Thursday, October 06, 2016
Wednesday, October 05, 2016
Resep Martabak Manis
![]() |
| Akhirnya jadi Martabak bukan Maryam lagi~ For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA |
![]() |
| Martabak Pertama (yang berhasil) |
![]() |
| Martabak Kedua pakai pasta mocca (yang berhasil), agak sedikit gosong deng hehe |
#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan
Tuesday, October 04, 2016
Resep Bakpia Renyah Isi Coklat dan Keju
![]() |
| Bakpia ala Mantika~ For Receipe, Please kindly check my new blog for "Karya Only" in MYSAHASAKA |
.....
#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan
Monday, October 03, 2016
Resep Bolu Nutrisari
Mama request di masakin bolu
panggang, terserah bolu apa saja, yang penting bolu. Awalnya males karena
melihat kondisi kompor dengan api tidak rata, males harus menerima kenyataan
gagal lagi. Kalau mengukus boleh lah (tapi sebenarnya ini ogah juga gara-gara
Brokusapi) tapi kalau harus memanggang agak sedikit khawatir karena belum
pernah coba dan mood masak juga lagi
tidak ada. Tapi demi mama, apapun itu, mari berjihad!
#bikinortusenangadalahbagiandarijihad #lillahbiarikhlas
Akhirnya mulailah cari-cari resep, mama awalnya mau bolu keju, tapi kok
ya enek pas ngebayanginnya (saya gak begitu suka keju soalnya), teringat kalau
di lemari ada banyak nutrisari, cari resepnya dan dapat yang bahannya simpel.
Yaudah , Tanya ke mama mau nggak kalau nutrisari aja, mama oke, baiklah, cus
bikin! Berikut Resepnya :
Bahan :
8 butir telur
180 gr gula pasir
1 sachet nutrisari (jeruk peras)
250 gr tepung terigu
150 gr margarin
Cara Membuat :
1. Olesi loyang
baking pan dgn margarin dan taburi terigu, sisihkan. Lelehkan margarin,
sisihkan. Panaskan alas baking pan (api kecil).
2. Kocok telur,
gula pasir dan nutrisari hg mengembang dan kental (jika adonan diangkat tdk
jatuh).
3. Kecilkan mixer, masukan terigu sedikit2 kocok hg rata, tuangkan margarin cair sedikit2 kocok lg hg rata. Matikan mixer.
4. Aduk lg adonan dgn spatula (aduk balik dari bawah ke atas), tuang di loyang baking pan ratakan, bakar di atas kompor kurleb 20menit dgn posisi lubang dibagian tutup dibuka 1/2, jika bagian atas kue sdh tdk basah buka penuh lubangnya dan masak lg hg bagian atas kue matang (agak kecoklatan) baunya harum... angkat, keluarkan dari cetakan, dinginkan.
Resepnya saya dapatkan dari cookpad dan bener-bener copy-paste baik bahan dan cara membuat dalam postingan ini maupun
dalam hal pelaksanaan dalam pembuatannya. Soalnya baru pertama bikin, gak
berani bereksperimen sendiri. Tapi memang ada perbedaan sedikit dalam hasil
adonan, saya tidak sampai benar-benar kental dikarenakan adonan sudah hamper melebihi
wadah ketika di mixer, sehingga
ketika masih lumayan cair, saya sudah memasukkan tepungnya, hal ini menyebabkan
bolu tidak semengembang “bolu 8 telur” lainnya - *kata mama begitu*.
Untuk rasa kurang manis karena saya sengaja mengurangi gulanya, saya
pikir nutrisari saja sudah manis, eh ternyata saya salah pikiran hehe .. So,
saya taburi gula halus deh atasnya, hmm jadi nambah manis deh sayanya (zzzz)
dan kuenya~
Selamat Memasak! Masak Yok!
Nb : Bukan Blog Khusus Masak-memasak. Hanya mau berbagi resep dan pengalaman dalam memasak. Sekalian sebagai media pengingat lupa bagi penulis kalau ingin memasak makanan yang dituliskan resepnya disini suatu hari nanti.
#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan
Sunday, October 02, 2016
Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part III
Kalau dari eksekusi pertama ke eksekusi kedua hanya jarak semalam, untuk
yang ketiga membutuhkan jarak waktu sehari. Mau refreshing jiwa dan mental dulu
biar hasil kue yang di dapat lebih baik. Sekalian lihat tips-tips dalam memasak
brokus. Alhamdulillah menemukan apa-apa saja yang menyebabkan kegagalan yang
kemarin dan tidak akan diulangi lagi untuk masak brokus selanjutnya.
Buat Brokusapi lagi~~ Dengan bahan dan cara membuat yang sama seperti
Brokus sebelumnya (sebelumnya yang sebelum gagal). Kali ini pakai kopi sachet
dan tetap memakai coklat bubuk. Kalau dilihat-lihat dari beberapa resep yang
saya pelajari (azek!) meskipun menambahkan kopi, coklat bubuk tetap dipakai.
Maka kali ini resepnya sedikit berbeda , saya menggunakan kopi 20gr + 15gr
coklat bubuk, untuk menyamakan pada resep asli yaitu coklat bubuk 35 gr.
Ada sedikit kendala pada kukusan lapisan bawah, tidak cukup 10 menit
untuk mengukusnya, karena begitu saya buka masih mencair. Ini kemungkinan
karena saya memasukkan adonan dalam keadaan dandang yang belum begitu panas.
Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mengukus. Saya tambahkan 5 menit
lagi. Ketika saya buka lagi, bagian atasnya sudah kelihatan matang tapi begitu
saya angkat, adonan bergoyang, menandakan masih belum matang karena masih
sedikit cair, maka saya mengukus kembali selama 3 menit. (Ini sudah pasrah saja
kalau gagal lagi). Setelah mengalami buka tutup dan dikukus selama 18 menit
akhirnya lapisan bawah sudah bisa dilapisi dengan lapisan tengah, kali ini
tidak pakai jeblos, aman terkendali. Kemudian kukus lagi selama 10 menit.
Alhamdulillah step bagian ini sesuai dengan yang cara asli. Selanjutnya
memasukkan lapisan terakhir dan di kukus selama 30 menit. Say cek menggunakan
lidi dan rasanya lembut, tidak keras seperti brokusapi eksekusi II. Saya yakin
kalau brokusapinya sudah masak, maka saya matikan kompor dan saya biarkan
sejenak. Setelah itu saya membalikkan
Loyang. Alhamdulillah tidak ada terjadi perceraian diantara tiap lapisannya.
Hanya pada bagian bawah agak sedikit benyek tapi sedikiiiit saja, kemungkinan
itu dari lapisan tengah yang mengalir sampai ke bagian bawah Loyang, ada
sedikit rongga sepertinya. Tapi secara keseluruhan sama seperti hasil brokus
yang berhasil. Rasa kopinyapun terasa. Alhamdulillah yah~ Kasihan si papa
menghabiskan brokusapi yang gagal sendirian, Uhibbukafillah papa~ mama juga ,
avi juga, rino juga deh…heuheuheu
Berarti memang benar letak kesalahan ada pada komposisi bahan yang tidak
sesuai dengan resep asli. Mengganti coklat bubuk dengan kopi, tapi kopinya
malah dicairkan bisa berakibat fatal. Kalau gak pinter-pinter amat dalam
pengresepan gak usah sok tahu deh ya, tapi ya kalau buat belajar tak mengapa
lah ya, pengalaman biar ke depannya gak dilakukan lagi. Ya kalau beruntung bisa
bikin resep baru.
Hmmmm kalau kue saja harus pakai resep asli biar hasilnya sesuai dengan
yang diinginkan, bagaimana dengan perkara ibadah kalau tidak pakai tuntunan
asli dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam, bisa ditolak ukh~ Karena
kan syarat diterimanya amal ibadah ada dua, Ikhlas dan Ittiba’ (Mengikuti
tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa salam). Jadi jangan ada yang
dikurang-kurangin dan ditambah-tambahin, tinggal copy-paste saja. Pokoknya
Sami’na wa Atho’na.
Baiklah drama si brokusapi berakhir dengan tausyiah dari mantika yang
masih terus berjuang di dalam hijrahnya~ In syaa Allah Istiqomah! Terus
melakukan kegiatan yang membawa kebaikan baik untuk dunia maupun akhirat.
Jangan mudah menyerah. Allah pasti bantu kita. Always say Bismillah in
everythings you do. Eksekusi Brokusapi END!
Selamat Mencoba Membuat Brokusapi! Masak Yok!
Saturday, October 01, 2016
Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part II
Masih kecewa sama hasil si brokusapi sebelumnya tapi penasaran, mau tau
letak salahnya dimana. Kebetulan kan ada di kasih kopi satu lagi dari perasaan yang
kedua, Maka saya membuat brokusapi lagi menggunakan kopi tersebut. Dengan bahan
dan cara yang sama , tapi kali ini menggunakan Loyang yang berbeda, agak lebih
lebar medianya.
Singkat cerita, ketika mau masukin adonan untuk lapisan tengah, kirain
lapisan bawah udah mateng taunya dia menipu mata Saya, bagian dalamnya masih
sangat cair, sehingga begitu saya masukkan untuk apisan tengah, dia jeblos!
Jadilah tercapur lapisan bawah dan tengah, daripada pusing-pusing, saya
sekaliankan saja masukin adonan yang niatnya untuk lapisan terakhir. Sudah
pupus harapan mau bikin brownies ada tiga lapisan. Biarlah mereka bersatu padu
di dalam Loyang dan menemui nasibnya di pengukusan. Apakah berhasil atau tidak.
Sayapun mengukusnya selama 50 menit. Setelah itu saya membuka tutup
dandang, dan mengecek kematangan kue dengan menusuk-nusukkan lidi dan yakin
kalau kue sudah masak. Maka saya keluarkan Loyang dari kukusan dan berharap
kali ini berhasil, walaupun pembuatannya amburadul. Begitu membalikkan Loyang,
kejadian yang sama terulang, tapi kali ini lebih sedikit bagian yang terpisah,
setengah-setengah. Jadi setengah keluar dari Loyang, dan setengahnya lagi
menetap di dalam Loyang sampai sudah di tepuk-tepuk keras tetap tidak mau
keluar. Akhirnya dilakukanlah pemotongan asal dan paksa agar lapisan bawah bisa
dihidangkan. Mau tau apa yang terjadi, ternyata yang saya kira sudah masak
ketika menusukknya dengan lidi adalah kue bantet, pantes keras banget
waktu mau narik lidinya dan untuk
rasapun agak sedikit lebih pahit dari brokusapi sebelumnya. So Hasilnya masih
gagal, tambah gagal malah. :((
Kata mama vira masaknya mungkin terbebani. Kita kalau masak harus pakai
hati. Kalau tidak hasilnya bisa tidak bagus. Iya kali ya, soalnya khawatir
gagal gara-gara harga si kopi mihil. Eh malah dua-duanya gagal. Kalau dibilang
kepedean karena pernah berhasil sekali juga enggak, setiap kali masak apapun,
mau itu yang kali pertama, atau kali kedua, tetap saja ada perasaan kalau gagal
gimana tapi gak sampai jadi beban. Mama sepertinya melihat guratan kekecewaan
tersebut. (sebenarnya sih gak Nampak kali, Cuma mama sepertinya takut saya jadi
enggan masak-masak lagi). Akhirnya mama suruh masak lagi, tapi pakai kopi dalam
bentuk bubuk, bukan dicairkan, itu ada pengaruhnya pada kekentalan adonan,
mungkin brokusapi gagalnya itu gara-gara kebanyakan air. Harusnya essensnya
saja, paling setetes atau dua tetes tidak sampai berliter-liter (lebhay!).
Karena kopi dari si tulang sudah habis , saya pun pakai kopi sachet si papa. Sampai
bertemu di Eksekusi Brokusapi (Brownies Kukus Rasa Kopi) part III.
Resep Gulai Ayam Kampung
#nunggudingijanganditiup #nunggudinginsambildzikir #sebelummakanjanganlupabacaBismillah #janganmencelamakanan
Subscribe to:
Posts (Atom)








