when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Friday, November 13, 2015

Hijrah! Insya Allah~ *1* - gak ada kata terlambat untuk berubah-

Gak pernah terpikir seserius saat ini. Hijrah??! Bisakah? Mampukah?
Kalau ada niat Insya Allah bisa. Tapi...
Ada banyak tapinya nih huhu..

Sebelumnya harus tau apasih hijrah itu. Menurut pengetahuan dari baca-baca dan tanya-tanya, hijrah itu seperti berpindah “menjadi lebih baik” bisa itu dalam hal akhlak, ibadah, maupun penampilan. (semoga gak salah, baru belajar soalnya). Simpel dan kerennya “Upgrade Iman”.

Diperlukan ke-istiqomahan selama berhijrah agar tak lengah dan keluar dari jalur. Oke, Istiqomah adalah tetap fokus berada di jalan Allah, mematuhi perintahNya dan menjauhi laranganNya. Ini yang susah, mengingat kita hanya manusia biasa yang terkadang suka khilaf apalagi diperkuat dengan tidak mendukungnya lingkungan dimana kita sering berkegiatan. Susaaaaaaah! T.T

Kenapa Saya mendadak mau hijrah?
Sebenarnya tidak mendadak, semua ada proses dan ceritanya. Saya gak langsung, gak ada angin gak ada hujan , gak ada cinta *eh* langsung berpikiran “MAU HIJRAH!”. Tidak seperti itu, hal ini sudah pernah terpikirkan tapi tidak seserius sekarang ini. 

Baiklah, semua berawal dari saya merasa saya ini banyak dosa. Merasa mengkhianati agama sendiri. Sholat iya sholat tapi berbuat maksiat. Hiks. Eits. Tapi tunggu dulu jangan mikir yang macam-macam akan perbuatan maksiat yang saya lakukan. Yang mengenal saya pasti taulah batasan kemaksiatan yang mungkin dilakukan oleh saya. Eh ini kenapa jadi rancu gini bahasanya. Tenang-tenang  jangan berpikiran terlalu jauh tapi biarlah saya dan Tuhan saja yang tahu.

Kemudian “mungkin” karena kelalaian saya tersebut, Allah menegur saya dengan memberikan rasa sakit yang saya juga gak paham kenapa bisa sampe dirasain. Hiks. Saya mengalami kegalauan akut sampai menahan tangis di sepanjang jalan balik dari kantor ke kosan kemudian tangisan membuncah begitu sampai di kosan (ini lebay tapi beneran hahaha sinetron sekali hidupku~).

Rasanya sakit sekali, mana sendirian di kosan, gak punya teman untuk cerita atau sekedar akting pura-pura bahagia, senyum-senyum kecut gitu. Padahal yaaa kalau mau ditilik ulang, banyak sekali teman-teman saya di sekitar saya pada waktu itu untuk bisa menemani saya agar bisa lupa masalah lapet itu *eh*. Dan yang paling parah, saya lupa  ada yang selalu menemani Saya, Saya lupa punya Dia. Astaghfirullah.  Malah mengeluh, marah, kesal, kenapa Dia buat keadaan saya menjadi begini. Duileee, malu deh eyke!

Sesungguhnya kenyataan yang dihadirkan itu adalah bagian dari doa Saya. Sudah dikabulkan malah tidak terima. hmm sebenarnya bukan tidak terima tapi hanya saja belum sadar kalau doa saya sudah dikabulkan. Yah biasalah namanya orang patah hati kadang pikirannya suka gak jernih (ooooh jadi masalah hati!)... hmmm IYA!

Makanya jangan main-main dengan hati. Efeknya sungguh dahsyat, bisa menuju ke arah lebih baik atau malah ke arah yang tidak baik. Naudzubillah!

Alhamdulillahnya saya masih bisa ke arah yang lebih baik, insya Allah semakin dekat denganNya.  Malah jadi berpikir untuk hijrah seserius ini.

Nah begitulah singkat cerita kenapa mau hijrah. Dapet gak intinya? Haha kalau enggak yaudah saya coba perinci lagi ceritanya (di postingan selanjutnya~).

#salamhijrah #keepistiqomah #maujadibaik



0

aku dan DIA

Sepertinya sudah lama sekali aku tidak merasa sedekat ini denganNya. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali. Sungguh aku malu dan ingin menangis sejadi-jadinya ketika sadar aku sudah terlampau jauh melupakanNya. Untunglah dia masih memilihku untuk dicemburui sehingga aku bisa kembali Dia peluk.

Maaf karena selama ini mengganggapMu ada namun seadanya. 
Maaf karena terlalu sering mengeluh kehidupan yang telah diberikan. 
Maaf karena kurang bersyukur atas karuniaMu. 
Maaf karena pernah lebih mencintai makhluk ciptaanMu dibandingkan mencintaiMu. 
Maaf aku banyak lupa dalam mendahulukanMu.  
Maaf kalau selama ini semua yang ku kerjakan jarang atas namaMu dan terkadang lupa hanya untuk mengharap RidhaMu.
MAAF...

Terimakasih karena sudah begitu cinta padaku sehingga Engkau hadirkan rasa sakit dan kekecewaan. Aku tau semua hanya agar aku bisa belajar ikhlas dan lebih menghargai kebahagiaan. 

Terimakasih atas ketenangan dan kedamaian hati yang telah Engkau hadirkan ke dalam diri ini, yang aku pikir pasti akan berlarut-larut merasa gundah. Alhamdulillah Engkau mempercepat prosesnya dan menggantikan dengan rasa lain yang lebih indah. 
Terimakasih Engkau masih memberiku kesempatan untuk lebih dekat denganMu.
Selalu buat aku ingat padaMu. Jangan pernah tinggalkan aku. Bantu aku untuk bisa tetap Istiqomah dalam hijrah ini. Bantu aku dalam memantaskan diri ini. Langsungkanlah teguran itu hadir apabila aku dirasa sudah terlalu jauh lalai.

Ya Allah terimakasih masih terus menjagaku dan sayangilah kedua orang tua hamba, saudara-saudara hamba serta sahabat-sahabat hamba. Insya Allah semuanya yang hambamu ini lakukan bisa  Lillahi Ta’ala. Aamiin~


#salamhijrah #keepistiqomah #maujadibaik
0

Monday, November 09, 2015

S.O.M.E -part two- (END)

-(sebenarnya kisah ini sudah terlupa, tapi ada setitik rasa dan tragedi yang harus di ungkapkan sebagai pengingat di hari depan, agar tak mengulangi kesalahan yang sama)-

Izinkan Saya melanjutkan secuil kisah cinta yang kemarin sudah sempat ada bagian awalnya. Tapi kali ini mau dengan gaya penulisan yang sedikit berbeda. Lebih tersirat mungkin. Mengingat di bagian pertama saya sudah berniat untuk tersirat namun yang terjadi saya malah membuka celah untuk mempermudah orang mengetahui siapa gerangan dirinya yang sedang di bicarakan. Okay! Tanpa harus tersirat pun semuanya juga pasti tau siapa dia karena Saya hanya sedikit sekali mempunya pengalaman *ehem* “tentang cinta”. Tokohnya juga pasti itu saja, jadi mau gimana mau dibuat tersirat hmm ha ha ha ha ha huufffft~ baiklah mari kita mulai!

S.O.M.E part two

Yang pernah hilang bisa selamanya hilang atau memilih untuk kembali
Butuh waktu untuk memutuskan mau bagaimana
Tidak mudah pula melupakan yang sengaja hilang disaat sudah merasa dia pernah ada
Namun seringnya memilih muncul disaat kesanggupan melupa menguat
Masih mencoba untuk menimang dan memprtimbangkan 
Hasilnya hati ini melemah lagi dan siap untuk terjebak lagi

Lupa akan kesusahan dalam melupakan
Mementingkan perasaan kini yang sedang meluap-luap rindu
Memberanikan diri menemui pertemuan
Menguji rasa apakah sudah bisa biasa

Sebenarnya sudah,
Tapi kehidupan memiliki jalan lain untuk menyatukan kembali
Sampailah di simpang kesempatan
Menjalin kembali dan sesaat melupa pernah tersakiti

Sampai tak ingat harus bertanya, kemana? Mau apa? Untuk apa?
Dengan alibi “jalani saja dulu” yang membuat penyesalan di kemudian hari
Berputar kejadian indah yang meski monoton tapi terus dilakukan
Kadang jenuh, kadang bahagia sekali
Sayang, tak bertahan lama
Masih banyak ragu-ragu dalam kisah ini
Terlalu banyak pengharapan
Terlalu banyak perhatian terbuang percuma

Semua berakhir karena kesamaran
Gerak-gerik itu memang ada menjelaskan sesuatu
Tapi bukankah akan lebih jelas apabila bisa di perkuat dengan kata-kata?

Kemarin itu salah
Tidak ada keberanian
Tidak ada pernyataan
Dan tidak ada pertanyaan

Kemudian seperti pengecut , pergi dan menghilang
Menahan satu pertanyaan penting
Membiarkan menjadi misteri
Menganggap tidak ada apa-apa
Bahkan rindu dirasa tak perlu

Apakah harus setega itu?
Mungkin itu tabiat
Biasa saja saat sudah menoreh luka
Atau tidak sadar kalau ada yang salah
Entahlah, belajar saja untuk esok
Agar esok bisa lebih berani

Untuk bertanya tentang kepastian

*Udah ya, gak usah dilanjutin lagi cerita "some" ini, saya sudah kehabisan ingatan untuk merangkai kata akan kisah bersamanya #eaaak*
0

sebuah nama manis yang berubah menjadi LELAH

Sebuah nama manis yang berubah menjadi “lelah”
Terselip diantara sebuah perbincangan merangkai kata
Itukah alibi atau jari yang terlalu lincah berpindah
Kenaifan membiarkan untuk percaya
Kata yang dimaksud benar hanya sebuah kesalahan
Sampai terungkap tanpa di minta
Menjadi  tak sengaja  membeli  luka

Sebuah nama manis yang berubah menjadi “lelah”
Bukanlah sebuah kesalahan semata
Tapi ketidakrapihan dalam bermain cinta
Atau sebenarnya sinyal yang disengaja
Beruntung , tak terlihat begitu nyata
Mungkin sedikit buta karena terbawa rasa
Bolehkah kembali terulang ke waktu itu
dimana “lelah” berupa pengalihan kata dari sebuah kata benda,
kata benda nan elok yang mengalihkan

Sebuah nama manis yang berubah menjadi “lelah”
yang sempat ditanya siapa dan mengapa mendadak ada?
Namun dianggap tidak ada apa-apa

Teruntuk sebuah nama yang terduga
Yang mengubah tawa menjadi kecewa

Semoga yang terjadi denganmu berbeda...
0

kalau saja tau dari lama

Insting seperti menunggu lonceng berbunyi untuk berfungsi
Memberitahu yang sebenarnya yang tidak ingin dicari tahu
Kemudian menghasilkan kekuatan rasa yang liar untuk menduga
Sampai akhirnya puing-puing dugaan yang terkumpul membuat tercengang lalu menangis


Disaat hati rentan begini siapa yang bisa menahan untuk tidak berpikir yang paling buruk ?
Apalagi bila sendiri di dalam sebuah bidang berdiri bernama dinding
Mendadak kedinginan prasangka
Mencoba menghangatkan namun yang melindungi malah selimut kekacauan
Bertambah resah!


Terbersit kata “kalau saja aku tidak mencari..”
Apa guna semua penyesalan itu selama masih merasa perduli
Mau di arahkan ke lorong pelit cahaya pun takkan mempan menutupi semua rasa ingin tahu
Sayangnya suka terlambat, disaat semua rasa sudah tenggelam bersama bumbu yang teracik racun rindu



*kala itu, saat masih galau* #justreminder #kalauakupernahterpuruk 
0

Sunday, March 01, 2015

S.O.M.E -part one-

These days, it feels like you’re mine, it seems like you’re mine but not

It feels like I’m yours, it seems like I’m yours but not~
___________________________________________

  
Sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya, saya akan memberikan "ruang khusus" tentangnya yang ingin dilupakan tapi sepertinya belum bisa dilupakan ya makanya sampe ada tulisan ini hmmm gak juga sih buat mengingat pengalamannya aja biar jadi pelajaran. *alesan*

ih ini bukan saya banget sebenernya posting-posting yang beginian tapi buat referensi rasa kedepannya. yah seperti sepenggal lirik lagunya si 'soyou feat junggigo - some' di atas, begitulah yang kadang saya rasakan. di bilang kegeeran juga ya gimana sikapnya bikin orang merasa begitu. Zzz

sebelumnya saya sudah menceritakan darimana kenalnya. Dari teman teman temannya teman si teman. Hahaha. saya gak mau menyebut nama atau menjelaskan apa dan bagaimana kejadiannya secara jelas soalnya kalau suatu saat saya jadi orang terkenal bisa bahaya. Pret!. Semoga bisa menceritakannya secara tersirat. aamiiin.

kalau mau diceritakan secara lengkap bisa-bisa pertapaan saya selama hampir sebulan tak berhubungan dengan dia untuk melenyapkan rasa-rasa yang tak perlu dirasa-rasa bisa sia-sia. Apalagi kalo menyertakan capture-an obrolan kami yang berguna sebagai bukti buat cerita ke orang-orang terdekat. baru inget kalau masih disimpen, males ngapusnya, soalnya udah di bawah-bawah. *alesan lagi*

kenapa tiba-tiba memilih waktu ini untuk menulis tentangnya, gara-gara ntah apalah semalam saya mimpiin dia. Kayak berarti aja dia sampe dimimpiin. Jadi kesal kan. Mana mendadak sering kebaca sesuatu yang ada hubungannya sama dia, entah itu nama toko yang ada unsur nama dia, hobbynya, sesuatu yang pernah kita ceritakan bersama *eaak, atau yang lebih parah memang sengaja diingatkan sama salah seorang teman yang memang tau ceritanya secara blak-blakan. Cemana lah ya saya mau benar-benar lupa??  Menurut edak-edak sekalianlah~

Jadi begini ceritanya. Kita awalnya berteman dan sampai sekarang pun masih berteman. Haha. Singkat cerita kita bisa saling memiliki sesuatu yang bisa mempermudah kita untuk saling berhubungan (gak bisa kau bilang aja nomor hape atau bbm dek?!). awalnya sih untuk kepentingan bersama (baca : mau dimasukin ke grup bersama teman-temannya teman-teman itu tadi). *saya semakin curiga kalau gak bisa buat ceritanya jadi tersirat* T.T

Dan karena suatu situasi dan ntah mungkin karena saya mau lebih dekat *ngaku* jadinya saya menghubungi dia untuk menanyakan sesuatu secara private bukan di grup. Cuma nanya transportasi menuju suatu tempat. Maklumlah saya orang baru di kota Jakarta ini dan waktu itu Saya sudah berusaha untuk cari tahu dari teman tapi teman saya tersebut tidak yakin, saya juga udah nanya si google tapi karena bener-bener belum dicoba jadinya takut nyasar. Akhirnya memutuskan untuk bertanya sama dia yang secara kebetulan saat awal berkenalan dan tanya-tanya pekerjaan, hobby, mikes, makes, ttl, alamat, hingga berbagi pantun ternyata tempat tinggal kami berdekatan. *gagal tersirat*   

Saya berani nanya juga bukan hanya karena alasan tinggal di lokasi yang berdekatan tapi juga melihat dari beberapa respon baik yang saya dapat dan sepertinya bisa jadi tempat infomasi yang tepat. Kalau dianya gak welcome sih mending gak usah, apalagi baru kenal. Sori cyiiin sksd begituuu~ it's not my type!
Tapi ya kenapa gak tanya bapak kos atau tetangga sebelah aja ya teringatnya, kan mereka lebih lama tinggal di daerah situ, soalnya dia juga anak rantau sama seperti Saya. #mampuslahsitumakingakadatersiratnya

Kalau mau mikir negatifnya, kenapa lah saya nanya-nanya kemaren, kalau nggak kan gak mungkin ada rasa kawanan dugaan menumpuk. Tapi kalau mau positifnya sih , biar banyak pengalaman dalam berteman biar lain kali gak salah rasa lagi. Habisnya saya itu bukan tipe cewek yang punya banyak temen cowok, jadi kalau sekalinya ada cowok yang respon baik dan pastinya di pihak saya nya juga ada sesuatu jadi suka thinking too much. Haha apasih! Tapi kalo hatiku berkata tidak, ya bakal ditanggapin seadanya. Berarti dengan kata lain, sama si dia yang lagi diceritakan ini hatiku berkata iya makanya ditanggepin gak seadanya. Hmmm. Mungkinlah ya waktu itu khilaf. Dan Saya masuk ke jebakannya~

Apa saya aja yang merasa terjebak padahal dia gak ada maksud menjebak sama sekali. Dianya biasa ajah! Iya kali ya~ Cuma mau berteman saja. Tapi dia mengarahkan panah pertemanannya ke orang yang salah. Kepada Saya yang polos dan tidak mengerti apa-apa. *ngok* Tapi enggak juga loh, kalau dibaca-baca dari percakapan kami, kadang ada waktu-waktunya dia bikin Saya merasa “Some”. Mau disangkal, tapi benar adanya unsur gombal. Hmzz! Emang kalau temenan sampe segitunya apa? Untuk ukuran teman baru kenallah, apa udah berani berkata-kata agak lumayan bikin senyum-senyum sendiri? Yaitu dia gak tau karena gak berpengalaman. Untunglah banyak teman-teman dan saudara-saudara yang bisa di share cerita ini dan mau berbagi pengalaman mereka. Jadi lumayan membuka pikiran dan perasaan. Setelah beberapa pengalaman si teman-teman dan fakta-fakta tentangnya sampailah Saya di pemikiran He’s Just Not That In To You~ Yuhuuu...

Sebenarnya masih ada beberapa cerita yang ingin disampaikan tapi kelelahan mata membuat saya tak sanggup mengingat puing-puing kenangan kami. *halah!*
Dan besok Saya juga harus bangun cepat karena di tempat kerja yang baru jam masuknya lebih pagi. Ohiya saya udah dapet kerja lagi. Alhamdulillah~.  
Nanti Saya bercerita tentang pekerjaan baru saya dan karena pekerjaannya sangat hectic jadi Saya mau mulai aktif nulis-nulis blog lagi biar ada kegiatan pengalih penat dari kantor. *loh*

Sampai bertemu di S.O.M.E -part two- yaks!~ #udahmacamsinetron
0

Friday, February 13, 2015

beginning!

Gini ya rasanya mau nangis tapi gak bisa...

Masalah datang bertubi-tubi. Tapi bukan hidup namanya kalau gak ada proses melalui masalah (lupakan kedatangan si masalah karena pasti selalu ada tanpa diminta). Kadang sebuah masalah datang bertujuan untuk menutupi kepenatan menghadapi masalah yang datang sebelumnya. Berharapnya sih semoga masalah yang kemarin bisa terlupa atau bahkan terselesaikan dengan datangnya masalah baru ini.

Seperti hari ini, baru saja paginya saya berdoa kepada Allah agar saya bisa melupakan masalah yang mengganggu pikiran dan hati saya belakangan ini tiba-tiba sorenya saya mendapat kabar berita yang membuat saya ingin menangis tapi tidak bisa, at least i can forget my recent problem until now. The previous problem don’t come first right now. Okay! Allah will give something what i need not what i want. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup saya, saya ikhlas. Saya tidak menyangka saja doa saya langsung dikabulkan. Tuhan punya maksud lain di kehidupan saya.

Baiklah akan saya perjelas, tapi tidak perlu begitu jelas karena bisa panjang sekali ceritanya. Agak sedikit mengingat masalah sebelumnya yang mungkin sekarang tak jadi begitu penting lagi setelah munculnya masalah terbaru. (mikir lama sebelum mulai bercerita *ini serius*)

Sudah hampir tiga bulan ini Saya dekat dengan seseorang. Kenal dari teman temannya teman teman teman. Hmmm ribet kan.  Mungkin saya perlu ruang cerita khusus untuk menceritakan seseorang ini, bukan karena dia berharga (saat ini masih belum) tapi untuk jadi perenungan saya kedepannya dalam kehidupan berteman. Singkatnya kami lumayan sering berhubungan dan sampai bertemu beberapa kali (hanya berdua). Dari yang saya deg-degan sampai saya sudah lelah dan mencoba biasa saja (belum bisa sebiasa sebelum kenal makanya jadi masalah *ini mungkin gak mungkin*). Saya bingung dibuat olehnya sehingga dia masuk ke dalam doa saya, agar segera bisa dilupakan. Woman have their own thought but it's too tired too much thinking. 

And God answer my prayer directly.

Sorenya saya mendapat kabar yang lumayan menyakitkan. Hampir lima bulan sudah saya bekerja di sebuah perusahaan interior konsultan di Jakarta. Saya baru saja beberapa bulan merantau ke Jakarta dan baru mulai mengirim lamaran setelah seminggu sampai di jakarta. Tidak sampai seminggu sudah mendapat panggilan interview dan saat panggilan kedua saya langsung diterima. Senangnya bisa keterima kerja di bidang yang memang saya minati dan Alhamdulillahnya mendapatkan teman-teman kerja yang super asik! SEPERTI MIMPI BUKAN?!!!~ (saya akan memberikan ruang khusus untuk menceritakan mereka, karena mereka request juga dan pastinya karena saya memiliki waktu untuk menulis sekarang :’) ).  Saya banyak belajar disana, gak cuma tentang pekerjaan tapi juga kehidupan. Saya sayang sekali dengan teman-teman baru saya itu. Saya juga mencintai pekerjaan Saya. Tapi masalah datang menghampiri perusahaan yang berdampak kepada beberapa karyawannya termasuk saya. I am no longer an employee as of today.  DEG! Lama sekali saya tersadar dari mimpi sampai empat bulan lebih. Hahaha this is not dream vira! this is life that you must face it. God want you through both happy and sad moment. All of problems can make you more wise and mature if you know what to do to solve it. (mendadak pintar ngomong hahaha)

Ya Tuhaaan.. terimakasih telah membuat saya melupakan masalah cinta yang remeh (kira-kira begitulah yaa) dengan memberikan saya sebuah kesadaran dalam mimpi panjang untuk lebih berpikir lagi akan kehidupan saya selanjutnya. Saya tidak marah dan kesal. Lihat saja sekarang Saya ingin nangis tapi tidak bisa.

The most thing that make me want to cry is i have to separate with all of my friends in there. i have a lot of laugh in there. they are so funny! I never even thought to lazy to go to office. And i love my job too. Really love my job. But never has too much love with your office and I relieved I never  feel it. I just love my jobs and my friends and my boss too (Lah!). Tapi apalagi yang harus saya perbuat kalau keadaannya memang mengharuskan saya tidak lagi disana. Ntah mungkin karena sifat saya yang pasrah atau saya terlalu ikhlas atas semua rencana Tuhan kepada Saya.  Bahkan saya memberikan permintaan, “Saya bisa tidak kerja disini, main ke kantor ini tapi gakpapa gak usah di bayar”. Bodohkan saya?! Ya tentu.. kalau saya ceritakan ini ke orangtua Saya pasti akan dimarahin habis-habisan. Dan untunglah permintaan Saya itu ditolak. Mungkin pada saat itu Saya sedang khilaf atau terlalu berat meninggalkan suasana. Yah pastilah tiba-tiba begitu. Saya memang tidak terlihat sedih. Saya juga bingung dengan diri saya, apa yang saya rasakan sebenarnya sekarang.

Pertanda hal ini akan terjadi semakin jelas saja kalau kejadiannya sudah terjadi (mulai deh!).

- Saya menjadi lebih hemat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Saya mulai menyadari dengan gaji saya yang - baru saya sadari sangat kecil untuk ibu kota- ini sangatlah tidak cukup untuk saya berfoya-foya dan boros. Jadi bulan ini saya tidak pergi kemana-mana. Ada niat untuk membeli sesuatu tapi saya tahan sampai saya dapet gaji bulan berikutnya biar tidak ada lagi kejadian pertengahan bulan cuma pegang duit dua puluh ribu saja. Zzzzz.  Untung laaah huhuuu kalau tidak!

- Karena pemikiran –gaji saya ternyata kecil ya, belum lagi bayar uang kos- maka Saya sempat berpikiran untuk –gimana kalau Saya cari tempat kerja lain ya- tapi karena pada dasarnya saya orangnya setia dan susah kalau sudah nyaman pada satu hal jadi Saya tidak terlalu bergerak cepat untuk mencari info kerja lain. Saya juga berpikiran kalau Saya masih butuh belajar dan di tempat kerja Saya ini banyak sekali guru-guru yang bisa Saya ambil ilmunya. Dan tetap saya masih sangat sayang untuk meninggalkan mereka. dan sempat juga mikir –alasan apa ya yang harus saya bilang- kalau saya tiba-tiba ingin resign. Tapi ternyata saya kedeluan dikeluarkan. Hiks. Mungkin ini kali ya yang saya butuhkan makanya dikasi sama Tuhan. Hmmm  

- Belakangan ini saya mulai lelah berlebihan. seperti bosan dan jenuh. Mungkin ini pelajaran untuk tidak boleh mengeluh dan harus tetap bersyukur. Banyak orang diluar sana yang membutuhkan pekerjaan dan Saya pernah menjadi bagian dari mereka selama setahun lebih dan akan dimulai kembali menjadi bagian itu mulai saat ini. Semoga tidak berlangsung lama dan segera mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Aamiin : ))

- Saya sering berpikir “gimana ya kalau perusahaan ada masalah dan tidak sanggup lagi menampung Saya sebagai karyawannya?” . See???  Anything could happen~

Hmmm.. semoga ada kabar baik dari Saya pribadi ataupun dari kantor Saya sebelumnya. Karena mereka bilang kalau perusahaan sudah pulih kembali nama baiknya, pintu terbuka kapan saja untuk saya masuk. Saya mungkin masih mau, saya sayang banget sama mereka hiks hiks (kan kan jadi galau). Mereka janji akan memanggil kembali kalau masa kritis ini bisa mereka lalui sampai dua bulan kedepan. Kalau tidak bisa mereka atasi kemungkinan perusahan akan bye bye juga. Saya males nulis apa sebab-musababnya secara panjang lebar, intinya perusahaan ditipu dan pastilah banyak masalah yang harus dihadapi. Salah seorang teman kerja saya pernah bilang “this company isn’t settle yet”. Yeah, I know! But i don’t know how to explain my mom. Hmm


Dua bulan adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu. Saya harus mulai mencari perkerjaan baru. Jadikan ini semua pengalaman. Semoga berhasil, VIRA!!! SEMANGAT!!!
0