juga kan. Memang sesuatu yang berlebihan itu menjadi tidak seenak ketika sesuatu itu sesuai dengan porsinya. Seperi Saya yang sudah mengalami liburan kurang lebih 3 bulan lamanya. Ada apa gerangan, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi kalau mau di khayal-khayalkan, libur semester, cuti hamil, atau kebanyakan duit. Yang kesemuanya itu memang hanya khayalan, alasannya karena saya sudah lulus kuliah yang mana tidak mungkin ada jatah libur semester, saya belum punya seseorang yang berani menghalalkan Saya sehingga boro-boro minta cuti hamil dan yang terakhir jujur saja saya tidak ada tabungan jadi bukan karena banyak duit. Hiks. Alhamdulillah 'ala Kulli Hal~ Saya sedang tidak bekerja.

Menganggur Lagi..

Tiga bulan yang lalu kontrak dari kantor terakhir habis dan singkat cerita saya jadi tidak bekerja lagi sehingga sekarang saya kembali ke Siantar berkumpul bersama keluarga disini. Ikhtiar sudah saya lakukan seperti apply-apply lamaran, ikut tes dan interview disana-sini, dan yang pasti doa juga gak pernah ketinggalan. Tapi ya namanya belum rezeki, jadi ya harus sabar saja sama ketentuan yang Allah berikan. Yakin aja, Allah gak pernah membebani hamba-Nya diluar dari kesanggupannya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(QS Al-Baqarah : 286)

Percaya saja janji Allah itu pasti. Mungkin Allah mau mengetes kesabaran saya dalam menghadapi cobaan yang Dia berikan. Mungkin Allah mau memberikan sesuatu yang sangat indah yang sebelumnya tak pernah terpikirakn sama sekali oleh Saya untuk bisa di dapatkan. Intinya sabar dan ikhtiar. Tapi saya selalu tanamkan untuk mencari yang halal agar hasilnya membawa berkah.

Change!~

Sempat berpikir apa karena pakaian saya yang sudah berubahkah yang menjadi faktor sulitnya saya diterima kerja. Soalnya dari beberapa perusahaan dimana saya melakukan test dan interview yang bisa dibilang cukup banyak, hingga sekarang belum ada juga yang menerima dan beberapa ada yang tidak memberi kabar. Memang sekarang saya berbusana syar’i. tapi masa iya sih? Ya Kalaupun memang karena itu alasannya berarti sebenarnya jawabannya sudah ada, Those places is not suitable for me!~ Allah knows better where the right place for me, makanya gak di lolosin kerja di tempat-tempat tersebut.

Ada beberapa tempat yang memang Saya tertarik dan ada yang memang dari awal interview kok kayaknya ini bukan “tempatnya” (pas liat penampakan lokasi, bentuk kantor, karyawan-karyawannya dan suasananya, tapi tetap dicobain saja interiew, buat pengalaman. Ya menurut kita gak baik, bisa jadi menurut Allah baik.. And hasilnya memang sesuai firasat, gak dipanggil-panggil sampai sekarang) bahkan ada yang baru mengatur jadwal interview tapi setelah tau apa proyek akan saya kerjakan nantinya, Saya langsung menolak untuk tidak bisa hadir. Bukan sombong, ini masalah ketaatan terhadap Dzat Yang Maha Esa. Saya tau apa yang ditawarkan itu adalah yang bisa membawa ke kemaksiatan maka lebih baik saya jauhi. Rezeki itu dari Allah, kalau kita berani menolak rezeki yang di haramkan olehNya tentu Allah punya banyak rezeki lain yang Halal yang nantinya akan diberikan kepada Saya. Allah ingin menguji Saya, untuk melihat seberapa taat Saya akan syariatNyA. Percuma banyak harta tapi bukan dari hasil yang di ridhoi oleh Allah, buat apa, semuanya gak dibawa mati, yang ada dapat siksa di kuburan nanti. Hiks. Tak mengapa sekarang disuruh sabar dulu menunggu seseorang yang bisa menghalalkan diri ini eh maksudnya sabar menunggu dikasi rezeki yang halal *yang tadi tersebut di atas sebelumnya juga bolehlah heuheuheu toeweweng*



Birrul Walidain..

Dan karena sudah semakin mendekati bulan Ramadhan namun belum mendapatkan kepastian kerja juga, akhirnya mama saya menyuruh saya untuk pulang saja daripada saya harus membayar uang kosan dan pastinya mama juga harus mengirimi saya biaya buat hidup selama di Jakarta. Dang adong hepeng Sayang, pulanglah~

Sedih? Iya sedih ninggalin kosan yang sudah tau dalam-dalamnya Saya (gak penting). Kesedihan saya yang paling utama adalah karena Saya khawatir kalau di rumah tidak bisa beribadah dengan khusyuk, ya kan kalau di rumah pasti wajib bantuin mama-papa, atau ada kerjaan lain lah yang bikin ibadah gak sefokus kalau di kosan. Dan satu hal lagi, kalau di Jakarta banyak sekali taman-taman surga (baca: majelis ilmu) yang bisa di datangin untuk nge-recharge iman yang kadang naik-turun ini, dan dan dan Saya kepingin I’tiqaf di mesjid yang saya tau memang sesuai tuntunan Rasullullah.

Sempatlah bersedih hati beberapa waktu, nangis-nangis dikit, curhat sama Allah untuk bisa dikasi solusi dan pencerahan. Masya Allah, benar sekali ya firman Allah :

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".
(QS. Ar-Raad : 28)

Setiap ada masalah memang sebaiknya langsung bercerita kepada Yang Membuat Masalah itu Ada dan Yang Membuat Masalah itu Lenyap, yaitu Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Sejak menanamkan itu, Alhamdulillah sekarang jadi sedikit sekali saya bersedih dan menjadi pandai dalam memilih masalah apa yang harusnya ditangisi. Jangan Bersedih, Karena Allah selalu bersama kita. 
Gak berapa lama dari curhat karena disuruh pulang, Alhamdulillah hati saya menjadi tenang dan bisa berpikir jernih (gak perlu lagi bikin status di sosial media, yang terkadang Cuma dapat kata-kata semangat seperti “sabar yaa” atau “yaah kok pulaang” atau hahaha ntahlah udah lama gak bikin status jadi sudah lupa sama respon orang-orang akan status masalah hidup yang sering di share). Sudahlah curhat sama Allah saja, dapat ketenangan, dapat solusi dan masalah gak nyebar. Hehehee

Beberapa pencerahan yang saya dapat adalah sebagai berikut :
                   
1. Kesempatan Berbakti Kepada Orangtua (Birrul Walidain)

Alhamdulillah, kedua orang tua Saya masih ada dan masih sehat. Saya akui memang sebelum berhijrah dan mengenal sunnah, banyak sekali perlakuan Saya yang tidak baik kepada keduanya. Sekarang saya ingin memperlakukan mereka sebagaimana Allah dan Rasullullah ajarkan. Inilah kesempatan Saya untuk bisa mendapatkan pintu tengah surga.

Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya.
(HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

2. Kesempatan saya mengamalkan ilmu yang saya dapat selama mengikuti kajian

Salah satunya dengan mengajak avi untuk segera berhijab. Tak lelah-lelahnya saya menasihatinya untuk segera berhijab dan memutuskan pacarnya. Tapi ya namanya di usia-usia menginjak remaja dan memang penanaman akan pengetahuan akan agama sedikit sekali di keluarga kami, masih sulit untuk bisa membuat si avi menyegerakannya. Sesekali dia tampak memikirkan hal tersebut dengan serius, sese-banyak-sekali dia mengatakan belum siap. Tunggu ini tunggu itu. Yang penting selalu diingatkan, dikasi gambaran, di ajarkan dengan lembut, yaah kadang ada juga kesal-kesal dikit. Didoakan saja semoga Allah segera memberi hidayah.

*update info  : Alhamdulillah sekarang sudah berhijab. Semoga istiqomah yaa sayaang~* (nulis ini sudah dari sebelum dia pakai hijab dan baru posting setelah dia pakai hijab)

3. Puasa sendirian di kosan sepertinya tidak begitu mengenakkan

Sahur sahur sendiri~
Buka buka sendiri~
Makanan beli sendiri~
(bukan nyanyi yak!)

*trus dapat kiriman photo “menu berbuka di rumah” dari avi atau mama*
Atau
Di telpon ditanyain “vira bukaan apa ?”.. “mama masak ini lalalala yeyeye…..”

Ngebayanginnya jadi menguatkan diri untuk pulang saja. Kan enak bulan Ramadhan bisa berkumpul sama keluarga. Pasti makanannya pun bergizi, gak seperti di kosan kadang suka beli-beli yang murah atau beli nasi malamya dibagi dua buat sahur besok. Wkwk! Ini sih antara males keluar beli makanan lagi pas sahur, emang makannya sedikit, atau penghematan karena pengangguran dan masih mengharap dana dari mama.

4. In syaa Allah bisa lebih fokus ibadah

Hal ini dikarenakan :

1.    Kesempatan di ajakin ngabuburit lebih sedikit, ya secara teman-teman lama pada di medan dan mereka kerja juga, saya kan di siantar, susyee iziin sama mamak~ jadi kan lebih banyak di dalam rumah, kalau masih Jak mungkin godaan ngabuburit lebih banyak heuheu

2.    Bisa nonton kajian di youtube sepuas-puasnya karena di rumah pakai wifi~ yuhuuu~

3.    Kesempatan Bersillaturahmi lebih banyak

4.    Bukankah berbakti kepada orangtua sebuah ibadah.YES!

Masalah bakal banyak godaan dan gangguan sih bisa dimana aja , mana lebih seram lagi kalau di kosan sendirian takut saja terjerumus berbuat maksiat di kala sendiri. Naudzubillah min dzalik~ kalau di rumah kan rame.

Kalau sudah dilema begini kita sebagai seorang muslim disyariatkan untuk melakukan shalat istikharah. Selama ini pemahaman Saya akan Shalat istikharah ternyata salah, saya berpikir dulu apabila kita berada di antara dua pilihan , untuk mengetahui mana yang terbaik diantara keduanya kita disuruh melakukan shalat istikharah lalu serahkan pada Allah mana di antara keduanya yang terbaik. Ternyata pemahaman yang benar adalah kita harus mantap terlebih dahulu terhadap salah satunya kemudian kita memohon kepada Allah untuk diberi kemudahan apabila pilihan kita tersebut memang baik untuk kita dan apabila tidak baik agar dijauhkan. Silahkan Lihat disini penjelasan lengkapnya disini.

Alhamdulillah, sepertinya keputusan Saya untuk pulang ke Siantar di mudahkan oleh Allah, dari pemindahan barang ke kosan sampai ke pembelian tiket pesawat. Dan sekarang saya sudah dengan selamat sampai di Siantar dan menjalani hari-hari menganggur dengan berbakti kepada orangtua. In syaa Allah Istiqomah berbaktinya~

Keep Waiting For Halal JOB!

Yang menjadikan Saya ingin memposting panjang lebar begini adalah pada suatu hari di bulan Ramadhan, sehabis sahur Saya tidak bisa tidur lagi sampai mama saya pamitan untuk pergi kerja. Saya merasa tidak berguna di satu sisi, orangtua Saya sudah berangkat bekerja sedangkan saya masih santai-santai di tempat tidur sambil main hape. Rasanya sedih sekali ya.. Pengennya segera bekerja lagi, biar bisa bantu mama dan papa, ringanin beban mereka, tapi memang belum rezekinya aja buat dikasi pekerjaan saat ini. Sabaar.. sabaaar~

Cuma mau bilang saja sama yang saat ini sudah memiliki pekerjaan, bekerjalah dengan serius, anggaplah bekerja itu adalah ibadah, untuk mencari nafkah bagi keluarga. Jangan banyak mengeluh, tidak puas karena gaji kecil, atau kesal karena mempunyai atasan yang rese. Ini pelajaran buat saya juga, dulu ketika memiliki pekerjaan pernah mengeluh, sering tidak suka dengan atasan bahkan mungkin sering bertingkah tidak sopan. Yah sekali lagi pada saat itu saya belum memiliki ilmu bagaimana sebaiknya bertingkah sama orangtua,jadi masih suka mentingin ego sendiri, merasa benar sendiri, jadi terkadang seperti terlihat tidak suka ketika di omelin sama atasan. Untuk kedepannya memang bersikap lebih baik lagi. Bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati bersama, karena ternyata kalau kita pakai jam kantor untuk hal di luar kantor padahal pekerjaan kita belum selesai termasuk riba loh. Subhanallah! Apa kabarnya dulu aku pernah pakai jam kantor untuk nonton drama korea T.T

Sekarang karna sudah tau, sudahlah lagi lagi ke depannya harus bisa berubah jadi lebih serius bekerjanya, kalau salah ya minta maaf, kalau tidak mengerti ya jangan sok tau, harus bertanggung jawab, dan harus tegas biar gak tertindas. Dan yang paling penting anggaplah bekerja itu ibadah.

So, Hargailah pekerjaan kalian.
Carilah pekerjaan yang halal biar hasilnya berkah.
Anggaplah bekerja itu Ibadah.
Belanjakanlah Hasil yang di dapat di jalan Allah, Jangan lupa sedekah dan zakatnya.


Semoga segera dapat kerja. (YANG HALAL) . aamiin~ 
0

Wednesday, June 15, 2016

For the sake of Allah

Vira jadilah orang yang selalu bersyukur
Kurangilah mengeluh dan protes atas keadaan yang tidak kau sukai
Cobalah ikhlas dan ridho atas apapun yang telah Allah berikan kepadamu

Jangan marah..
Jangan marah kepada mereka yang tidak tau berterima kasih kepadamu..
Jangan marah kepada mereka yang terkadang menyakitimu..
Jangan marah kepada mereka yang tak menghargaimu..
Cukuplah karena Allah kau melakukan semuanya

Bukan karena ingin terlihat baik agar di puji
Tidaklah..
Cukup berharap balasan dari Allah
Mengharap ridho semua manusia tidak akan pernah mungkin terjadi dan hanya melelahkan saja

Vira, jangan marah..jangan kesal..harus sabar dan ikhlas..tersenyumlah..beristighfarlah selalu..ingat Allah..selalu berdzikir..jangan ujub dan riya'..maafkanlah mereka" dalam setiap waktu yang kau punyai dan doakanlah mereka selalu semoga diberi hidayah..

Niatkan semua karena Allah..

Sehabis sahur 10 Ramadhan 1437 H

04:37 wib


#muhasabahdiri #Hijrahyok #Istiqomah
0

Wednesday, May 04, 2016

ada apa dengan Hijrah?




Hijrah itu Hidayah
Yang semuanya atas kehendak Allah
Bisa muncul karena masalah
Atau tersadar akan akhlak diri semakin parah

Hijrah itu susah
Ada yang tak suka
Bahkan membantah
Pernah hampir lelah
Tapi tidak sampai membuat berbalik arah

Sebenarnya…

Hijrah itu mudah
Kalau Lillah
Mau manusia bilang apa
Kita tak perlu marah
Kuncinya Istiqomah

Yang pasti…

Hijrah itu indah
Tiada gundah
Tiada resah
Hidup lebih terarah
Karena hanya bekeluh kesah pada yang Esa
Cukuplah Allah
Sebaik-baiknya penolong bagi hamba-hambaNya

#HIJRAHYOK!
0

Tuesday, December 29, 2015

yang sepele, yang menggoda, yang menguatkan

Assalamualaikum Wr.Wb semuanyaa~

Sudah sampai mana hijrah kalian?
meningkatkah? atau malah menurun?
semoga kita semua bisa istiqomah ya dalam hijrah ini sampai maut menjemput.
semangat terus untuk menjadi taat.

Banyak sekali kisah hijrah yang ingin dituliskan dan dibagikan ke orang-orang dengan tujuan agar teman-teman yang membaca dan mendengarkan juga berniat untuk bersama-sama berhijrah. Tapi apalah diri ini, bukan siapa-siapa , hanya bisa mengingatkan bukan merubah. karena sesungguhnya yang mampu merubah pemikiran dan pemahaman orang hanya Allah SWT. Kita tak perlu marah apabila ada saudara atau sahabat kita yang masih belum mau untuk bersungguh-sungguh mencinta-Nya. Mungkin mereka belum mendapatkan Hidayah. Yap! Hidayah is the most expensive things in this world. Alhamdulillah Allah memberikan hidayah itu kepada Saya. Harapku semua keluarga dan sahabatku kelak juga akan mendapatkan Hidayah itu. Agar kelak Allah mempertemukan kita semua di surga-Nya. Aamiin~

" Ya Rabb, Don't put me back into what you once took me out from"

Selama perjalanan hijrah ini, Saya merasakan banyak sekali godaannya padahal setelah di pikir-pikir semua godaan yang saya hadapi tersebut sudah ada dari dulu, hanya saja sekarang cara memandangnya yang sudah tak sesepele dulu. Contoh kecil saja ketika kesal atau tidak senang dengan seseorang di lingkungan kantor, saya bisa mendadak jadi diam dan enggan untuk berhubungan dengan orang yang bersangkutan selama saya masih kesal. Untunglah saya masih tergolong anak baru dan paling muda, jadi saya pun masih menanamkan norma kesopanan ketika berkomunikasi dan bersikap sesama rekan kerja jadi gak mungkinlah saya sampe murka dan merepet seperti saya kalau merepet ke adik-adik saya *hmm* . Mereka juga sampe bilang "vira kok gak keliatan ya medannya", mungkin karena jarang terlihat marah dan kalau ngomong lembut *pret* -mereka belum kenal saya saja haha- tapi bukan mau sok jaim, saya memang beradaptasi dulu setiap berada di lingkungan baru, setelah saya mulai memahami mereka dan sepertinya mereka juga memahami dan bisa menerima saya apa adanya barulah saya tanpa sadar menunjukkan sifat asli saya. berubaaah~ Bukan berarti tidak menjadi diri sendiri, tapi kita kan harus tau batas-batas bersikap dengan orang yang baru kita kenal dengan yang memang sudah kedan (akrab). Yah urusan mereka akan menetap atau tidak setelah tau aslinya saya bagaimana itulah pembuktian siapa teman sebenar-benarnya teman :) 

Oke balik ke masalah godaan-godaan yang saya hadapi, setelah saya memutuskan untuk berhijrah, saya seperti diuji ketika menghadapi masalah tersebut, saya harus bisa bersabar dan tetap menjaga komunikasi baik dengan yang bersangkutan. Keep smile because smile is sunnah. La Taghdab! Jangan Marah~ Sabar sabar~ :)) Awalnya agak susah dan masih sering kebawa emosi tapi lama-kelamaan jadi dibawa santai, senjata paling ampuh adalah beristighfar. Ingatlah marah itu dari setan, kalau kita marah berarti setan berhasil mengelabui kita. No Way! Pergilah kau setaaan~ 

"Make your anger so expensive  that no one can afford it and make your happiness so cheap that people can almost get it free"

Ada lagi godaan yang lumayan terbilang berat yaitu ketika mengetahui teman kita melakukan kegiatan yang menurut kita salah. Tidak perlulah saya menjelaskan secara rinci apa yang teman saya itu lakukan karena takut malah jadi menceritakan orangnya secara diam-diam. Kalau dulu saya masa bodoh, selama tidak merugikan saya, terserah dia mau melakukan apa, terlepas dari yang dia lakukan itu salah atau tidak apalagi ketika saya sudah mengingatkan namun dia tetap pada pendiriannya. Tapi sekarang saya merasa sedih dan kesal ketika saya tidak berhasil menyadarkan teman saya tersebut. Hijrah ini menjadikan saya lebih perduli dan tidak mau orang-orang yang sudah saya anggap seperti saudara sendiri terjerumus ke jalan yang salah. Makanya saya berusaha untuk mengingatkan mereka kalau yang mereka lakukan adalah salah dan ingin mereka kembali ke jalan yang benar. Sayangnya teman saya itu tetap saja sulit diberitahu. T.T

Sempat berpikir untuk membenci orang tersebut, dijauhi sajalah, toh dia tidak mau mendengarkan ketika kita memberitahu yang benar, buat apalagi dijadikan teman. Tapi seperti ada yang kurang tepat dengan pemikiran saya tersebut, saya merasa saya mengambil keputusan yang salah. Saya baru saja berhijrah untuk menjadi lebih baik tapi pengambilan keputusan yang baru saja terlintas dipikiran saya jauh dari menjadi lebih baik, terlalu menjudge dan tidak ada kasih sayang padahal agama Islam mengajarkan untuk saling mengasihi bukannya malah membenci. Kemudian saya memasrahkan pada Allah untuk menenangkan hati saya dan memberikan jalan keluar terbaik. Salah kalau saya menjadi membenci orang yang pernah baik bahkan banyak mengajari saya tentang banyak hal. Jangan karena satu kesalahan, kebaikan-kebaikan dia jadi terhapuskan. Saya mencoba menilai diri saya sendiri, saya juga bukanlah orang yang tanpa dosa sampai menganggap teman saya tersebut berdosa sekali sehingga saya tak mau berteman lagi dengan dia. Salah Salah seorang rekan hijrah saya mengatakan lebih baik mendoakan orang tersebut semoga segera di berikan hidayah oleh Allah SWT. Jadi tidak perlu marah, kesal, bahkan menjauhi yang mana akan merusak kekhusyukan ibadah kita. Yaaaa seperti yang saya bahas di awal, yang bisa mengubah hati seseorang hanyalah Allah semata, tugas kita tidak melebihi itu. 

"Doamu untuk sahabatmu merupakan doa yang mustajab untuk dirimu sendiri"

Ada banyak kisah-kisah lain tentang godaan-godaan yang saya hadapi selama hijrah ini. In sya Allah dikesempatan lain akan saya ceritakan. Niatnya untuk berbagi pengalaman dan semoga saja bisa mengajak saudara dan saudari tersayang memilih jalan hijrah. Sehingga menjalani hidup ini terasa lebih ringan ketika kita hijrah bersama. 

Tetaplah berjuang dalam hijrah ini. 
Jangan pernah menyerah. 
Innallaha Ma'ana!
Tetaplah bersabar dan berpikiran positif. 
Jangan lupa untuk berdzikir. 
In sya Allah kita semua bisa masuk surga dan bertemu denganNya. Aamiin :)
   
0

Wednesday, December 16, 2015

Hijrah! Insya Allah~ *3* -want to be more syar'i but still need more confidence-

Melanjutkan postingan sebelumnya~
Sekarang soal penampilan, Alhamdulillah sudah pakai jilbab dan menutupi dada pula tapi masih suka pakai celana dan terkadang bajunya tidak menutupi (maaf) pantat..
hmm masih kurang syar’i. Awalnya lebih parah, pakai jilbabnya gak menutupi dada, yah bertingkatlah berubahnya. 
Sudah mulai coba-coba mau pakai jilbab yang panjang tapi pas bercermin, kok aneh ya? Kok berasa sok alim ya? Jilbab lebar tapi masih pake celana, akhirnya jilbabnya dipendekin lagi. Hiks! Mana di lingkungan kantor gak ada yang berpenampilan Syar’i. Hiks. Susahkan. Memang gak ada yang ngeh sama perubahan itu , mungkin karena masih setengah-setengah. Tapi entah kenapa jadi ragu , takut terkena komentar. Astaghfirullah, berilah hamba kekuatan. 
Akhirnya coba-coba pakai rok, sayang beribu sayang semua koleksi rok kedodoran hahaha zzzz , maafkan diri ini yang semakin kurus. Hiks. Gagal lagi deh mau syar’i. Tapi gak boleh nyerah, paling pertama yang harus disingkirkan adalah perkataan-perkataan orang yang akan mematikan semangat kita untuk hijrah dalam berpenampilan. Dan ingat semuanya untuk mengharap RidhaNya. Semoga bisa.. semogaaa!!

Kontribusi terbesar keinginan saya berhijrah mungkin karena patah hati itu sepertinya. Ada manfaat baiknya juga toh patah hati, jadi menyadari sudah buat banyak dosa, jadi tau bagaimana ikhlas tiap kali mendapat masalah, dan jadi mendahulukan Allah atas segalanya.

---“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji?” (Q.S Al-Ankabut : 2)---

Begitulah Hirah. Hijrah itu sulit. Harus istiqomah. Istiqomah juga sulit, kalau gak ada yang jagain dan ngingetin pasti bisa lalai lagi, namanya manusia. Tapi yakinlah bersama kesulitan itu ada kemudahan. Semua akan indah pada waktunya kalau semua yang kita lakukan semata karena mengharap ridhaNya. Aamiin.
Semangat ya Hijrahnya. Semoga kita semuanya ketemu di surga. 
Aamiin... :))


#dulahijrah #keepistiqomah 
0

Friday, November 13, 2015

Hijrah! Insya Allah~ *2* -diberikan padamu kesedihan, agar kau tau bagaimana caranya bersyukur ketika bahagia datang-

*suatu keadaan dihadirkan dalam hidup kita agar kita belajar, gak ada yang kebetulan!*


Mari melanjutkan ceritanya~
Jadi selama perjalanan patah hati itu (ieuh!) saya merasakan keresahan dan kegundahan yang berlarut-larut. Sampai-sampai gak bisa sendirian, bisa sih tapi yaitu saya jadi orang yang kepo, yang mana hanya membuat keresahan saya semakin nambah parah. Gak ada yang nahan saya untuk gak nyakitin diri sendiri. Makanya demi menghindarkan hal tersebut terjadi berkepanjangan saya jadi lebih lama main di kantor (padahal sebelumnya ogah sekaleee), mulai sok-sok banyak kegiatan, mulai mampir ke tetangga kosan, jalan-jalan sendirian T,T , pokoknya apa aja deh yang bisa bikin lupa sama apapun itu yang bisa mengingatkan pada luka tersebut.

Sayang, semua itu gak begitu ampuh, sakitnya masih menyisakan kerak, susah dibuang.  Itu masih minggu kedua , saya masih tak tentu rasa. Sampai-sampai salah seorang teman saya bilang, mungkin bisa sampe sebulan bahkan sampe 6 bulan baru bisa ngilangin rasa sakitnya. Yeah~ saya tau itu, sebelumnya saya pernah begini kok malah baru bisa move on nya sampe setahun(an lebih). Huahahahaha zzzzz ! Itu dulu kejadiannya ketika saya punya teman satu kosan , punya banyak pengalihan dari rasa galau, nah ini sekarang lagi sendirian, udah kebayang berapa abad harus tersiksa dengan rasa ini. *LEBHAAAY*

Beruntunglah saya memiliki teman-teman yang baik dan selalu siap sedia menghibur dan memberikan solusi. Setelah pertemuan dengan mereka ,  pikiran saya jadi lebih terbuka mengenai masalah ini terutama dari sisi agamanya. Kemudian salah seorang teman saya meminjamkan bukunya untuk “obat galau” saya katanya. Dan setelah pertemuan dan peminjaman buku itulah yang membawa saya ingin semakin dekat denganNya.

Ada banyak cara Tuhan menyadarkan kita untuk lebih dekat denganNya, salah satunya adalah dengan memberikan sahabat-sahabat yang baik untuk mengingatkan kita kala kita semakin jauh dariNya. Makasiii.. makasiii banyaaaak iik bukunyaa~

Teman saya itu bernama iik, sebelumnya saya sudah banyak dikasi nasehat dan wejangan olehnya dan teman-teman yang lain tapi saya masih suka bandel. Si iik juga baru berhijrah tapi dia gak pernah memaksa saya untuk mengikuti langkahnya. Karena berubah itu harus dari diri sendiri, sesuatu yang berdasarkan ikut-ikutan tidak bertahan lama.

Saya baca baik-baik bukunya dan disitulah saya belajar ikhlas menerima keresahan dan kesakitan yang menimpa saya. Mencoba mengamalkan apa yang tertulis dalam buku tersebut,  yang mengajak untuk lebih sayang Allah dan mengerjakan sesuatu karena Allah. Jadi tersadar, banyak sekali kelalaian yang sudah terbuat. Menjadi pengingat untuk segera tobat. Agar terpikir semuanya untuk akhirat. Dan saya gak membutuhkan waktu yang lama untuk menghilangkan kegalauan dan keresahan itu. Allah mempercepat prosesnya dari waktu yang saya kira. Alhamdulillah!

--- Ada dua buku yang dipinjamkan ke Saya, follow your heart,follow your prophet” & “halaqah cinta”---

Those books teach me how to uprgrade my IMAN. Makin banyak tau apa saja yang harus dilakukan agar kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan tidak berharap kepada selain Allah. Setelah baca buku itu saya jadi memfollow akun-akun sosial media yang bisa menjadi pengingat dan bisa meningkatkan iman saya, sejenis tausiah dan doa-doa. Agar saya bisa lebih banyak belajar lagi, lebih banyak ilmu lagi dan bisa fokus dalam mengamalkannya. Karena sering baca jadi terbersit untuk Hijrah, menjadi lebih menjaga sikap, menjaga penampilan, menjaga pikiran, dan menjaga hati. Terkadang masih suka berbicara asal tanpa dipikirkan terlebih dahulu, terkadang suka berpikiran yang aneh-aneh (kalau saya anehnya lain, maklum goldar AB :*) , dan yang paling susah untuk dijaga adalah dari memikirkan lawan jenis yang bukan mahram dan penampilan yang tidak syar’i.

Akhirnya benar-benar mendalami kalimat-kalimat di beberapa tausiah yang pernah saya baca,sebagai berikut :

yakin saja, sesuatu yang telah ditakdirkan menjadi milik kita, tidak akan Allah biarkan menjadi milik orang lain–-hmm,baiklah--

percayalah, ketika kau kehilangan sesuatu, Allah akan menggantikannya dengan hal yang lebih baik-–sip!--

jangan mengejar orang yang sengaja memilih pergi dari kamu. Daripada buat ngejar dia lagi mending kejar yang menguasai hatinya, Allah
-- jleb 1!--

Kalau jatuh cinta jangan dekatin manusianya tapi dekatin penciptanya” 
--jleb 2!--

cintailah sesuatu hal dengan sewajarnya, karena bisa jadi itu tidak baik untukmu. Dan bencilah sesuatu hal dengan sewajarnya, karena bisa jadi itu baik untukmu. Karena yang baik di matamu, belum tentu baik di mata Allah. Dan yang buruk di matamu, belum tentu buruk di mata Allah” 
--Waaaah~--

kita tidak perlu ada ikatan , kita tidak perlu saling menunggu, kita hanya perlu saling melepaskan dan menerima ketentuanNya.”  
--Yup!--

Ini kenapa semuanya tertuju pada satu masalah ya, ditinggal seseorang terkasih dan gak jauh-jauh dari mencari jodoh. Hmmm soalnya masalah saya kemarin yah begini, ditinggal orang (gak terkasih sih, belum sempat malah, sueeer!) tapi karena udah terbiasa aja makanya jadi mewek iis dahlia gimana gitu pas orangnya ngilang hmm.. yah diumur segini, yang mana teman-teman sudah banyak yang naik ke pelaminan dan “berpacaran” hmm jadi adalah kepikiran soal jodoh. Mungkin ya mungkin kemarin itu saya gak sungguh-sungguh mau dapetin jodoh dengan segera, Cuma karena ikut-ikutan makanya orangnya dihilangin dan untunglah kemarin kan saya belum baik *semoga sekarang bisa menjadi lebih baik.aamiin* sedangkan Allah sudah menyiapkan saya jodoh yang baik *Aamiin*,makanya  Allah ngasi saya kesempatan dulu untuk memantaskan diri. Insya Allah.

tugas kita bukan mencari jodoh tapi mempersiapkan diri untuk menerimanya. Ketika kita sudah siap menurut Allah, pastilah jodoh itu akan datang dari jalan yang tidak terpikirkan oleh kita. No Pacaran!” ... OOWWW!~

No Pacaran ya! Bissmillah! Semoga bisa! JOSH! Jomblo Sampai Halal! Aamiin~
Jadi ya kita bukan pasrah gak ngapa-ngapain saat menanti jodoh, jodoh kita masing-masing pasti sudah ada di tulis pada lauhul mahfuzd dari sebelum kita dilahirkan di dunia ini tapi kalau emang kita mau (pastilah semuanya mau) jodoh yang baik sebaiknya kita memantaskan diri terlebih dahulu. Percayalah sama Janji Allah, “Wanita yang baik untuk Lelaki yang baik, begitu pula sebaliknya, Lelaki yang baik untuk wanita yang baik” . okay! Noted ya bukan dengan pacaran! Karena pacaran itu mendekati zina!

Aduh jadi malu deh ngomong kayak begini mengingat kegiatan saya sama lawan jenis waktu itu yang sudah seperti orang pacaran. Status sih nggak tapi kegiatannyaaa!~ Eh tapi jangan berpikir yang macam-macam ya, gak aneh-aneh ya.. Alhamdulillah belum pernah berpacaran, tapi kemarin itu... ah sudahlah, biar jadi pelajaran, bersyukur sekarang sudah dijauhkan dan bisa semakin dekat denganNya. Sekarang berusaha berubah dan semangat dalam memantaskan diri biar jadi muslimah yang taat. Jodoh kita kan cerminan kita.
Bagaimana cara memantaskan dirinya, bacalah buku yang saya sudah tuliskan di atas tadi hahaha disitu ada semua. Salah satunya adalah memperbaiki ibadah kita kepadaNya dan jangan lupa untuk selalu berbakti kepada kedua orangtua kita :*

Lagi semangat-semangatnya memantapkan hati tiba-tiba ada saja godaan datang. Tiba-tiba seseorang yang dulu diharapkan untuk didekatkan malah baru muncul sekarang disaat aku tidak “lagi” seharusnya mengharapkan dia untuk didekatkan dengan cara yang bukan dikehendaki olehNya (ini orang lain lagi, astaganagaaah). Gimana ya , kayaknya pondasi hijrahnya belum begitu kuat, masih saja suka tergoda, masih saja suka hahahihi berdua. Hiks. Tapi sekarang lebih terkendali, karena takut kejadian seperti yang belum lama dirasakan hadir lagi. Halah! Alasanmu viraa!! Pokoknya ya kalau gak di halalkan ya tinggalkan! Omaaak! Tapi kan belum siap juga kalau mau dihalalkan. Ya makanya menghindar, menjauh, lebih baik mempersiapkan diri baik-baik, punya bekal dulu, gak usah asik menggetek! Hiks baiklaaaah... Ingatlah janji Allah gak ada yang sia-sia. *ngomong dengan pikiran sendiri*

--- semoga dapat jodoh yang bisa mencintai kita karena Allah dan Kita bisa mencintainya karena Allah--- Aamiin~


Sepertinya Allah cepat sekali merasa cemburu ketika Saya mulai tergoyah imannya. Dengan segera Dia ambil orang tersebut untuk menghilang dari kehidupan Saya, sebelum kebaperan akut menimpa hambanya yang lemah dan sangat sulit berkata tidak ini. Hiks. Terimakasih Ya Allah, sudah menjauhkan yang tidak baik dari diri ini. (walau kadang masih suka kepikiran, ~kenapa kau datang dan pergi sesuka hatimuu..ooo~). Padahal yang membuat semua itu terjadi kan Allah, ikhlas saja sama ketentuanNya. :)) (bersambung)
0

Hijrah! Insya Allah~ *1* - gak ada kata terlambat untuk berubah-

Gak pernah terpikir seserius saat ini. Hijrah??! Bisakah? Mampukah?
Kalau ada niat Insya Allah bisa. Tapi...
Ada banyak tapinya nih huhu..

Sebelumnya harus tau apasih hijrah itu. Menurut pengetahuan dari baca-baca dan tanya-tanya, hijrah itu seperti berpindah “menjadi lebih baik” bisa itu dalam hal akhlak, ibadah, maupun penampilan. (semoga gak salah, baru belajar soalnya). Simpel dan kerennya “Upgrade Iman”.

Diperlukan ke-istiqomahan selama berhijrah agar tak lengah dan keluar dari jalur. Oke, Istiqomah adalah tetap fokus berada di jalan Allah, mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini yang susah, mengingat kita hanya manusia biasa yang terkadang suka khilaf apalagi diperkuat dengan tidak mendukungnya lingkungan dimana kita sering berkegiatan. Susaaaaaaah! T.T

Kenapa Saya mendadak mau hijrah?
Sebenarnya tidak mendadak, semua ada proses dan ceritanya. Saya gak langsung, gak ada angin gak ada hujan , gak ada cinta *eh* langsung berpikiran “MAU HIJRAH!”. Tidak seperti itu, hal ini sudah pernah terpikirkan tapi tidak seserius sekarang ini. 

Baiklah, semua berawal dari saya merasa saya ini banyak dosa. Merasa mengkhianati agama sendiri. Sholat iya sholat tapi berbuat maksiat. Hiks. Eits. Tapi tunggu dulu jangan mikir yang macam-macam akan perbuatan maksiat yang saya lakukan. Yang mengenal saya pasti taulah batasan kemaksiatan yang mungkin dilakukan oleh saya. Eh ini kenapa jadi rancu gini bahasanya. Tenang-tenang  jangan berpikiran terlalu jauh tapi biarlah saya dan Tuhan saja yang tahu.

Kemudian “mungkin” karena kelalaian saya tersebut, Allah menegur saya dengan memberikan rasa sakit yang saya juga gak paham kenapa bisa sampe dirasain. Hiks. Saya mengalami kegalauan akut sampai menahan tangis di sepanjang jalan balik dari kantor ke kosan kemudian tangisan membuncah begitu sampai di kosan (ini lebay tapi beneran hahaha sinetron sekali hidupku~).

Rasanya sakit sekali, mana sendirian di kosan, gak punya teman untuk cerita atau sekedar akting pura-pura bahagia, senyum-senyum kecut gitu. Padahal yaaa kalau mau ditilik ulang, banyak sekali teman-teman saya di sekitar saya pada waktu itu untuk bisa menemani saya agar bisa lupa masalah lapet itu *eh*. Dan yang paling parah, saya lupa  ada yang selalu menemani Saya, Saya lupa punya Dia. Astaghfirullah.  Malah mengeluh, marah, kesal, kenapa Dia buat keadaan saya menjadi begini. Duileee, malu deh eyke!

Sesungguhnya kenyataan yang dihadirkan itu adalah bagian dari doa Saya. Sudah dikabulkan malah tidak terima. hmm sebenarnya bukan tidak terima tapi hanya saja belum sadar kalau doa saya sudah dikabulkan. Yah biasalah namanya orang patah hati kadang pikirannya suka gak jernih (ooooh jadi masalah hati!)... hmmm IYA!

Makanya jangan main-main dengan hati. Efeknya sungguh dahsyat, bisa menuju ke arah lebih baik atau malah ke arah yang tidak baik. Naudzubillah!

Alhamdulillahnya saya masih bisa ke arah yang lebih baik, insya Allah semakin dekat denganNya.  Malah jadi berpikir untuk hijrah seserius ini.

Nah begitulah singkat cerita kenapa mau hijrah. Dapet gak intinya? Haha kalau enggak yaudah saya coba perinci lagi ceritanya (di postingan selanjutnya~).

#salamhijrah #keepistiqomah #maujadibaik



0