when thinking cannot SOLVE your PROBLEM, REMEMBER a sincere DUA can.

Friday, November 13, 2015

aku dan DIA

Sepertinya sudah lama sekali aku tidak merasa sedekat ini denganNya. Bahkan aku lupa kapan terakhir kali. Sungguh aku malu dan ingin menangis sejadi-jadinya ketika sadar aku sudah terlampau jauh melupakanNya. Untunglah dia masih memilihku untuk dicemburui sehingga aku bisa kembali Dia peluk.

Maaf karena selama ini mengganggapMu ada namun seadanya. 
Maaf karena terlalu sering mengeluh kehidupan yang telah diberikan. 
Maaf karena kurang bersyukur atas karuniaMu. 
Maaf karena pernah lebih mencintai makhluk ciptaanMu dibandingkan mencintaiMu. 
Maaf aku banyak lupa dalam mendahulukanMu.  
Maaf kalau selama ini semua yang ku kerjakan jarang atas namaMu dan terkadang lupa hanya untuk mengharap RidhaMu.
MAAF...

Terimakasih karena sudah begitu cinta padaku sehingga Engkau hadirkan rasa sakit dan kekecewaan. Aku tau semua hanya agar aku bisa belajar ikhlas dan lebih menghargai kebahagiaan. 

Terimakasih atas ketenangan dan kedamaian hati yang telah Engkau hadirkan ke dalam diri ini, yang aku pikir pasti akan berlarut-larut merasa gundah. Alhamdulillah Engkau mempercepat prosesnya dan menggantikan dengan rasa lain yang lebih indah. 
Terimakasih Engkau masih memberiku kesempatan untuk lebih dekat denganMu.
Selalu buat aku ingat padaMu. Jangan pernah tinggalkan aku. Bantu aku untuk bisa tetap Istiqomah dalam hijrah ini. Bantu aku dalam memantaskan diri ini. Langsungkanlah teguran itu hadir apabila aku dirasa sudah terlalu jauh lalai.

Ya Allah terimakasih masih terus menjagaku dan sayangilah kedua orang tua hamba, saudara-saudara hamba serta sahabat-sahabat hamba. Insya Allah semuanya yang hambamu ini lakukan bisa  Lillahi Ta’ala. Aamiin~


#salamhijrah #keepistiqomah #maujadibaik
0

Monday, November 09, 2015

S.O.M.E -part two- (END)

-(sebenarnya kisah ini sudah terlupa, tapi ada setitik rasa dan tragedi yang harus di ungkapkan sebagai pengingat di hari depan, agar tak mengulangi kesalahan yang sama)-

Izinkan Saya melanjutkan secuil kisah cinta yang kemarin sudah sempat ada bagian awalnya. Tapi kali ini mau dengan gaya penulisan yang sedikit berbeda. Lebih tersirat mungkin. Mengingat di bagian pertama saya sudah berniat untuk tersirat namun yang terjadi saya malah membuka celah untuk mempermudah orang mengetahui siapa gerangan dirinya yang sedang di bicarakan. Okay! Tanpa harus tersirat pun semuanya juga pasti tau siapa dia karena Saya hanya sedikit sekali mempunya pengalaman *ehem* “tentang cinta”. Tokohnya juga pasti itu saja, jadi mau gimana mau dibuat tersirat hmm ha ha ha ha ha huufffft~ baiklah mari kita mulai!

S.O.M.E part two

Yang pernah hilang bisa selamanya hilang atau memilih untuk kembali
Butuh waktu untuk memutuskan mau bagaimana
Tidak mudah pula melupakan yang sengaja hilang disaat sudah merasa dia pernah ada
Namun seringnya memilih muncul disaat kesanggupan melupa menguat
Masih mencoba untuk menimang dan memprtimbangkan 
Hasilnya hati ini melemah lagi dan siap untuk terjebak lagi

Lupa akan kesusahan dalam melupakan
Mementingkan perasaan kini yang sedang meluap-luap rindu
Memberanikan diri menemui pertemuan
Menguji rasa apakah sudah bisa biasa

Sebenarnya sudah,
Tapi kehidupan memiliki jalan lain untuk menyatukan kembali
Sampailah di simpang kesempatan
Menjalin kembali dan sesaat melupa pernah tersakiti

Sampai tak ingat harus bertanya, kemana? Mau apa? Untuk apa?
Dengan alibi “jalani saja dulu” yang membuat penyesalan di kemudian hari
Berputar kejadian indah yang meski monoton tapi terus dilakukan
Kadang jenuh, kadang bahagia sekali
Sayang, tak bertahan lama
Masih banyak ragu-ragu dalam kisah ini
Terlalu banyak pengharapan
Terlalu banyak perhatian terbuang percuma

Semua berakhir karena kesamaran
Gerak-gerik itu memang ada menjelaskan sesuatu
Tapi bukankah akan lebih jelas apabila bisa di perkuat dengan kata-kata?

Kemarin itu salah
Tidak ada keberanian
Tidak ada pernyataan
Dan tidak ada pertanyaan

Kemudian seperti pengecut , pergi dan menghilang
Menahan satu pertanyaan penting
Membiarkan menjadi misteri
Menganggap tidak ada apa-apa
Bahkan rindu dirasa tak perlu

Apakah harus setega itu?
Mungkin itu tabiat
Biasa saja saat sudah menoreh luka
Atau tidak sadar kalau ada yang salah
Entahlah, belajar saja untuk esok
Agar esok bisa lebih berani

Untuk bertanya tentang kepastian

*Udah ya, gak usah dilanjutin lagi cerita "some" ini, saya sudah kehabisan ingatan untuk merangkai kata akan kisah bersamanya #eaaak*
0

sebuah nama manis yang berubah menjadi LELAH

Sebuah nama manis yang berubah menjadi “lelah”
Terselip diantara sebuah perbincangan merangkai kata
Itukah alibi atau jari yang terlalu lincah berpindah
Kenaifan membiarkan untuk percaya
Kata yang dimaksud benar hanya sebuah kesalahan
Sampai terungkap tanpa di minta
Menjadi  tak sengaja  membeli  luka

Sebuah nama manis yang berubah menjadi “lelah”
Bukanlah sebuah kesalahan semata
Tapi ketidakrapihan dalam bermain cinta
Atau sebenarnya sinyal yang disengaja
Beruntung , tak terlihat begitu nyata
Mungkin sedikit buta karena terbawa rasa
Bolehkah kembali terulang ke waktu itu
dimana “lelah” berupa pengalihan kata dari sebuah kata benda,
kata benda nan elok yang mengalihkan

Sebuah nama manis yang berubah menjadi “lelah”
yang sempat ditanya siapa dan mengapa mendadak ada?
Namun dianggap tidak ada apa-apa

Teruntuk sebuah nama yang terduga
Yang mengubah tawa menjadi kecewa

Semoga yang terjadi denganmu berbeda...
0

kalau saja tau dari lama

Insting seperti menunggu lonceng berbunyi untuk berfungsi
Memberitahu yang sebenarnya yang tidak ingin dicari tahu
Kemudian menghasilkan kekuatan rasa yang liar untuk menduga
Sampai akhirnya puing-puing dugaan yang terkumpul membuat tercengang lalu menangis


Disaat hati rentan begini siapa yang bisa menahan untuk tidak berpikir yang paling buruk ?
Apalagi bila sendiri di dalam sebuah bidang berdiri bernama dinding
Mendadak kedinginan prasangka
Mencoba menghangatkan namun yang melindungi malah selimut kekacauan
Bertambah resah!


Terbersit kata “kalau saja aku tidak mencari..”
Apa guna semua penyesalan itu selama masih merasa perduli
Mau di arahkan ke lorong pelit cahaya pun takkan mempan menutupi semua rasa ingin tahu
Sayangnya suka terlambat, disaat semua rasa sudah tenggelam bersama bumbu yang teracik racun rindu



*kala itu, saat masih galau* #justreminder #kalauakupernahterpuruk 
0

Sunday, March 01, 2015

S.O.M.E -part one-

These days, it feels like you’re mine, it seems like you’re mine but not

It feels like I’m yours, it seems like I’m yours but not~
___________________________________________

  
Sesuai dengan janji saya di postingan sebelumnya, saya akan memberikan "ruang khusus" tentangnya yang ingin dilupakan tapi sepertinya belum bisa dilupakan ya makanya sampe ada tulisan ini hmmm gak juga sih buat mengingat pengalamannya aja biar jadi pelajaran. *alesan*

ih ini bukan saya banget sebenernya posting-posting yang beginian tapi buat referensi rasa kedepannya. yah seperti sepenggal lirik lagunya si 'soyou feat junggigo - some' di atas, begitulah yang kadang saya rasakan. di bilang kegeeran juga ya gimana sikapnya bikin orang merasa begitu. Zzz

sebelumnya saya sudah menceritakan darimana kenalnya. Dari teman teman temannya teman si teman. Hahaha. saya gak mau menyebut nama atau menjelaskan apa dan bagaimana kejadiannya secara jelas soalnya kalau suatu saat saya jadi orang terkenal bisa bahaya. Pret!. Semoga bisa menceritakannya secara tersirat. aamiiin.

kalau mau diceritakan secara lengkap bisa-bisa pertapaan saya selama hampir sebulan tak berhubungan dengan dia untuk melenyapkan rasa-rasa yang tak perlu dirasa-rasa bisa sia-sia. Apalagi kalo menyertakan capture-an obrolan kami yang berguna sebagai bukti buat cerita ke orang-orang terdekat. baru inget kalau masih disimpen, males ngapusnya, soalnya udah di bawah-bawah. *alesan lagi*

kenapa tiba-tiba memilih waktu ini untuk menulis tentangnya, gara-gara ntah apalah semalam saya mimpiin dia. Kayak berarti aja dia sampe dimimpiin. Jadi kesal kan. Mana mendadak sering kebaca sesuatu yang ada hubungannya sama dia, entah itu nama toko yang ada unsur nama dia, hobbynya, sesuatu yang pernah kita ceritakan bersama *eaak, atau yang lebih parah memang sengaja diingatkan sama salah seorang teman yang memang tau ceritanya secara blak-blakan. Cemana lah ya saya mau benar-benar lupa??  Menurut edak-edak sekalianlah~

Jadi begini ceritanya. Kita awalnya berteman dan sampai sekarang pun masih berteman. Haha. Singkat cerita kita bisa saling memiliki sesuatu yang bisa mempermudah kita untuk saling berhubungan (gak bisa kau bilang aja nomor hape atau bbm dek?!). awalnya sih untuk kepentingan bersama (baca : mau dimasukin ke grup bersama teman-temannya teman-teman itu tadi). *saya semakin curiga kalau gak bisa buat ceritanya jadi tersirat* T.T

Dan karena suatu situasi dan ntah mungkin karena saya mau lebih dekat *ngaku* jadinya saya menghubungi dia untuk menanyakan sesuatu secara private bukan di grup. Cuma nanya transportasi menuju suatu tempat. Maklumlah saya orang baru di kota Jakarta ini dan waktu itu Saya sudah berusaha untuk cari tahu dari teman tapi teman saya tersebut tidak yakin, saya juga udah nanya si google tapi karena bener-bener belum dicoba jadinya takut nyasar. Akhirnya memutuskan untuk bertanya sama dia yang secara kebetulan saat awal berkenalan dan tanya-tanya pekerjaan, hobby, mikes, makes, ttl, alamat, hingga berbagi pantun ternyata tempat tinggal kami berdekatan. *gagal tersirat*   

Saya berani nanya juga bukan hanya karena alasan tinggal di lokasi yang berdekatan tapi juga melihat dari beberapa respon baik yang saya dapat dan sepertinya bisa jadi tempat infomasi yang tepat. Kalau dianya gak welcome sih mending gak usah, apalagi baru kenal. Sori cyiiin sksd begituuu~ it's not my type!
Tapi ya kenapa gak tanya bapak kos atau tetangga sebelah aja ya teringatnya, kan mereka lebih lama tinggal di daerah situ, soalnya dia juga anak rantau sama seperti Saya. #mampuslahsitumakingakadatersiratnya

Kalau mau mikir negatifnya, kenapa lah saya nanya-nanya kemaren, kalau nggak kan gak mungkin ada rasa kawanan dugaan menumpuk. Tapi kalau mau positifnya sih , biar banyak pengalaman dalam berteman biar lain kali gak salah rasa lagi. Habisnya saya itu bukan tipe cewek yang punya banyak temen cowok, jadi kalau sekalinya ada cowok yang respon baik dan pastinya di pihak saya nya juga ada sesuatu jadi suka thinking too much. Haha apasih! Tapi kalo hatiku berkata tidak, ya bakal ditanggapin seadanya. Berarti dengan kata lain, sama si dia yang lagi diceritakan ini hatiku berkata iya makanya ditanggepin gak seadanya. Hmmm. Mungkinlah ya waktu itu khilaf. Dan Saya masuk ke jebakannya~

Apa saya aja yang merasa terjebak padahal dia gak ada maksud menjebak sama sekali. Dianya biasa ajah! Iya kali ya~ Cuma mau berteman saja. Tapi dia mengarahkan panah pertemanannya ke orang yang salah. Kepada Saya yang polos dan tidak mengerti apa-apa. *ngok* Tapi enggak juga loh, kalau dibaca-baca dari percakapan kami, kadang ada waktu-waktunya dia bikin Saya merasa “Some”. Mau disangkal, tapi benar adanya unsur gombal. Hmzz! Emang kalau temenan sampe segitunya apa? Untuk ukuran teman baru kenallah, apa udah berani berkata-kata agak lumayan bikin senyum-senyum sendiri? Yaitu dia gak tau karena gak berpengalaman. Untunglah banyak teman-teman dan saudara-saudara yang bisa di share cerita ini dan mau berbagi pengalaman mereka. Jadi lumayan membuka pikiran dan perasaan. Setelah beberapa pengalaman si teman-teman dan fakta-fakta tentangnya sampailah Saya di pemikiran He’s Just Not That In To You~ Yuhuuu...

Sebenarnya masih ada beberapa cerita yang ingin disampaikan tapi kelelahan mata membuat saya tak sanggup mengingat puing-puing kenangan kami. *halah!*
Dan besok Saya juga harus bangun cepat karena di tempat kerja yang baru jam masuknya lebih pagi. Ohiya saya udah dapet kerja lagi. Alhamdulillah~.  
Nanti Saya bercerita tentang pekerjaan baru saya dan karena pekerjaannya sangat hectic jadi Saya mau mulai aktif nulis-nulis blog lagi biar ada kegiatan pengalih penat dari kantor. *loh*

Sampai bertemu di S.O.M.E -part two- yaks!~ #udahmacamsinetron
0

Friday, February 13, 2015

beginning!

Gini ya rasanya mau nangis tapi gak bisa...

Masalah datang bertubi-tubi. Tapi bukan hidup namanya kalau gak ada proses melalui masalah (lupakan kedatangan si masalah karena pasti selalu ada tanpa diminta). Kadang sebuah masalah datang bertujuan untuk menutupi kepenatan menghadapi masalah yang datang sebelumnya. Berharapnya sih semoga masalah yang kemarin bisa terlupa atau bahkan terselesaikan dengan datangnya masalah baru ini.

Seperti hari ini, baru saja paginya saya berdoa kepada Allah agar saya bisa melupakan masalah yang mengganggu pikiran dan hati saya belakangan ini tiba-tiba sorenya saya mendapat kabar berita yang membuat saya ingin menangis tapi tidak bisa, at least i can forget my recent problem until now. The previous problem don’t come first right now. Okay! Allah will give something what i need not what i want. Jadi apapun yang terjadi dalam hidup saya, saya ikhlas. Saya tidak menyangka saja doa saya langsung dikabulkan. Tuhan punya maksud lain di kehidupan saya.

Baiklah akan saya perjelas, tapi tidak perlu begitu jelas karena bisa panjang sekali ceritanya. Agak sedikit mengingat masalah sebelumnya yang mungkin sekarang tak jadi begitu penting lagi setelah munculnya masalah terbaru. (mikir lama sebelum mulai bercerita *ini serius*)

Sudah hampir tiga bulan ini Saya dekat dengan seseorang. Kenal dari teman temannya teman teman teman. Hmmm ribet kan.  Mungkin saya perlu ruang cerita khusus untuk menceritakan seseorang ini, bukan karena dia berharga (saat ini masih belum) tapi untuk jadi perenungan saya kedepannya dalam kehidupan berteman. Singkatnya kami lumayan sering berhubungan dan sampai bertemu beberapa kali (hanya berdua). Dari yang saya deg-degan sampai saya sudah lelah dan mencoba biasa saja (belum bisa sebiasa sebelum kenal makanya jadi masalah *ini mungkin gak mungkin*). Saya bingung dibuat olehnya sehingga dia masuk ke dalam doa saya, agar segera bisa dilupakan. Woman have their own thought but it's too tired too much thinking. 

And God answer my prayer directly.

Sorenya saya mendapat kabar yang lumayan menyakitkan. Hampir lima bulan sudah saya bekerja di sebuah perusahaan interior konsultan di Jakarta. Saya baru saja beberapa bulan merantau ke Jakarta dan baru mulai mengirim lamaran setelah seminggu sampai di jakarta. Tidak sampai seminggu sudah mendapat panggilan interview dan saat panggilan kedua saya langsung diterima. Senangnya bisa keterima kerja di bidang yang memang saya minati dan Alhamdulillahnya mendapatkan teman-teman kerja yang super asik! SEPERTI MIMPI BUKAN?!!!~ (saya akan memberikan ruang khusus untuk menceritakan mereka, karena mereka request juga dan pastinya karena saya memiliki waktu untuk menulis sekarang :’) ).  Saya banyak belajar disana, gak cuma tentang pekerjaan tapi juga kehidupan. Saya sayang sekali dengan teman-teman baru saya itu. Saya juga mencintai pekerjaan Saya. Tapi masalah datang menghampiri perusahaan yang berdampak kepada beberapa karyawannya termasuk saya. I am no longer an employee as of today.  DEG! Lama sekali saya tersadar dari mimpi sampai empat bulan lebih. Hahaha this is not dream vira! this is life that you must face it. God want you through both happy and sad moment. All of problems can make you more wise and mature if you know what to do to solve it. (mendadak pintar ngomong hahaha)

Ya Tuhaaan.. terimakasih telah membuat saya melupakan masalah cinta yang remeh (kira-kira begitulah yaa) dengan memberikan saya sebuah kesadaran dalam mimpi panjang untuk lebih berpikir lagi akan kehidupan saya selanjutnya. Saya tidak marah dan kesal. Lihat saja sekarang Saya ingin nangis tapi tidak bisa.

The most thing that make me want to cry is i have to separate with all of my friends in there. i have a lot of laugh in there. they are so funny! I never even thought to lazy to go to office. And i love my job too. Really love my job. But never has too much love with your office and I relieved I never  feel it. I just love my jobs and my friends and my boss too (Lah!). Tapi apalagi yang harus saya perbuat kalau keadaannya memang mengharuskan saya tidak lagi disana. Ntah mungkin karena sifat saya yang pasrah atau saya terlalu ikhlas atas semua rencana Tuhan kepada Saya.  Bahkan saya memberikan permintaan, “Saya bisa tidak kerja disini, main ke kantor ini tapi gakpapa gak usah di bayar”. Bodohkan saya?! Ya tentu.. kalau saya ceritakan ini ke orangtua Saya pasti akan dimarahin habis-habisan. Dan untunglah permintaan Saya itu ditolak. Mungkin pada saat itu Saya sedang khilaf atau terlalu berat meninggalkan suasana. Yah pastilah tiba-tiba begitu. Saya memang tidak terlihat sedih. Saya juga bingung dengan diri saya, apa yang saya rasakan sebenarnya sekarang.

Pertanda hal ini akan terjadi semakin jelas saja kalau kejadiannya sudah terjadi (mulai deh!).

- Saya menjadi lebih hemat dibanding bulan-bulan sebelumnya. Saya mulai menyadari dengan gaji saya yang - baru saya sadari sangat kecil untuk ibu kota- ini sangatlah tidak cukup untuk saya berfoya-foya dan boros. Jadi bulan ini saya tidak pergi kemana-mana. Ada niat untuk membeli sesuatu tapi saya tahan sampai saya dapet gaji bulan berikutnya biar tidak ada lagi kejadian pertengahan bulan cuma pegang duit dua puluh ribu saja. Zzzzz.  Untung laaah huhuuu kalau tidak!

- Karena pemikiran –gaji saya ternyata kecil ya, belum lagi bayar uang kos- maka Saya sempat berpikiran untuk –gimana kalau Saya cari tempat kerja lain ya- tapi karena pada dasarnya saya orangnya setia dan susah kalau sudah nyaman pada satu hal jadi Saya tidak terlalu bergerak cepat untuk mencari info kerja lain. Saya juga berpikiran kalau Saya masih butuh belajar dan di tempat kerja Saya ini banyak sekali guru-guru yang bisa Saya ambil ilmunya. Dan tetap saya masih sangat sayang untuk meninggalkan mereka. dan sempat juga mikir –alasan apa ya yang harus saya bilang- kalau saya tiba-tiba ingin resign. Tapi ternyata saya kedeluan dikeluarkan. Hiks. Mungkin ini kali ya yang saya butuhkan makanya dikasi sama Tuhan. Hmmm  

- Belakangan ini saya mulai lelah berlebihan. seperti bosan dan jenuh. Mungkin ini pelajaran untuk tidak boleh mengeluh dan harus tetap bersyukur. Banyak orang diluar sana yang membutuhkan pekerjaan dan Saya pernah menjadi bagian dari mereka selama setahun lebih dan akan dimulai kembali menjadi bagian itu mulai saat ini. Semoga tidak berlangsung lama dan segera mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik. Aamiin : ))

- Saya sering berpikir “gimana ya kalau perusahaan ada masalah dan tidak sanggup lagi menampung Saya sebagai karyawannya?” . See???  Anything could happen~

Hmmm.. semoga ada kabar baik dari Saya pribadi ataupun dari kantor Saya sebelumnya. Karena mereka bilang kalau perusahaan sudah pulih kembali nama baiknya, pintu terbuka kapan saja untuk saya masuk. Saya mungkin masih mau, saya sayang banget sama mereka hiks hiks (kan kan jadi galau). Mereka janji akan memanggil kembali kalau masa kritis ini bisa mereka lalui sampai dua bulan kedepan. Kalau tidak bisa mereka atasi kemungkinan perusahan akan bye bye juga. Saya males nulis apa sebab-musababnya secara panjang lebar, intinya perusahaan ditipu dan pastilah banyak masalah yang harus dihadapi. Salah seorang teman kerja saya pernah bilang “this company isn’t settle yet”. Yeah, I know! But i don’t know how to explain my mom. Hmm


Dua bulan adalah waktu yang cukup lama untuk menunggu. Saya harus mulai mencari perkerjaan baru. Jadikan ini semua pengalaman. Semoga berhasil, VIRA!!! SEMANGAT!!!
0

Friday, October 11, 2013

That’s why i don’t like in a trip when i'm in diet schedule!

Hahha.. judulnya!
Iya benar sekali, kalau lagi di dalam perjalanan pasti segala sesuatunya terjadi secara tak terduga. Jadi berantakannya semuanya. Salah satu hal yang saya lebih memilih untuk berada di rumah saja. Ya ini ketika saya sedang berdiet ria. Tapi suatu hari terjadi sebuah perjalanan secara mendadak, mama meminta saya untuk menemaninya pergi ke medan untuk mengikuti tes toefl, karena semua temannya laki-laki dan mereka  berencana untuk menginap di hotel dengan tujuan untuk belajar bersama. 

yeah, seperti yang sudah saya bayangkan, tidak mungkin ada acara belajar, karena kami sampainya sudah malam dan setelah sampai di hotel langsung pergi makan.  Lagipula mereka sudah tidak di usia untuk belajar hal semacam toefl. Kasian juga sih liatnya posisi mereka dalam menjalankan profesinya harus melalui berbagai prosedur yang dirasa cukup sulit untuk mereka lalui sekarang. Kalau mama karena memang dosen bahasa inggris yah mungkin tidak menjadi masalah tetapi ternyata tidak, mama sepertinya memiliki beban apabila dia tidak memiliki nilai yang baik nantinya. Everyone has a problem!

seperti saya juga memiliki masalah dengan diet saya ini. (kembali lagi!) Haha
Seharusnya saya makan jam 7 malam tetapi karena kami sampai jam 8 malam maka saya melewatkan jam makan malam saya tersebut. Hiah! Ketika dibawa untuk makan malam, mie aceh pulak itu, saya menahan selera. Hiks! Seharusnya sih tidak boleh begitu , kalau lapar ya makan aja. Tapi alhamdulillah tidak apa-apa. Sesampainya di hotel saya langsung tidur (dengan perut lapar). 

Ketika sarapan pagi, mau tidak mau saya tidak sarapan seperti yang disarankan di menu dietnya dan saya sarapan masih terlalu pagi dari yang dijadwalkan. Mama dan teman-temannya memiliki jadwal jam setengah 8 untuk test toeflnya, sehingga kami sarapan lebih pagi agar tidak terlambat. Kami makan menu makanan yang disediakan oleh hotel. Saya harus makan karena semalam saya tidak makan, saya juga tidak mau pingsan dan sakit. Paling nanti ditambah aja olahraganya atau gak usah makan nasi pas siangnya (saran dekinok!). 

Agak sedikit merasa gagal, merasa sia-sia sudah diet saya yang baru berjalan seminggu lebih, tapi yasudahlah nanti diganti sama olahraga. Saya menggunakan diet dengan jadwal makan sering, maka setiap tiga jam sekali saya harus ada makan. Tapi karena kondisi saya sedang menunggu mama ujian dan tidak membawa bekal apapun, maka saya skip jadwal makan setelah tiga jam sarapan. Ohlala, perutku meronta. Sampai akhirnya saya dijemput oleh saudara saya, icha, untuk membunuh waktu selama menunggu mama selesai tes, berjalan-jalan sekalian membeli batre hape saya yang sudah tak layak pakai.

Karena memang masih pagi maka banyak toko yang belum buka. Kamipun memutuskan untuk makan dulu, tapi makan buah-buahan saja karena memang yang seharusnya dimakan pada jam segitu adalah buah-buahan. Tapi susah ternyata mencari buah tok saja, maka pilihan jatuh pada es buah. Krik krik krik. Masihkah pantas aku dibilang sedang menjalani diet? Entahlah tapi aku memang lapar. 

Teeeet teeet teeet! Sampailah diwaktu yang sangat sangat saya tunggu. Waktunya makan dengan menu seperti makan biasa tapi dikurangin porsinya. Tapi tapi tapi kan mama dan teman-temannya ngajak makan di rumah makan padang. Ergggghhhhh... entahlah entah! Saya makan saja dengan mengurangi nasi tapi lauknya di banyakin (seperti kata dekinok). saat makan saya terngiang-ngiang akan olahraga yang sudah saya laksanakan beberapa hari lalu. Tidak apa-apa nanti bisa diganti lagi dengan olahraga. Makan saja dengan senang hati tanpa beban.

Kami pulang ke siantar sekita pukul tiga sore. Eaak! Satu jam lagi waktunya saya makan lagi tapi saya lupa membawa bekal yang seharusnya. Dan dan dan saya makan peyek yang notabene itu termasuk cemilan dan gorengan pulak. Yes! Kita ganti nanti pakai olahraga yak! Ngelus-ngelus perut...

Kami singgah sebentar ke SPBU untuk mengisi minyak dan saya masih dalam keadaan setengah sadar karena baru terbangun. Saya sudah agak sedikit merasa ingin buang air kecil tetapi saya masih belum sanggup untuk mengungkapkannya.  Saat mobil sudah melaju keluar SPBU, saya semakin merasa sesak tetapi mobil terus melaju. Jadi saya menahan sampai saya sudah tidak tahan lagi dan mengatakan pada mama kalau saya mau buang air kecil. -__-

Akirnya kami berhenti lagi di tempat yang memang biasa dijadikan tempat istirahat para pelancong yang melalui jalur tersebut. Salah saya juga kenapa tidak bilang mau buang air kecil dari SPBU tadi dan akhirnya saya terjebak untuk ikut makan mie gomak di tempat istirahat ini, padahal belum waktunya makan! Andweee~!!

That’s why i don’t like in a trip when i'm in diet schedule!!!

Sampai di rumah saya memutuskan untuk men-skip makan malam. Sebagai bentuk rasa bersalah karena sudah makan tidak sesuai waktu. Janji adalah janji. Kalau sudah melanggar janji, kalau bisa diganti. Untuk mencapai sesuatu memang harus butuh pengorbanan. saya Cuma ingin hidup lebih teratur maka mungkin ini salah satu bentuk kedisiplinan saya dalam menjalani kehidupan. Secara sekarang hidup saya belum ada pekerjaan yang mengikat saya dengan waktu-waktu maka saya mencoba mengatur diri sendiri. 

Sebenarnya saya tidak sebegitu menderitanya menjalani diet ini, karena saya masih makan dan tidak mau sampai sakit. Jadi kalau saya sudah merasa pusing atau lapar yasudah makan saja tetapi mengurangi golek-golek setelah makan. 

dari ini juga Saya menemukan satu alasan lagi kenapa saya tidak boleh bosan-bosan berada di rumah dan lebih menghargai apa yang sedang terjadi pada saya saat ini juga. 

Semangat dan semoga berhasil! :*
0