when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Saturday, July 02, 2016

Ku Delete Kamu (Part 2)

**Melanjutkan dari postingan sebelumnya, lanjut saja ya gak usah pake muqodimah lagi, entar kepanjangan~ ^-^**

Bismillah..

4. Meng-Unfollow akun-akun yang tidak bermanfaat di sosmed

Sekarang akun-akun yang saya follow kebanyakan berkaitan dengan agama islam dan orang-orang yang bisa menginspirasi saya untuk lebih dekat dengan Allah. Jadi agar saya tidak mudah tergoyahkan ke masa lalu yang kelam, maka saya unfollow-lah akun-akun yang saya rasa banyak memberikan mudharat, yah seperti akun-akun artis korea yang semuanya pada membuka aurat. Kalau ada waktu senggang , saya sempatkan untuk meng-unfollow satu-persatu, yah biar TOTAL hijrahnya. Ku unfollow mereka karena Dia. Toh kalau gak follow mereka gak ada ruginya juga, kita kan di suruh follow  Nabi Muhammad  :)

5. Gak ada hari Khusus untuk memberi hadiah dan berkasih-sayang

Sudah menjadi kebiasaan bagi Saya dan keluarga untuk merayakan ulang tahun. Berdasarkan artikel yang saya kutip dari sini , ada dua kemungkinan tujuan dari perayaan semacam ini :

.pertama. Dalam rangka ibadah, dengan bertujuan untuk mensyukuri nikmat umur yang sudah diberikan oleh Allah kepada kita, misalnya dengan mengadakan ritual-ritual yang banyak dilakukan sekarang ini. Namun apabila ritual tersebut tidak pernah di ajarkan oleh Allah dan RasulNya maka hal tersebut menjadi terlarang. Lagipula sebenarnya umur kita berkurang, karena ada hadistnya :

Dari sahabat Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.”
(HR. At-Tirmidzi. Dihasankan sanadnya oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, 11/240)

Nah, kalau kita sekarang berumur 25 tahun berarti kemungkinan kita tinggal di dunia ini tinggal 35-45 tahun lagi. Kok mau dekat kematian malah di rayakan, justru disini kita disuruh lebih bersyukur kepada Allah dengan sholat, berdoa, dan berdzikir yang sesuai dengan tuntunan Rasullullah.

.kedua. Dalam rangka ikut-ikutan, tradisi, sekedar senang-senang. Hati-hati bisa jadi menyerupai suatu kaum.

Padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda,
Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” 
(HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban)

Dimulai dengan tidak membiasakan diri mengucapkan selamat ulang tahun kepada teman-teman, karena kan kalau teman bisa saja ada unsur lupa dan jarang ketemu juga, kalau ketemu kemungkinan sudah lupa juga merekanya kalau saya tidak mengucapkan selamat. Tapi santai saja wankawan ku sayang, meskipun daku tak mengucapkan namun diriku selalu ingat dan mendoakan kalian diam-diam. *in syaa Allah*

Nah yang susah kalau keluarga, seperti mama, papa, adek-adek, dan saudara-saudari lainnya, pasti dianggap jahat banget kalau sampai lupa sama ulang tahun keluarga sendiri.
Yah solusi sementara sih, Sekarang Saya mengganti kata “selamat ulang tahun” dengan “hari ini hari lahirnya ya??” karena gak perlu dikasih selamat juga kan sebenarnya umurnya berkurang. Terus juga kalau mau ngasih ucapan “semoga panjang umur” ditambah dengan “dan selalu dalam kebaikan” , ya kan kita doain orang semoga panjang umur maunya kan selalu dalam kebaikan bukan dalam kemaksiatan, lagian ya lagiaaan yang tau umur seseorang itu kan Allah, ngapain juga kita urusin minta manjang-manjangin umur orang. Jadi intinya yaa gak usah ngucapin ,tapi memang masih sulit karena sudah menjadi tradisi mendarah daging. Tapi semoga dengan semakin bertambahnya ilmu agama Saya , hal ini bisa diterima oleh keluarga besar saya. Aamiin.

Kalau masalah memberi hadiah kan tidak harus menunggu hari spesial dulu, seperti ulang tahun , hari ibu, pernikahan emas-perunggu-perak, kan bisa setiap saat apabila kita memang mempunyai biaya untuk membelinya.

Makanya Saya pengen cepat dapat kerja biar bisa punya penghasilan sendiri, biar bisa memberi mama, papa, dan adek-adek hadiah kapan saja kalau bisa, gak harus nunggu mereka ultah dulu.
Jadi Every day is special day ~

6. Menghapus Semua Postingan yang Ada Gambar Diri

Hmm udah mulai ekstrem banget yak? Sampai-samapai photo sendiri saja gak boleh dipampangin. Sok misterius ya? Sok suci banget ya? Sebenarnya enggak sih, semua juga pakai proses. Saya pribadi sebelum belajar agama seperti sekarang ini, memang tidak terlalu suka selfie-selfie. Kalaupun selfie, ya buat koleksi pribadi, jarang aja ada yang saya posting di media sosial atau sekedar dijadikan display picture. Saya merasa kurang percaya diri dan geli aja, sok cantik ih! Haha ada untungnya juga sih saya punya pemikiran seperti itu, jadi ketika mengetahui untuk tidak perlu memposting photo kita di media sosial karena di khawatirkan bisa jadi fitnah, Sami’na wa atho’na, cepat!

Yup! Allah menyuruh kita untuk menundukkan pandangan khususnya bagi laki-laki, nah kalau kita masih posting photo selfie kita yang begitu menawan dan cantiknya apalagi sekarang ada aplikasi yang bisa bikin rupa kita semakin cantik, percuma aja dong kita sudah berhijab yang tujuannya agar laki-laki menundukkan pandangannya, tapi mereka masih bisa leluasa ngeliatin photo kita di media sosial dan display picture kita bahkan bisa di simpan dan bisa diliatin terus-menerus. Apalagi dengan menggunakan aplikasi yang bisa mempercantik diri, itu kan sudah sama saja namanya bohong dan ada unsur ujub disana yang ingin dilihat orang agar terlihat cantik. Ada terselip pamer di dalamnya. Tiatiloooh~

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
"Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya. "
(HR. Thabrani dalam al-Ausath 5452 dan dishaihkan al-Albani)
Nah yaudah deh, jadi saya hapusin semua postingan saya yang ada gambar diri saya, takut juga sama niat nge-postingnya, benar-benar tanpa ada unsur ingin dipuji atau nggak. Cari aman aja deh, hapuuus.. kalau mau tau wajah saya bagaimana, yah datengin aja walinya. Wkwkwk!

Begitu pula photo-photo yang gak cuma selfie, yang rame-rame, apalagi kalau di dalam photo tersebut ada teman kita yang tidak menutup auratnya. Itu sama saja kita mengikhlaskan teman kita tersebut untuk dilihat auratnya sama yang bukan mahromnya, kan teman kita di sosmed ada yang lawan jenis juga kan. Masak kita gak mau terlihat tapi malah mempersilahkan teman kita untuk dilihat. Jahat banget. Alhamdulillah, photo-photo zaman Saya masih lalai (belum tutup aurat) sudah saya private dan hapusin ketika saya memutuskan untuk berhijab.

Sekarang ganti dengan memposting photo yang bermanfaat misal pemandangan atau kejadian yang tidak harus menampakkan wajah seseorang atau lebih baik lagi memposting tausyiah bisa sekalian berdakwah kan, ada manfaat kalau banyak yang mengamalkan.

Jadi bukan sok misterius ya, bukan karena paksaan juga. Ini semua karena Allah, In syaa Allah istiqomah. Mending photo-nya disimpen saja buat dikasi liat sama suami kelak.. eaaak!


Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.



Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(bersambung) *sinetron kali ah*
0

Ku Delete Kamu (Part 1)

Mengambil judul salah satu tema Kajian yang disarankan oleh teman Saya untuk didengarkan ketika Saya berhasil “men-delete seseorang karena Allah” di awal masa hijrah saya.  File mp3 berjudul “Ku Delete Kamu” masih terus tertampil di layar pemutar musik handphone Saya dan masih belum juga sempat Saya dengarkan dan baru bisa Saya dengarkan sekalian melihat videonya ketika Saya pulang ke Siantar. 

Kajian ini diisi oleh ustadz Subhan Bawazier. Setelah banyak menghadiri kajian-kajian, saya memang belum pernah datang langsung ke kajian yang diisi oleh beliau, hal ini dikarenakan jadwalnya sering diadakan ba’da isya dan tempatnya jauh dari kosan Saya. Jadi saya nonton kajian lewat youtube saja, banyak kok tersedia video-video bermanfaat untuk me-recharge iman kita. Bisa lihat disini, disini, dan diseneee. Hanya saja judul kajian yang beliau sampaikan sangat sesuai menjadi judul postingan yang akan Saya bahas kali ini. Ku Delete Kamu!

Tema yang sesuai banget buat orang yang lagi mau hijrah atau sedang hijrah. Banyak hal-hal yang tidak baik yang harus di delete. Erat kaitannya dengan melupakan masa lalu dan yang pasti semuanya dilakukan karena Allah.




Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang disebutkan oleh salah seorang sahabat, 
"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik.” 
(HR. Ahmad 5: 363) 


Saya percaya Allah akan ganti dengan yang lebih baik kalau kita benar-benar meninggalkan sesuatu karena Allah. Entah dengan apapun itu bentuknya dan entah kapanpun itu akan terjadi. Saya percaya!~
Intinya Sabaar…

Yakinlah, ada sesuatu yang menantimu setelah banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa betapa pedihnya rasa sakit.
-Ali bin Abi Thalib-

Meninggalkan sesuatu karena Allah tak melulu mengenai hal meninggalkan seseorang yang erat kaitannya dengan cinta kepada lawan jenis, ada banyak hal lain yang harus kita tinggalkan demi meraih ridho Allah.

Berikut Saya akan berbagi sedikit  berbagi cerita dalam berjuang men-delete sesuatu yang tak di ridhoi Allah karena saya ingin serius berhijrah di jalan Allah.
*pengennya sih ringkas tapi sepertinya bakal jadi terbagi dalam tiga postingan* 
#gakbisamerangkum 
#kebanyakankatakata 

Bismillah..

1.  Ku Delete “dia” karena “DIA”

Merelakan seseorang yang katanya menyukai kita (jarang-jarang ada yang ngaku suka soalnya hmm godaan-godaan~) tapi belum bisa memberikan kepastian apapun dan malah memberikan tawaran untuk melakukan suatu hal yang di tak di ridhoi oleh Allah (baca : Pacaran) mungkin menjadi kasus pertama saya dalam hal delete-mendelete.

Qaddarullahi saya sudah berkeinginan hijrah dan sudah tahu kalau mau hijrah itu ya berarti sami’na wa atho’na (kami dengar kami taat), jadi apa-apa yang dilarang sama Allah harus dijauhi. Alhamdulillah Allah menjaga saya pada waktu itu dari godaan syaithon yang terkutuk sehingga membuat saya berani dan berpegang teguh untuk mengakhiri keindahan semu itu sebelum berakhir pada menyakiti diri sendiri dan menyebabkan murka Allah. Emang pada saat itu terasa indah (tsaah~) tapi yaudahlah ya itu semua Allah gak suka pasti ending-nya gak enak.

Allah Berfirman :

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.”
(QS.Al-Baqarah : 216)

Setelah melaksanakan keputusan tersebut, rasanya campur aduk, sedikit takut sudah mengecewakan seseorang, takut orangnya marah, takut sudah menjadi seperti wanita yang sombong, sedikit sedih juga karena sudah tidak ada lagi yang ngasi perhatian dan kasih sayang (pret!) dan pastinya kesemua ketakutan-ketakutan itu memang datangnya dari setan yang ingin melemahkan iman ini. Tapi memang rasa yang paling berasa banget adalah rasa syukur karena Allah telah menguatkan Saya untuk istiqomah, tidak tergoda dengan segala rayuan dan bujukan untuk melemah lagi.

Ternyata lebih tenang dan lega ketika segala hal-hal yang bisa membuat galau itu sirna. Gak perlu kesal-kesal kalau tidak ada yang nanya kabar, chat gak di bales tapi dianya update status (oops!), gak perlu bohong-bohong kalau sebenarnya gak mau ketemu tapi karena gak enakan terpaksa ketemu, gak perlu memikirkan akan akhir kisah yang tiada kejelasan, gak perlu nambahin beban dengan memikirkan masalah-masalah dia, dan lain-lainnya. 

Sekarang yang terpenting fokus dulu mikirin diri sendiri yang masih lalai dalam beribadah kepada Yang Menciptakan Jodoh kita. Sudahlah kan sudah ditulis sama Allah siapa jodoh kita, Cuma sekarang lagi disuruh sama-sama memantaskan diri dulu biar dipertemukan di waktu yang tepat. Syedaaap~

2. Jangan ada Musik di Antara Kita

Berproses pastinya, gak serta merta begitu tau ada hadistnya yang melarang mendengarkan musik langsung tidak mendengarkan musik. Maklum masih suka bandel. Masih belum Sami’na wa Atho’na waktu itu soalnya kan senang banget dengerin musik meskipun sudah takut-takut buat dengerin, takut Allah marah.

Sampai akhirnya semakin mengerti dan memahami, terhapuslah semua lagu-lagu itu dari handphone dan laptop.  Bukan karena ikut-ikutan tapi karena ini memang aturan Allah yang harus diikuti.

Nanti akan ada postingan tersendiri tentang perjuangan saya untuk berhenti dari yang namanya musik-musikan disini.

3. Goodbye Korea-koreaan~

Yup, Saya dulu pecinta korea, kpopers akut deh. Sampai-sampai pernah beranggapan kalau susah keluar dari yang namanya virus korea kalau sudah berani memasukinya. Astaghfirullah~

Pokoknya dulu aje gile beud deh, sampai bikin file-file mulai dari band, drama, film, reality show dan lainnya dengan rapih dan lengkap di laptop. Setiap hari kerjaan gak pernah lupa buat download acara terbaru, sampai bingung sendiri sih bagi waktunya mau kapan ditontonnya. Malah kalau pulang ke rumah karena ada wifi, kerjaan di depan laptop melulu, nontonin drama bukannya kumpul bareng keluarga dan berbakti kepada orang tua (catet : ini salah satu pengaruh negatifnya).

Buang-buang waktu banget setelah dipikir-pikir. Satu drama aja paling sedikit 16 episode, satu episode 1 jam-an lebih, kalau dikalikan udah 16jam-an lebih kita nonton yang sebenarnya bikin kita males gerak karena terbawa suasana nonton yang menjadi tidak asik kalau diganggu sedikit waktu saja. 16 jam? Sudah jadi hafiz Al-quran kali ya saya kalau kala itu dipakai buat menghapal Al-quran. Hiks. Yah paling tidak sudah bisa khatam Al-quran berapa kali ya dalam sebulan saja. 

Dan dan setelah tau kalau ternyata yang paling penting itu adalah belajar ilmu tentang agama, semakin merasa merugilah saya pada waktu itu kerjaannya malah menonton yang mana tontonannya bisa membawa pada kemaksiatan. Yah pasti taulah kalau film dari “luar” gimana, aktor-aktrisnya membuka aurat, berpacaran, ikhtilat, dan pasti ada musik-musiknya , yang kesemuanya dilarang oleh agama. Kalau saya nonton walaupun niat saya hanya ingin mengambil faedahnya saja, tetap saja secara tidak langsung saya melegalkan apa yang di lakukan di drama tersebut. Sama saja Saya setuju dengan pacaran, saya tidak masalah dengan mereka yang membuka aurat, aduuuuh ribet yah! Udah ah mending gak usah nonton sama sekali. Exit udah exit lah dari perkoreaan....!

Yaa gak secepat itu juga sih, kadang masih suka curi-curi tapi Alhamdulillah ya, karena di kosan gak ada wifi dan juga kalau mau pakai kuota sendiri kan mahal buat download atau liatin video, jadi kesempatan untuk menonton yang berbau korea itu tidak ada. Karena sudah gak update lagi, tiba-tiba saya jadi males sendiri. Terlebih saya sudah tercekoki kajian-kajian tentang islam yang ternyata Masya Allah menyenangkan dan bikin ketagihan, karena ternyata banyak banget ilmu-ilmu syar'i yang wajib kita ketahui karena harus kia terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

So..Tanamkan dalam hati, “Kalau saya gak nonton korea-koreaan lagi kenapa? Apa ruginya bagi saya?"
Toh ntar di hari amal kita diperhitungkan Allah gak mungkin kan bertanya “Apa yang membuat Kim Tan jatuh hati kepada Eunsang?”… Astaghfirullahalladzim ... 

Sudah ah lepas deh lepas dari koreaan apalagi music video-nya yang vulgar dan aduh mata mataa.. bisa zina mata. Kadang arti lagunya suka jadi seperti menyekutukan Allah. Ini juga kegiatan nonton nonstop hati-hati bisa di kategorikan syirik karena kan seharunya yang kita ingat setiap saat itu Allah lewat sholat dan berdzikir, ini malah ingatnya kapan episode berikutnya keluar, bangun pagi-pagi liat hape yang diliat berita tentang sang idola, dan seharusnya sebagai muslim idola kita itu nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sayang banget sama kita ummatnya. Cukup deh cukup. Tobat deh sayanyaaa.. Gak lagiii… 

Dan semua file-file yang sudah saya susun dengan lengkap dan terperinci lenyap dengan satu tombol “Delete”. Bhaaaay~ *belum semua sih, masih ada yang saya sisain soalnya tentang anak-anak bayi gitu lucu tapi sampai sekarang pun belum saya tonton*

Sekarang download dan nontonin kajian aja, lebih tenang, dapat ilmu untuk menggapai surga, dan bisa di amalkan sebagai investasi kita di akhirat kelak.


Tulisan ini hanya ingin mengajak bagi siapa saja yang tidak sengaja kecemplung membaca postingan ini sampai akhir agar lebih memahami agama islam dan mengetahui syariat-syariat Allah (khususnya bagi yang muslim) dan juga sebagai muhasabah bagi diri Saya sendiri agar bisa menjadi muslimah yang lebih baik lagi serta bisa Istiqomah.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi yang membacanya. Apabila ada salah-salah kata itu letaknya ada pada saya, karena manusia adalah tempatnya salah dan khilaf dan kebenaran hanya bagi Allah.



Semoga kita semua selalu dalam Lindungan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

(bersambung)  *sinetron kali ah*


0

Tuesday, June 21, 2016

When Everyday is Weekend



Bismillah....


Segala Puji Bagi Allah dalam setiap keadaan…
Inilah ucapan yang di ajarkan Nabi Muhammad Shallalahu ‘alahi wassalam ketika kita sedang mengalami hal yang tidak menyenangkan.

Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan“Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmus shalihat”
Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘ala kulli hal.
[HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani]

Sebenarnya tidak terlalu tepat juga untuk menempatkan kisah saya ini sebagai suatu hal yang kurang menyenangkan. Bagaimana mungkin tidak senang ketika hari kita semuanya terasa seperti “weekend” alias liburan teruuus. Yap! Sesuai dengan judulnya~

Semua orang pasti sangat bergembira ketika menghadapi hari libur yang dalam seminggunya hanya ada dua hari, sabtu dan minggu. Waktu yang tepat untuk melepas lelah, berkumpul bersama keluarga, nongkrong bersama teman-teman, atau mungkin ada yang tidur seharian. Setelah lima hari berkutat dengan urusan pekerjaan, Alhamdulillah kita dikasi waktu untuk merefresh otak, raga, dan hati agar bisa berfungsi dengan baik lagi di hari kerja.

Tapi masalahnya bagaimana kalau liburannya jadi panjang sekali hingga berbulan-bulan. Pasti jenuh juga kan. Memang sesuatu yang berlebihan itu menjadi tidak seenak ketika sesuatu itu sesuai dengan porsinya. Seperi Saya yang sudah mengalami liburan kurang lebih 3 bulan lamanya. Ada apa gerangan, ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi kalau mau di khayal-khayalkan, libur semester, cuti hamil, atau kebanyakan duit. Yang kesemuanya itu memang hanya khayalan, alasannya karena saya sudah lulus kuliah yang mana tidak mungkin ada jatah libur semester, saya belum punya seseorang yang berani menghalalkan Saya sehingga boro-boro minta cuti hamil dan yang terakhir jujur saja saya tidak ada tabungan jadi bukan karena banyak duit. Hiks. Alhamdulillah 'ala Kulli Hal~ Saya sedang tidak bekerja.

Menganggur Lagi..

Tiga bulan yang lalu kontrak dari kantor terakhir habis dan singkat cerita saya jadi tidak bekerja lagi sehingga sekarang saya kembali ke Siantar berkumpul bersama keluarga disini. Ikhtiar sudah saya lakukan seperti apply-apply lamaran, ikut tes dan interview disana-sini, dan yang pasti doa juga gak pernah ketinggalan. Tapi ya namanya belum rezeki, jadi ya harus sabar saja sama ketentuan yang Allah berikan. Yakin aja, Allah gak pernah membebani hamba-Nya diluar dari kesanggupannya.

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.
(QS Al-Baqarah : 286)

Percaya saja janji Allah itu pasti. Mungkin Allah mau mengetes kesabaran saya dalam menghadapi cobaan yang Dia berikan. Mungkin Allah mau memberikan sesuatu yang sangat indah yang sebelumnya tak pernah terpikirakn sama sekali oleh Saya untuk bisa di dapatkan. Intinya sabar dan ikhtiar. Tapi saya selalu tanamkan untuk mencari yang halal agar hasilnya membawa berkah.

Change!~

Sempat berpikir apa karena pakaian saya yang sudah berubahkah yang menjadi faktor sulitnya saya diterima kerja. Soalnya dari beberapa perusahaan dimana saya melakukan test dan interview yang bisa dibilang cukup banyak, hingga sekarang belum ada juga yang menerima dan beberapa ada yang tidak memberi kabar. Memang sekarang saya berbusana syar’i. tapi masa iya sih? Ya Kalaupun memang karena itu alasannya berarti sebenarnya jawabannya sudah ada, Those places is not suitable for me!~ Allah knows better where the right place for me, makanya gak di lolosin kerja di tempat-tempat tersebut.

Ada beberapa tempat yang memang Saya tertarik dan ada yang memang dari awal interview kok kayaknya ini bukan “tempatnya” (pas liat penampakan lokasi, bentuk kantor, karyawan-karyawannya dan suasananya, tapi tetap dicobain saja interiew, buat pengalaman. Ya menurut kita gak baik, bisa jadi menurut Allah baik.. And hasilnya memang sesuai firasat, gak dipanggil-panggil sampai sekarang) bahkan ada yang baru mengatur jadwal interview tapi setelah tau apa proyek akan saya kerjakan nantinya, Saya langsung menolak untuk tidak bisa hadir. Bukan sombong, ini masalah ketaatan terhadap Dzat Yang Maha Esa. Saya tau apa yang ditawarkan itu adalah yang bisa membawa ke kemaksiatan maka lebih baik saya jauhi. Rezeki itu dari Allah, kalau kita berani menolak rezeki yang di haramkan olehNya tentu Allah punya banyak rezeki lain yang Halal yang nantinya akan diberikan kepada Saya. Allah ingin menguji Saya, untuk melihat seberapa taat Saya akan syariatNyA. Percuma banyak harta tapi bukan dari hasil yang di ridhoi oleh Allah, buat apa, semuanya gak dibawa mati, yang ada dapat siksa di kuburan nanti. Hiks. Tak mengapa sekarang disuruh sabar dulu menunggu seseorang yang bisa menghalalkan diri ini eh maksudnya sabar menunggu dikasi rezeki yang halal *yang tadi tersebut di atas sebelumnya juga bolehlah heuheuheu toeweweng*



Birrul Walidain..

Dan karena sudah semakin mendekati bulan Ramadhan namun belum mendapatkan kepastian kerja juga, akhirnya mama saya menyuruh saya untuk pulang saja daripada saya harus membayar uang kosan dan pastinya mama juga harus mengirimi saya biaya buat hidup selama di Jakarta. Dang adong hepeng Sayang, pulanglah~

Sedih? Iya sedih ninggalin kosan yang sudah tau dalam-dalamnya Saya (gak penting). Kesedihan saya yang paling utama adalah karena Saya khawatir kalau di rumah tidak bisa beribadah dengan khusyuk, ya kan kalau di rumah pasti wajib bantuin mama-papa, atau ada kerjaan lain lah yang bikin ibadah gak sefokus kalau di kosan. Dan satu hal lagi, kalau di Jakarta banyak sekali taman-taman surga (baca: majelis ilmu) yang bisa di datangin untuk nge-recharge iman yang kadang naik-turun ini, dan dan dan Saya kepingin I’tiqaf di mesjid yang saya tau memang sesuai tuntunan Rasullullah.

Sempatlah bersedih hati beberapa waktu, nangis-nangis dikit, curhat sama Allah untuk bisa dikasi solusi dan pencerahan. Masya Allah, benar sekali ya firman Allah :

“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram".
(QS. Ar-Raad : 28)

Setiap ada masalah memang sebaiknya langsung bercerita kepada Yang Membuat Masalah itu Ada dan Yang Membuat Masalah itu Lenyap, yaitu Allah Subhanallahu wa Ta’ala.

Sejak menanamkan itu, Alhamdulillah sekarang jadi sedikit sekali saya bersedih dan menjadi pandai dalam memilih masalah apa yang harusnya ditangisi. Jangan Bersedih, Karena Allah selalu bersama kita. 
Gak berapa lama dari curhat karena disuruh pulang, Alhamdulillah hati saya menjadi tenang dan bisa berpikir jernih (gak perlu lagi bikin status di sosial media, yang terkadang Cuma dapat kata-kata semangat seperti “sabar yaa” atau “yaah kok pulaang” atau hahaha ntahlah udah lama gak bikin status jadi sudah lupa sama respon orang-orang akan status masalah hidup yang sering di share). Sudahlah curhat sama Allah saja, dapat ketenangan, dapat solusi dan masalah gak nyebar. Hehehee

Beberapa pencerahan yang saya dapat adalah sebagai berikut :
                   
1. Kesempatan Berbakti Kepada Orangtua (Birrul Walidain)

Alhamdulillah, kedua orang tua Saya masih ada dan masih sehat. Saya akui memang sebelum berhijrah dan mengenal sunnah, banyak sekali perlakuan Saya yang tidak baik kepada keduanya. Sekarang saya ingin memperlakukan mereka sebagaimana Allah dan Rasullullah ajarkan. Inilah kesempatan Saya untuk bisa mendapatkan pintu tengah surga.

Dari Abu Darda Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Kalian bisa sia-siakan pintu itu, atau kalian bisa menjaganya.
(HR. Ahmad 28276, Turmudzi 2022, Ibn Majah 3794, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).

2. Kesempatan saya mengamalkan ilmu yang saya dapat selama mengikuti kajian

Salah satunya dengan mengajak avi untuk segera berhijab. Tak lelah-lelahnya saya menasihatinya untuk segera berhijab dan memutuskan pacarnya. Tapi ya namanya di usia-usia menginjak remaja dan memang penanaman akan pengetahuan akan agama sedikit sekali di keluarga kami, masih sulit untuk bisa membuat si avi menyegerakannya. Sesekali dia tampak memikirkan hal tersebut dengan serius, sese-banyak-sekali dia mengatakan belum siap. Tunggu ini tunggu itu. Yang penting selalu diingatkan, dikasi gambaran, di ajarkan dengan lembut, yaah kadang ada juga kesal-kesal dikit. Didoakan saja semoga Allah segera memberi hidayah.

*update info  : Alhamdulillah sekarang sudah berhijab. Semoga istiqomah yaa sayaang~* (nulis ini sudah dari sebelum dia pakai hijab dan baru posting setelah dia pakai hijab)

3. Puasa sendirian di kosan sepertinya tidak begitu mengenakkan

Sahur sahur sendiri~
Buka buka sendiri~
Makanan beli sendiri~
(bukan nyanyi yak!)

*trus dapat kiriman photo “menu berbuka di rumah” dari avi atau mama*
Atau
Di telpon ditanyain “vira bukaan apa ?”.. “mama masak ini lalalala yeyeye…..”

Ngebayanginnya jadi menguatkan diri untuk pulang saja. Kan enak bulan Ramadhan bisa berkumpul sama keluarga. Pasti makanannya pun bergizi, gak seperti di kosan kadang suka beli-beli yang murah atau beli nasi malamya dibagi dua buat sahur besok. Wkwk! Ini sih antara males keluar beli makanan lagi pas sahur, emang makannya sedikit, atau penghematan karena pengangguran dan masih mengharap dana dari mama.

4. In syaa Allah bisa lebih fokus ibadah

Hal ini dikarenakan :

1.    Kesempatan di ajakin ngabuburit lebih sedikit, ya secara teman-teman lama pada di medan dan mereka kerja juga, saya kan di siantar, susyee iziin sama mamak~ jadi kan lebih banyak di dalam rumah, kalau masih Jak mungkin godaan ngabuburit lebih banyak heuheu

2.    Bisa nonton kajian di youtube sepuas-puasnya karena di rumah pakai wifi~ yuhuuu~

3.    Kesempatan Bersillaturahmi lebih banyak

4.    Bukankah berbakti kepada orangtua sebuah ibadah.YES!

Masalah bakal banyak godaan dan gangguan sih bisa dimana aja , mana lebih seram lagi kalau di kosan sendirian takut saja terjerumus berbuat maksiat di kala sendiri. Naudzubillah min dzalik~ kalau di rumah kan rame.

Kalau sudah dilema begini kita sebagai seorang muslim disyariatkan untuk melakukan shalat istikharah. Selama ini pemahaman Saya akan Shalat istikharah ternyata salah, saya berpikir dulu apabila kita berada di antara dua pilihan , untuk mengetahui mana yang terbaik diantara keduanya kita disuruh melakukan shalat istikharah lalu serahkan pada Allah mana di antara keduanya yang terbaik. Ternyata pemahaman yang benar adalah kita harus mantap terlebih dahulu terhadap salah satunya kemudian kita memohon kepada Allah untuk diberi kemudahan apabila pilihan kita tersebut memang baik untuk kita dan apabila tidak baik agar dijauhkan. Silahkan Lihat disini penjelasan lengkapnya disini.

Alhamdulillah, sepertinya keputusan Saya untuk pulang ke Siantar di mudahkan oleh Allah, dari pemindahan barang ke kosan sampai ke pembelian tiket pesawat. Dan sekarang saya sudah dengan selamat sampai di Siantar dan menjalani hari-hari menganggur dengan berbakti kepada orangtua. In syaa Allah Istiqomah berbaktinya~

Keep Waiting For Halal JOB!

Yang menjadikan Saya ingin memposting panjang lebar begini adalah pada suatu hari di bulan Ramadhan, sehabis sahur Saya tidak bisa tidur lagi sampai mama saya pamitan untuk pergi kerja. Saya merasa tidak berguna di satu sisi, orangtua Saya sudah berangkat bekerja sedangkan saya masih santai-santai di tempat tidur sambil main hape. Rasanya sedih sekali ya.. Pengennya segera bekerja lagi, biar bisa bantu mama dan papa, ringanin beban mereka, tapi memang belum rezekinya aja buat dikasi pekerjaan saat ini. Sabaar.. sabaaar~

Cuma mau bilang saja sama yang saat ini sudah memiliki pekerjaan, bekerjalah dengan serius, anggaplah bekerja itu adalah ibadah, untuk mencari nafkah bagi keluarga. Jangan banyak mengeluh, tidak puas karena gaji kecil, atau kesal karena mempunyai atasan yang rese. Ini pelajaran buat saya juga, dulu ketika memiliki pekerjaan pernah mengeluh, sering tidak suka dengan atasan bahkan mungkin sering bertingkah tidak sopan. Yah sekali lagi pada saat itu saya belum memiliki ilmu bagaimana sebaiknya bertingkah sama orangtua,jadi masih suka mentingin ego sendiri, merasa benar sendiri, jadi terkadang seperti terlihat tidak suka ketika di omelin sama atasan. Untuk kedepannya memang bersikap lebih baik lagi. Bekerja sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati bersama, karena ternyata kalau kita pakai jam kantor untuk hal di luar kantor padahal pekerjaan kita belum selesai termasuk riba loh. Subhanallah! Apa kabarnya dulu aku pernah pakai jam kantor untuk nonton drama korea T.T

Sekarang karna sudah tau, sudahlah lagi lagi ke depannya harus bisa berubah jadi lebih serius bekerjanya, kalau salah ya minta maaf, kalau tidak mengerti ya jangan sok tau, harus bertanggung jawab, dan harus tegas biar gak tertindas. Dan yang paling penting anggaplah bekerja itu ibadah.

So, Hargailah pekerjaan kalian.
Carilah pekerjaan yang halal biar hasilnya berkah.
Anggaplah bekerja itu Ibadah.
Belanjakanlah Hasil yang di dapat di jalan Allah, Jangan lupa sedekah dan zakatnya.


Semoga segera dapat kerja. (YANG HALAL) . aamiin~ 
0

Wednesday, June 15, 2016

For the sake of Allah

Vira jadilah orang yang selalu bersyukur
Kurangilah mengeluh dan protes atas keadaan yang tidak kau sukai
Cobalah ikhlas dan ridho atas apapun yang telah Allah berikan kepadamu

Jangan marah..
Jangan marah kepada mereka yang tidak tau berterima kasih kepadamu..
Jangan marah kepada mereka yang terkadang menyakitimu..
Jangan marah kepada mereka yang tak menghargaimu..
Cukuplah karena Allah kau melakukan semuanya

Bukan karena ingin terlihat baik agar di puji
Tidaklah..
Cukup berharap balasan dari Allah
Mengharap ridho semua manusia tidak akan pernah mungkin terjadi dan hanya melelahkan saja

Vira, jangan marah..jangan kesal..harus sabar dan ikhlas..tersenyumlah..beristighfarlah selalu..ingat Allah..selalu berdzikir..jangan ujub dan riya'..maafkanlah mereka" dalam setiap waktu yang kau punyai dan doakanlah mereka selalu semoga diberi hidayah..

Niatkan semua karena Allah..

Sehabis sahur 10 Ramadhan 1437 H

04:37 wib


#muhasabahdiri #Hijrahyok #Istiqomah
0

Wednesday, May 04, 2016

ada apa dengan Hijrah?




Hijrah itu Hidayah
Yang semuanya atas kehendak Allah
Bisa muncul karena masalah
Atau tersadar akan akhlak diri semakin parah

Hijrah itu susah
Ada yang tak suka
Bahkan membantah
Pernah hampir lelah
Tapi tidak sampai membuat berbalik arah

Sebenarnya…

Hijrah itu mudah
Kalau Lillah
Mau manusia bilang apa
Kita tak perlu marah
Kuncinya Istiqomah

Yang pasti…

Hijrah itu indah
Tiada gundah
Tiada resah
Hidup lebih terarah
Karena hanya bekeluh kesah pada yang Esa
Cukuplah Allah
Sebaik-baiknya penolong bagi hamba-hambaNya

#HIJRAHYOK!
0